Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Solo Last Friday Ride, Cara Pesepeda Menikmati Solo di Malam Hari

t
Penulis: tim solobalapan❯
Rombongan peserta Solo Last Friday Ride (SLFR) menyusuri jalanan Kota Solo pada Jumat malam.(Tiktok/@Soloinfo_official)
Rombongan peserta Solo Last Friday Ride (SLFR) menyusuri jalanan Kota Solo pada Jumat malam.(Tiktok/@Soloinfo_official)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM-  Ada cara lain untuk menikmati suasana Solo pada malam hari. Setiap Jumat terakhir dalam sebulan, sejumlah pesepeda berkumpul untuk menyusuri jalanan kota lewat Solo Last Friday Ride (SLFR).

SLFR merupakan kegiatan gowes bersama yang terbuka untuk berbagai kalangan dan jenis sepeda. Pesertanya tidak harus berasal dari komunitas tertentu. Berbagai jenis sepeda bisa ikut dalam kegiatan yang sudah rutin digelar tersebut.

Advertisement

Sebelum berangkat, peserta biasanya berkumpul di titik yang telah ditentukan. Setelah rombongan siap, perjalanan dimulai dengan menyusuri sejumlah ruas jalan. Tidak ada target untuk menjadi yang paling cepat karena SLFR bukan perlombaan.

Rute menjadi salah satu bagian yang membuat perjalanan ini tidak selalu sama. Setiap pelaksanaan dapat membawa peserta melewati kawasan yang berbeda. Dalam beberapa kegiatan, rutenya bahkan pernah mencapai kawasan Patung Sapi di Boyolali hingga Lapangan Klumprit.

Dengan rute yang berubah, peserta tidak hanya berputar di satu kawasan. Perjalanan bisa melewati jalan-jalan di Kota Solo maupun wilayah di sekitarnya. Jarak yang ditempuh pun mengikuti rute yang dipilih pada masing-masing pelaksanaan.

Bersepeda pada malam hari juga memberikan suasana yang berbeda. Lampu jalan mulai memenuhi ruas kota, kendaraan masih berlalu-lalang, dan sejumlah tempat tetap ramai oleh aktivitas warga. Pemandangan yang biasa dilihat pada siang hari bisa terlihat lain ketika dilewati malam hari dengan sepeda.

Kecepatan perjalanan yang tidak terlalu dipaksakan membuat peserta punya waktu untuk menikmati rute. Mereka tetap harus memperhatikan kondisi jalan, kendaraan yang melintas, serta pengguna jalan lainnya. Karena itu, keselamatan dan sikap saling menghargai menjadi bagian penting selama perjalanan.

Selain berkeliling, SLFR juga menjadi tempat bertemu bagi para penghobi sepeda. Peserta dari berbagai kalangan dapat berada dalam satu rombongan meski tidak berasal dari komunitas yang sama. Bagi sebagian peserta, pertemuan seperti ini menjadi bagian dari kegiatan selain bersepeda itu sendiri.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa bersepeda tidak selalu harus dilakukan pada pagi atau sore hari. Malam justru memberikan pilihan waktu lain untuk menikmati perjalanan. Suasana jalan yang lebih gelap, lampu kota, dan perjalanan bersama membuat pengalaman gowes memiliki karakter tersendiri.

SLFR sendiri sudah berlangsung cukup lama dan tetap digelar hingga sekarang. Konsistensinya terlihat dari agenda yang kembali hadir setiap Jumat terakhir. Bahkan ketika memasuki Ramadan, waktu pelaksanaan pernah disesuaikan menjadi setelah salat tarawih.

Advertisement
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Bikin Macet Parah Sudirman-Thamrin, Night Ride Willie Salim Berujung Dipanggil Polsek Menteng, Ini Kronologi Lengkapnya

Bikin Macet Parah Sudirman-Thamrin, Night Ride Willie Salim Berujung Dipanggil Polsek Menteng, Ini Kronologi Lengkapnya

Bikin Macet Parah Sudirman-Thamrin, Night Ride Willie Salim Berujung Dipanggil Polsek Menteng, Ini Kronologi Lengkapnya

Kereta Api Makin Ramah Pesepeda, Sepeda Lipat Kini Bisa Dibawa Naik Kereta

Kereta Api Makin Ramah Pesepeda, Sepeda Lipat Kini Bisa Dibawa Naik Kereta

PT KAI memperbolehkan penumpang membawa sepeda lipat ke dalam kabin kereta dengan syarat tertentu. Kebijakan ini mendukung integrasi transportasi publik dengan gaya hidup bersepeda yang semakin diminati masyarakat.

Bukan Jogging atau Sepeda! Olahraga Corn Hole di Taman Manahan Solo Ini Lagi Naik Daun, Begini Cara Mainnya

Bukan Jogging atau Sepeda! Olahraga Corn Hole di Taman Manahan Solo Ini Lagi Naik Daun, Begini Cara Mainnya

Corn Hole makin populer di Solo! Taman Manahan jadi tempat favorit komunitas olahraga lempar ala Amerika.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer