SOLOBALAPAN.COM - Umbul Pelem di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten menjadi salah satu destinasi wisata favorit.
Saat tradisi padusan, jumlah pengunjung mencapai 5.000 orang dalam sehari. Salah satu keistimewaan Umbul Pelem adalah kolam renangnya yang bersumber mata air alami.
Tanpa adanya kaporit, pengunjung yang berenang di Umbul Pelem akan terasa menyegarkan.
Sumber air Umbul Pelem berasal dari kolam kecil yang lokasinya masih satu kompleks dengan Umbul Pelem.
Keasrianya masih terjaga dengan air begitu jernih, sehingga bagian dasar sumber mata air nampak jelas. Begitu juga keluarnya air dari dasar umbul menjadi pemandangan khas.
Tapi siapa sangka, dahulu, sebelum menjadi destinasi wisata, umbul yang dikelola BUMDes Sumber Kamulyan itu merupakan hamparan tanaman selada air.
Warga setempat lebih mengenal dengan sebutan cenil. Bahkan pecel cenil kini menjadi kuliner khas yang perlu dicoba saat di Umbul Pelem.
“Lalu didirikan semacam gazebo dan tower oleh pemkab dengan tujuan untuk dijadikan wisata. Hingga akhirnya potensi itu ditangkap oleh kepala desa sampai saat ini,” ujar Direktur BUMDes Sumber Kamulyan Sariyanto.
Pemerintah Desa Wunut mengembangkan wisata Umbul Pelem secara bertahap menggunakan dana desa mulai 2016.
Lalu dilanjutkan pada 2017, dengan anggaran secara keseluruhan sekira Rp 2 miliar.
Kemudian ditambah sarana-prasarana penunjang dilahan seluas sekira 1 hektare hingga akhirnya dibuka untuk umum pada 2018.
Kini terdapat satu kolam dewasa dengan kedalaman 1,5 meter-2 meter. Tiga kolam renang anak-anak dengan kedalaman 0,2 meter sampai 1 meter. Termasuk waterboom, perosotan, flying fox, terapi ikan, hingga resto.
“Kami terus menjaga kualitas air Umbul Pelem. Salah satunya dengan melakukan pengurasan kolam setiap harinya. Jadi airnya terus berganti dan bersih. Apalagi air dari umbul kami terus mengalir,” ujar Sariyanto.
Pengunjung yang datang ke Umbul Pelem tidak hanya berasal dari Klaten. Tetapi juga Boyolali, Sukoharjo, Solo, dan Jogja.
Novi, 26, pengunjung asal Boyolali datang ke Umbul Pelem karena merasa banyak pilihan wahana permainan air.
“Kalau di Boyolali sebenarnya juga ada, tetapi tak selengkap di Umbul Pelem. Ditambah airnya dari sumber mata air, sehingga menyegarkan,” tuturnya.
Novi berharap, pengelola Umbul Pelem banyak berinovasi sehingga selalu menarik untuk dikunjungi. (ren/wa)
Editor : Nindia Aprilia