Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Lenjongan Pasar Gede, Jajanan Legendaris Solo yang Jadi Ikon Kuliner Tradisional

Damianus Bram • Minggu, 21 September 2025 | 18:19 WIB
Pengunjung yang sedang membeli getuk lenjongan di Pasar Gede, Kamis (18/9/2025).
Pengunjung yang sedang membeli getuk lenjongan di Pasar Gede, Kamis (18/9/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Kota Solo dikenal sebagai surga kuliner tradisional yang sarat dengan warisan budaya.

Dari warung kaki lima hingga pasar legendaris, selalu ada sajian yang menghadirkan nostalgia sekaligus pengalaman kuliner tak terlupakan.

Salah satu jajanan yang tetap bertahan di tengah derasnya arus modernisasi adalah lenjongan Pasar Gede, kudapan manis-gurih yang telah menjadi ikon kuliner Kota Solo.

Filosofi di Balik Lenjongan

Baca Juga: Nggak Cuma Live Music, Ini 5 Kuliner Sasana Krida Solo yang Bikin Nagih

Kata lenjongan berasal dari bahasa Jawa yang berarti campuran aneka bahan makanan.

Sesuai namanya, seporsi lenjongan berisi beragam jajanan tradisional berbahan dasar singkong, ketan, hingga tepung, yang disajikan bersama dalam satu wadah.

Setiap suapan menghadirkan sensasi berbeda—ada yang kenyal, pulen, lembut, hingga serabut—menjadikan lenjongan sebagai perpaduan rasa dan tekstur yang unik.

Ragam Isi Lenjongan Pasar Gede

Baca Juga: Sasono Krido Mangkubumen Jadi Magnet Baru Wisata Malam di Solo: Live Musik & Kuliner UMKM Bikin Betah!

Berikut berbagai isian yang biasanya dijajakan penjual lenjongan di Pasar Gede:

1. Ketan Putih

Pondasi utama lenjongan. Terbuat dari beras ketan yang direndam semalaman lalu dikukus hingga pulen. Teksturnya lengket, lembut, dan mudah menyerap manisnya gula merah cair maupun gurihnya kelapa parut.

2. Ketan Hitam

Berwarna ungu gelap alami dengan rasa lebih legit dan aroma khas. Teksturnya kenyal-padat, menambah variasi rasa yang sedikit earthy.

3. Cenil

Primadona lenjongan dengan warna mencolok. Terbuat dari singkong parut dan tepung tapioka yang dikukus, menghasilkan tekstur kenyal elastis, biasanya dipotong kecil-kecil menyerupai lontong mini.

4. Sawut

Olahan singkong parut kasar yang dikukus hingga menyerupai serabut panjang mirip mi. Teksturnya agak kasar namun tetap gurih dan lembut saat dipadu kelapa parut.

5. Tiwul

Kudapan khas Jawa dari gaplek (singkong kering yang digiling). Setelah dikukus, tiwul menghadirkan rasa manis alami singkong.

6. Gatot

Terbuat dari singkong yang dikeringkan dan difermentasi alami. Rasanya unik, sedikit asam-gurih, dengan tekstur agak keras yang berubah lembut setelah dikukus.

7. Klepon

Jajanan legendaris berbentuk bulat hijau dari tepung ketan berisi gula merah cair yang langsung meletup di mulut saat digigit, berpadu dengan parutan kelapa.

8. Lupis

Terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun pisang berbentuk segitiga atau silinder. Teksturnya padat-lengket dengan rasa gurih khas.

9. Puli

Olahan ketan atau singkong berbentuk kue padat dengan tekstur ringan dan lembut, mirip jadah namun lebih ringan.

10. Jongkong

Singkong kukus yang lembut disajikan bersama parutan kelapa dan gula, memberikan perpaduan manis-gurih yang sederhana namun nikmat.

Ikon Kuliner Solo yang Tak Lekang Waktu

Jika berkunjung ke Kota Solo, jangan lewatkan kesempatan mampir ke Pasar Gede untuk mencicipi lenjongan.

Kudapan sederhana ini bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi kuliner yang menjadi identitas kota budaya. (mg4/dam)

Editor : Damianus Bram
#kuliner legendaris #pasar gede #Lenjongan #jajanan tradisional #solo