SOLOBALAPAN.COM - Bagi masyarakat Jawa khususnya Kota Solo, jenang bukanlah sekedar kuliner ringan yang banyak digemari.
Dilansir dari laman Pemerintah Kota Surakarta, jenang telah ada dan mengakar pada masyarakat Kota Solo sejak zaman kerajaan Hindu.
Jenang memiliki tempat dan makna tersendiri dalam budaya dan tradisi.
Umumnya, jenang berbahan dasar tepung baik itu tepung beras maupun tepung ketan.
Namun, ada juga yang bervariasi dengan menggunakan bahan dasar tepung lainnya.
Selain tepung, pembuatan jenang juga menggunakan santan dan gula merah karena kultur masyarakat Jawa yang kental dengan tradisi kuliner manis.
Di Kota Solo, terdapat 17 ragam jenis jenang yang memiliki nama dan maknanya tersendiri. Berikut 17 ragam jenisnya:
1. Jenang Nganggrang
Jenang ini memiliki makna bahwa manusia harus belajar mengontrol emosi amarahnya.
Karena dengan mengontrol emosi dapat menjaga kekuatan yang ada dalam diri sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain.
2. Jenang Katul
Jenang Katul memiliki makna bahwa dalam hidup manusia tidak bisa berdiri sendiri, mereka selalu membutuhkan orang lain.
3. Jenang Sengkala
Jenang Sengkala terdiri dari jenang abang dan putih yang merupakan simbol peradaban manusia di dunia.
Jenang abang melambangkan laki-laki sedangkan jenang putih melambangkan perempuan.
Jenang Sengkala biasanya dijumpai di setiap ritual, hal ini supaya manusia selalu mengingat bahwa dunia berisi oleh dua esensi feminime dan maskulin.
4. Jenang Pati
Jening ini memiliki makna meleburnya nafsu dan pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
5. Jenang Taming
Baca Juga: Wow Ternyata 8 Makanan Ini Harus Dihindari Saat Imlek, Bisa Bawa Sial!
Jenang Taming memiliki makna tentang belajar menjaga kekuatan yang ada pada diri kita dengan cara berdoa kepada Tuhan dan mengenal serta memahami kelemahan sendiri.
6. Jenang Procot
Jenang ini biasanya sering ditemui saat tradisi kehamilan sembilan bulan.
Makna kehadiran Jenang Procot ini adalah untuk mendoakan supaya Ibu hamil diberikan kelancaran dalam melahirkan.
7. Jenang Kolok
Jenang Kolok memiliki makna bahwa kesempurnaan merupakan tujuan hakiki pada kehidupan manusia yang sering dilalaikan dalam kesibukan sehari-hari.
Untuk meraih kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat tentunya perlu adanya proses yang panjang.
8. Jenang Lemu
Baca Juga: Menengok Isi Museum Radya Pustaka, Wujud Pesona Sejarah Perkembangan Indonesia di Kota Solo
Jenang ini bermakna tidak lemah untuk membangun semangat baru dalam kehidupan.
9. Jenang Majemukan
Jenang Majemukan memiliki makna bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu dihadapkan dengan perbedaan.
Maka dari itu perlunya menghormati dan menghargai perbedaan dalam masyarakat yang plural dan multikultural.
Hal tersebut menjadi nilai penting dalam kehidupan sehari-hari.
10. Jenang Lahan
Jenang Lahan bermakna lepas dan hilangnya semua nafsu negatif, iri, dengki, sombong, dan sebagainya di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
11. Jenang Salaka
Jenang Salaka memiliki makna bahwa kesucian itu milik Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia harus selalu mengawasi nafsu dalam dirinya dan berani mengoreksinya sebagai jalan untuk mengenal Tuhannya.
12. Jenang Sungsum
Jenang ini dapat dijumpai saat acara pernikahan.
Makna kehadirannya bagi pemilik hajat adalah supaya pengantin dan seluruh panitia yang terlibat diberikan kesehatan, berkah, dan kekuatan.
13. Jenang Grendul
Baca Juga: Festival Kuliner China Town Bakal digelar di Solo Grand Mall, Jadi yang Pertama di Solo!
Jenang Grendul memiliki makna bahwa kehidupan itu seperti cakra penggilingan.
Kehidupan digambarkan seperti roda yag berputar, terkadang berada di atas dan di bawah (naik dan turun).
Kita perlu menemukan kestabilan dari perbedaan yang terjadi dalam kehidupan.
14. Jenang Abang Putih
Makna jenang ini adalah mempresentasikan penciptaan atau asal usul manusia yaitu laki-laki dan perempuan.
15. Jenang Warni Sekawan
Jenang ini memiliki simbol nafsu yang melekat pada diri manusia.
Warna merah merupakan simbol amarah, putih mutmainah, kuning aluamah, dan hijau nafsu duniawi.
16. Jenang Timbul
Jenang ini memiliki makna bahwa harapan tidak selalu menjadi kenyataan.
Manusia harus selalu mengingat Tuhan dan berdoa untuk mewujudkan harapannya menjadi kenyataan.
17. Jenang Sepasaran
Jenang Sepasaran biasanya sering dijumpai saat upacara selametan dalam masyarakat Jawa.
Jenang Sepasaran juga biasa disebut Bubur Sengkolo.
Makna jenang ini diartikan sebagai perwujudan tulang dan darah seperti ketika memberi nama kepada bayi setelah hadir di dunia.
Nah, itulah 17 ragam jenis jenang yang memiliki makna unik dan makna yang mendalam bagi kehidupan. (mg4/nda)
Editor : Nindia Aprilia