SOLOBALAPAN.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memanas. Dalam situasi ini, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan menolak rencana Israel untuk membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Informasi tersebut dilaporkan oleh CBS News, mitra BBC Amerika, yang mengutip pernyataan tiga pejabat AS.
Trump disebut telah menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa membunuh Khamenei merupakan “ide yang buruk”.
Percakapan itu diklaim terjadi setelah Israel meluncurkan serangan besar ke sejumlah infrastruktur nuklir Iran pada Jumat (14/6/2025).
Netanyahu Enggan Konfirmasi, Tapi Tegaskan Israel Akan Bertindak
Dalam wawancaranya dengan Fox News, Netanyahu tidak mengonfirmasi laporan tersebut.
Ia menyebut banyak informasi palsu yang beredar dan menolak menjawab secara langsung.
“Tapi saya bisa bilang bahwa kami akan melakukan apa yang perlu kami lakukan,” ujar Netanyahu.
“Dan saya rasa Amerika Serikat juga tahu apa yang baik untuk kepentingannya.”
Sementara itu, seorang pejabat Israel mengatakan kepada CBS bahwa secara prinsip Israel tidak menargetkan pemimpin politik.
Namun, ia menyiratkan bahwa tokoh kunci program nuklir Iran tetap menjadi sasaran.
“Kami fokus pada target nuklir dan militer. Tapi siapa pun yang membuat keputusan soal program itu tidak seharusnya merasa aman hidup bebas,” ujarnya.
Iran dan Israel Saling Balas Serangan
Konflik militer antara Iran dan Israel telah memasuki hari ketiga. Kedua negara saling meluncurkan rudal sejak Jumat (13/6/2025), memicu kekhawatiran akan eskalasi besar di kawasan Timur Tengah.
Trump Serukan Perdamaian tapi Siap Serang Jika AS Terlibat
Lewat platform media sosial Truth Social, Donald Trump mengimbau agar Iran dan Israel segera menghentikan konflik dan menempuh jalur damai.
Ia mengklaim memiliki kemampuan untuk mendamaikan keduanya, seperti klaimnya saat menangani ketegangan India-Pakistan di masa lalu.
Namun, saat berbicara sebelum keberangkatan ke KTT G7 di Kanada, Trump menegaskan bahwa AS tetap mendukung Israel.
Meski begitu, ia menolak memberikan jawaban tegas soal apakah dirinya meminta Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran.
Sebelumnya, Trump juga menyampaikan peringatan keras kepada Iran.
“Jika kami diserang dalam bentuk apa pun oleh Iran, kekuatan penuh militer Amerika Serikat akan menghantam kalian dengan cara yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya,” ujarnya.
Pembicaraan Damai Gagal, Iran Tolak Gencatan Senjata
Sementara itu, rencana pembicaraan nuklir antara AS dan Iran yang dijadwalkan Minggu (16/6/2025) resmi dibatalkan.
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, yang menjadi mediator, mengumumkan pembatalan tersebut sehari sebelumnya.
Iran pun menyampaikan kepada pihak Qatar dan Oman bahwa mereka tidak akan membahas gencatan senjata selama Israel masih melakukan serangan.
Informasi ini disampaikan oleh sumber Reuters yang mengetahui jalannya komunikasi diplomatik tersebut. (dam)
Editor : Damianus Bram