Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Tangis Pecah Petinggi BGN, Minta Maaf atas Kasus Ribuan Siswa Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 27 September 2025 | 04:24 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang.

SOLOBALAPAN.COM - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

Sambil terisak, ia meminta maaf atas nama BGN menyusul insiden keracunan massal yang menimpa 1.333 siswa akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat.

Dalam konferensi pers di Jakarta pada hari ini, Jumat (26/9/2025), Nanik berjanji akan melakukan perbaikan total dan memastikan kejadian serupa tidak akan terulang lagi.

'Satu Nyawa pun Tanggung Jawab Kami'

Dengan suara bergetar, Nanik S. Deyang mengungkapkan kesedihan mendalamnya sebagai seorang ibu saat melihat video para siswa yang menjadi korban keracunan.

"Saya seorang ibu, melihat gambar-gambar di video, sedih hati saya. Kalau anak saya panas saja saya sudah stres bukan main, apalagi melihat anak-anak," tuturnya sambil menyeka air mata.

Ia menegaskan bahwa BGN bertanggung jawab penuh atas insiden ini.

"Ini bukan masalah angka, tetapi satu nyawa pun, satu anak pun sakit itu adalah menjadi tanggung jawab kami, kesalahan kami sebagai pelaksana untuk harus memperbaikinya secara total," jelas Nanik.

Janji Perbaikan Total dan Minta Pengawasan Masyarakat

Nanik berjanji bahwa BGN akan memastikan insiden tragis ini tidak akan terjadi lagi.

Ia juga secara terbuka meminta bantuan dan pengawasan dari masyarakat untuk program MBG ke depannya.

"Sekali lagi... saya mohon maaf atas nama BGN, dan janji tidak akan lagi terjadi. Kami juga mohon dukungan ke semua pihak untuk berikutnya saya mohon ke masyarakat ikut mengawasi jalannya dapur MBG," imbuhnya.

Fakta Mengerikan: 1.333 Siswa Jadi Korban di Bandung Barat

Permintaan maaf ini disampaikan setelah jumlah korban keracunan di Kabupaten Bandung Barat terus bertambah.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat hingga Kamis (25/9) siang mencatat total 1.333 korban yang berasal dari tiga klaster kejadian berbeda di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.

Korban terbanyak berasal dari klaster kedua di Cipongkor, di mana 730 orang mengalami keracunan pada hari Kamis.

Sebagian besar korban adalah pelajar dari jenjang SD hingga SMA/SMK yang mengalami gejala mual, pusing, hingga sesak napas.

Program Unggulan yang Menjadi Petaka

Kasus keracunan massal ini menjadi pukulan telak bagi program MBG yang merupakan program unggulan dari Presiden Prabowo Subianto.

Niat baik untuk memenuhi gizi anak-anak bangsa kini justru berujung petaka.

Insiden ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera melakukan evaluasi total terhadap standar keamanan pangan, pengawasan, dan kapasitas para penyedia katering di seluruh Indonesia. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#minta maaf #Makan Bergizi Gratis #Petinggi BGN #keracunan