SOLOBALAPAN.COM - Membangun desa berdaya adalah salah satu hal penting yang bisa dilakukan guna meningkatkan pemasukan desa.
Namun terkadang, hal utama yang bisa menghambat pertumbuhan suatu desa adalah anggaran yang kurang.
Namun faktanya, ternyata membangun desa tidak melulu harus menggunakan anggaran dari APBDes, bantuan APBD maupun APBN.
Namun, pemerintah desa bisa mencari sumber-sumber anggaran lain. Salah satunya melalui anggaran dari Corporate Social Responsibility (CSR) baik dari BUMN maupun perusahaan-perusahaan swasta.
Diketahui pemanfaatan CSR ini juga telah dilakukan oleh Pemerintah Polokarto, Kecamatan Polokarto Wonogiri.
Saat ini, tanaman buah alpukat sudah mulai tumbuh subuh di Dusun Wonosari, Desa Polokarto, Kecamatan Polokarto.
Setidaknya 750 batang buah alpukat sudah ditanam sejak 2023 lalu di lahan Kas desa seluas 2 hektar.
"Saat ini sudah mulai berbunga, usia tanaman sekitar 17 bulan. Sejak 2023 lalu kita tanam," kata Kepala Desa Polokarto, Suharno.
Ya, pada 2023 lalu, Desa Polokarto menjadi salah satu desa di Kecamatan Polokarto yang mendapatkan program CSR dari PT PLN Persero.
Program ini untuk pencegahan dan penanganan stunting di Polokarto. Program tersebut, antara lain program warung serba ada.
Dimana di warung itu ada 100 barang kebutuhan yang dijual, termasuk hasil UMKM atau hasil pertanian peternakan dari warga masyarakat yang dijual di warung serba ada itu.
Bentuk bantuannya pembangunan warung serba ada sekaligus isi dan perlengkapannya beserta gaji untuk pengelola selama 1 tahun.
Selain itu, ada juga kandang ayam komunal, sekaligus 600 ekor ayam petelur. Kandang komunal tersebut sudah di bangun di Dukuh Panguripan, Desa Polokarto.
Sudah beroperasi dan ayam-ayamnya sudah bertelur dan dibagikan ke penderita stunting.
"Untuk alpukat, hasil sementara baru buah, progresnya nanti ada end rest nya ada beberapa. Ini masih dalam tahap studi tiru di daerah lain yang sudah membudidayakan alpukat," ujarnya.
Menurut Suharno, Pemerintah Desa dan warga masyarakat Desa Polokarto berkomitmen untuk menjalankan program berkelanjutan dalam penanganan dan pencegahan stunting ini, karena program program ini bermanfaatkan bagi masyarakat Polokarto.
Dengan berbagai program itu dia berharap ke depan daya ketahanan pangan di desa Polokarto meningkat.
Hal itu menurutnya bisa menjadi pencegahan stunting karena buah alpukat dan telur ayam memiliki gizi cukup tinggi.
“Program ini banyak multiefek di samping pupuk kandang yang melimpah bisa diberdayakan. Tidak menutup kemungkinan bisa menjadi tempat wisata," pungkasnya. (kwl)
Editor : Nindia Aprilia