Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Warga Solo Ikutan War Sentra Takjil Dadakan di Jayengan, Ramai dan Penuh Antusias Pengunjung!

Maulida Afifa Tri Fahyani • Sabtu, 23 Maret 2024 | 03:01 WIB
Berburu Takjil Ramadhan di Darusalam.
Berburu Takjil Ramadhan di Darusalam.

SOLOBALAPAN.COM - Salah satu aktivitas yang dilakukan saat bulan Ramadhan adalah berburu takjil untuk menu berbuka puasa.

Hal ini dilakukan di berbagai daerah, salah satunya warga Solo yang menunggu waktu berbuka sambil berburu berbagai takjil.

Kesempatan inilah yang menjadi momen berharga bagi para pedagang karena bisa menjajankan berbagai makanan jualannya.

Apalagi saat ini muncul trend war takjil di media sosial. Dimana selain umat muslim, kalangan nonis pun ikut meramaikan dunia pertakjilan di Indonesia.

Di Kota Solo, beberapa spot takjil juga menjadi jujugan war takjil masyarakat. Seperti di ruas jalan sekitar Masjid Jayengan. Puluhan lapak pedagang takjil berjejeran. Menjadi pasar tumpah yang menjajakan beragam kudapan.

Mulai dari minuman segar seperti es buah, es capucino cincau, es blewah, es kuwut, es teh jumbo, es semangka, hingga kolak, dan berbagai jajanan seperti jajanan pasar, cireng, cilok, gorengan, siomay, batagor, makanan Korea, dan lainnya tersedia.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, kemarin (22/3), sejumlah lapak pedagang telah memadati area ruas jalan sejak 15.00 sore. Beberapa pembeli juga berdatangan untuk memburu takjil favorit mereka.

Salah satunya adalah Rani Pratiwi (26), yang mengincar minuman segar dan gorengan. Meski sedang menjalani puasa, Rani memutuskan untuk membeli takjil lebih awal. Demi menghindari kerumunan dan risiko kehabisan.

"Mau cari takjil duluan, daripada antri dan kehabisan. Sepertinya tahun ini lebih ramai juga yang cari takjil," kelakar Rani.

Sisi lain, Novianti (35), salah seorang pedagang mengaku ketiban berkah di momen Ramadan. Pendapatannya melejit selama bulan puasa. Dimana dia bisa menjual hingga 80 porsi es buah dalam sehari.

"Iya makin ramai. Ada tren war takjil ini, jadi yang nonis biasanya cari takjil jam 2, kalau yang puasa atau ramai-ramainya pembelinya ya jam 4 sore," ujarnya.

Begitu pula, dengan Saroni (40), penjual gorengan yang mengaku banyak pesanan selama Ramadan. Bahkan tak jarang dagangannya bisa ludes, sebelum waktu berbuka.

"Makin ramai tahun ini. Yang beli makin banyak," ucapnya. (ul)

Editor : Nindia Aprilia
#puasa #ngabuburit #takjil #war #ramadhan