Ingat Si Huma? Ada Episode “Embun” yang Bahas Sampah, Banjir hingga Penyakit

SOLOBALAPAN.COM – Si Huma mungkin lebih dikenal sebagai salah satu animasi Indonesia yang hadir di televisi pada era 1980-an. Namun, serial yang diproduksi Pusat Produksi Film Negara (PPFN) ini ternyata tidak hanya menghadirkan cerita petualangan untuk anak-anak.
Salah satu contohnya terdapat dalam episode berjudul Embun. Episode yang diproduksi pada 1983 tersebut mempertemukan Huma dan Windi dengan sosok embun yang kemudian bercerita tentang manfaat air bagi kehidupan. Di dalamnya, penonton juga diajak melihat persoalan sampah, kerusakan alam, banjir, hingga penyakit.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mencatat episode Embun memiliki durasi 9 menit 31 detik dan diproduksi oleh PPFN. Dalam daftar arsip tersebut, episode ini juga mencantumkan Pak Aleh sebagai sutradara dan animator yang terdiri atas Mas Par, Mas Har, serta Bang Sal.
Huma dan Windi Bicara soal Alam
Cerita Embun bermula ketika Huma dan Windi berjalan di dalam hutan. Keduanya berbicara mengenai pelestarian alam serta hewan yang diburu untuk diambil kulitnya.
Pembicaraan tersebut membawa mereka pada satu kekhawatiran: jika berbagai jenis hewan terus dibunuh hingga mengalami kepunahan, generasi berikutnya mungkin hanya mengenal hewan-hewan tersebut dari namanya.
Pesan mengenai pelestarian alam kemudian berlanjut ketika Huma dan Windi bertemu dengan embun. Dalam cerita tersebut, embun bukan hanya menjadi bagian dari alam, tetapi juga digambarkan dapat berbicara dengan kedua tokoh tersebut.
Dari percakapan itulah cerita kemudian beralih pada sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu air.
Air Bukan Sekadar untuk Minum
Dalam episode tersebut, embun bercerita mengenai kegunaan air dan manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Pesan tersebut kemudian dibuat lebih luas. Air tidak hanya digambarkan sebagai sesuatu yang dibutuhkan manusia, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan yang perlu dijaga.
Masalah muncul ketika manusia justru memperlakukan lingkungan dengan buruk. Sampah dibuang sembarangan dan akhirnya dapat mencemari lingkungan.



