SOLOBALAPAN.COM – Banyaknya kuliner manis kekinian yang dijual di Kota Solo tidak menyurutkan legendarisnya Ledre Laweyan.
Ledre Laweyan, yang merupakan makanan berbahan dasar ketan dan parutan kelapa ini cocok menjadi oleh-oleh yang bisa kalian beli ketika berkunjung ke Solo.
Ledre Laweyan menjadi salah satu ikon kuliner Kota Solo yang sudah ada sejak tahun 1984.
Untuk menyantap Ledre Laweyan, Anda bisa mendatangi langsung lokasinya di Jalan Setono no 158, Laweyan, Solo.
Ledre Laweyan menggunakan resep kuno yang telah dimodifikasi untuk menciptakan tekstur yang lebih empuk.
Ledre Laweyan memiliki rasa yang lebih matang karena ketannya dikukus terlebih dahulu.
Karena biasanya ledre dibuat dengan ketan yang masih mentah yang langsung dimasukkan ke dalam wajan, proses itulah yang membedakan Ledre Laweyan dengan ledre kebanyakan.
Berbeda juga dengan ledre khas Bojonegoro, Ledre Laweyan ini bertekstur lebih berisi.
Sedangkan ledre khas Bojonegoro berbentuk seperti suling karena digulung.
Ledre Laweyan dibuat dari olahan kelapa dan ketan yang ditambahkan sedikit garam.
Ledre ini dilakukan dua kali pengolahan, pertama dikukus selama 30 menit, sebelum dilakukan pemanggangan dan pencetakan di atas wajan dan diberi topping.
Untuk isian dalam Ledre Laweyan yang digunakan adalah pisang raja.
Manis yang dihasilkan Ledre Laweyan alami dari pisang tanpa tambahan gula sehingga menciptakan rasa manis alami yang tentunya enggak berlebihan.
Selain menggunakan pisang sebagai isiannya, terdapat juga topping kekinian yang dapat dipilih oleh pelanggan, seperti cokelat, keju, hingga nangka.
Namun ledre pisanglah yang menjadi menu utama yang sering dicari oleh pelanggan karena cita rasa manis yang khas.
Inovasi seperti inilah yang dapat memberikan bukti bahwa makanan tradisional dapat bersaing dengan makanan kekinian tanpa menghilangkan cita rasa yang khas.
Dengan begitu juga, Ledre Laweyan juga ikut memperkenalkan Kampung Batik Laweyan sebagai destinasi lengkap bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Hanya dengan harga mulai dari Rp 3.500 para pengunjung bisa menikmati sepotong ledre pisang ini.
Akses jalan untuk berkunjung ke Ledre Laweyan ini tidak bisa dilalui oleh mobil. Namun bisa diakses oleh motor maupun jalan kaki.
Dengan begitu, para pengunjung juga dapat menikmati keindahan Kampung Batik Laweyan yang tetap mempertahankan arsitektur Jawa-Belanda. (mgn/taza)
Editor : Laila Zakiya