SOLOBALAPAN.COM - Kota Solo memiliki berbagai bangunan dengan nuansa Eropa dan masih eksis hingga sekarang salah satunya Omah Lowo.
Omah Lowo ini menjadi salah satu rekomendasi tempat yang cocok untuk anak muda karena bangunanya yang estetik dengan nuansa klasik.
Sejarah bangunan ini berdiri pada tahun 1920, dulunya bangunan ini adalah rumah yang menjadi tempat tinggal Siti Hanho.
Kemudian masyarakat Kota Solo saat ini menyebutnya dengan nama Omah Lowo atau rumah kelelawar.
Pemilik rumah ini dulunya merupakan seorang pengusaha, dan masih memiliki hubungan dengan pemilik batik keris yang saat ini masih populer.
Sebelum dijadikan tempat wisata, rumah ini sempat kosong dan dijadikan sarang kelelawar.
Maka dari itu kotoran kelelawar ini hampir satu jengkal menutupi bawah rumah. Hingga berkat kotoran kelelawar ini orang banyak mengenal sebagai wisata omah lowo.
“Dulunya kalau sore lewat jalan sini itu bau kotoran kelelawar,’’ Ujar Redy pemandu wisata Omah Lowo.
Pemilik rumah ini dulunya setara dengan orang-orang Belanda, memiliki percetakan dan pabrik es batu yang kaya raya.
Namun rumah ini sekarang sudah berganti pemilik, yaitu dimliki oleh PT perorangan pabrik keris.
Kemudian sekarang dijadikan sebagai tempat wisata Heritage dengan nuasa bangunan Eropa dan di dalam bangunan terdapat properti dari batik keris.
Hal tersebut bertujuan untuk membantu mengangkan UMKM batik keris juga membantu perekonomian.
Untuk tiketnya sendiri hanya dengan membeli souvenir pabrik keris, yang minimal harus seharga Rp 20.000.
Dengan harga yang cukup murah, kamu sudah bisa menikmati kecantikan dan keunikan bangunan omah lowo.
Tentunya, kamu akan mendapatkan tour guide yang akan menemani dan menjelaskan bangunan omah lowo.
Pengunjung yang memasuki omah lowo dibatasi hanya sampai 20 menit saja dan setelah itu harus meninggalkan tempat wisata tersebut.
Pengunjung yang datang ke wisata omah lowo bisa berfoto estetik di beberapa spot kekinian, salah satunya ada 4 kamar yang bisa kamu kunjungi untuk berfoto. (mg1/nda)
Editor : Nindia Aprilia