Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Terancam Refund Rp6 Miliar Uang Beasiswa LPDP Buntut 'Curhatan' Dwi Sasetyaningtyas, Memang Berapa Gaji Arya Iwantoro?

Laila Zakiya • Rabu, 25 Februari 2026 | 13:37 WIB

 

Dwi Sasetyaningtyas dan keluarga Arya Iwantoro.
Dwi Sasetyaningtyas dan keluarga Arya Iwantoro.

SOLOBALAPAN.COM - Nama Arya Iwantoro kini menjadi perbincangan luas publik setelah polemik unggahan media sosial sang istri, Dwi Sasetyaningtyas, menyeret status Arya sebagai penerima beasiswa negara ke dalam sorotan tajam.

Isu ini bermula dari unggahan Dwi terkait status kewarganegaraan Inggris anak mereka.

Unggahan tersebut memicu diskusi panjang warganet, terutama karena Arya diketahui merupakan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk studi luar negeri.

Perbincangan kian meluas setelah influencer pendidikan Bima Yudho Saputro alias Awbimax mengangkat isu tersebut melalui utas di Threads pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam unggahannya, Awbimax menyoroti dugaan pelanggaran code of conduct oleh Arya sebagai awardee LPDP.

Dugaan Pelanggaran Kewajiban Awardee LPDP

Berdasarkan tangkapan layar esai yang beredar, Arya diketahui menempuh pendidikan S2 dan S3 di Utrecht University, Belanda, dengan dukungan penuh beasiswa LPDP.

Sebagaimana diketahui, LPDP merupakan program beasiswa pemerintah yang bertujuan mencetak sumber daya manusia unggul yang diharapkan kembali ke Tanah Air dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Namun, alih-alih kembali dan mengabdi di Indonesia, Arya diduga bekerja di Inggris sebagai Research Consultant dan menetap di sana melebihi batas waktu yang diizinkan dalam ketentuan beasiswa.

Dalam sebuah video TikTok, Awbimax menyebutkan Arya diduga telah tiga tahun tidak memenuhi kewajiban kontribusi sebagaimana diatur dalam perjanjian LPDP.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan publik: berapa sebenarnya penghasilan Arya di Inggris hingga memilih bertahan di luar negeri?

Berapa Gaji Research Consultant di Inggris?

Profesi Research Consultant merupakan pekerjaan profesional yang memiliki peran strategis di dunia akademik dan industri.

Tugasnya mencakup perencanaan, perancangan, hingga pelaksanaan riset untuk klien, termasuk analisis data dan penyusunan rekomendasi berbasis bukti.

Di Inggris, gaji Senior Research Consultant bervariasi tergantung pengalaman, spesialisasi, dan institusi tempat bekerja.

Rata-rata gaji pokok berada di kisaran £34.000 hingga £49.000 per tahun, dengan rata-rata sekitar £41.000 per tahun.

Selain gaji pokok, terdapat tambahan pendapatan sekitar £5.000 per tahun, dengan rentang £2.000 hingga £11.000.

Jika digabungkan, total kompensasi tahunan dapat mencapai sekitar £46.000.

Dengan asumsi kurs Rp20.000 per Poundsterling, angka tersebut setara sekitar Rp820 juta hingga Rp920 juta per tahun.

Di kota besar seperti London, gaji Research Consultant bahkan bisa mencapai £45.000 per tahun untuk level menengah, dan lebih tinggi lagi untuk posisi senior.

Dengan latar belakang pendidikan S2 dan S3 dari universitas ternama, publik menilai bukan tidak mungkin Arya berada di kisaran penghasilan atas tersebut.

Teguran LPDP dan Ancaman Refund Miliaran Rupiah

Di tengah tekanan publik, polemik ini akhirnya membuat LPDP angkat bicara.

Dalam salah satu pernyataannya, LPDP menegaskan:

"LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa,"

LPDP juga menyebutkan:

"Meskipun demikian, LPDP akan tetap berupaya melakukan komunikasi dengan Saudari DS untuk mengimbau agar yang bersangkutan dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahami kembali penerima beasiswa LPDP mempunyai kewajiban kebangsaan untuk mengabdi kepada negeri,"

Fakta baru kemudian terungkap bahwa Arya Iwantoro ternyata juga awardee LPDP, meski sebelumnya Dwi sempat menyatakan sebaliknya.

Ketidaksinkronan informasi ini memicu kemarahan publik.

LPDP mengonfirmasi tengah mendalami kasus tersebut dengan menyebut:

"Yang bersangkutan (AP) diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi," ungkap pihak LPDP.

LPDP pun menegaskan komitmennya:

"LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,"

Aturan 2N+1 dan Hitungan Dana LPDP

Kasus ini turut menjadi perhatian Kementerian Keuangan, khususnya terkait aturan 2N+1.

Aturan ini mewajibkan awardee mengabdi di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.

Arya menempuh studi selama tujuh tahun (S2 dua tahun dan S3 lima tahun), sehingga kewajiban pengabdian mencapai 15 tahun.

Berdasarkan penelusuran publik, biaya studi Arya diperkirakan Rp380 juta per tahun atau sekitar Rp2,6 miliar selama tujuh tahun.

Ditambah berbagai benefit LPDP sekitar Rp421 juta per tahun, total benefit mencapai Rp2,9 miliar.

Jika digabungkan, total dana LPDP yang diduga digunakan Arya diperkirakan mencapai Rp5,5 miliar, mendekati angka Rp6 miliar yang kini ramai diperbincangkan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #lpdp #Dwi Sasetyaningtyas #dana beasiswa #Arya Iwantoro