Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Guna Perbaiki Indeks Gini Ratio, Budaya dan Pariwisata di Kota Solo Jadi Rujukan Utama

Silvester Kurniawan • Senin, 5 Februari 2024 | 21:33 WIB
UNIK: Geliat UMKM yang digelar dalam acara Solo Art Market, kemarin.
UNIK: Geliat UMKM yang digelar dalam acara Solo Art Market, kemarin.

 

SOLOBALAPAN.COM – Solo menjadi Kota Budaya dan Pariwisata yang menjadi rujukan untuk melakukan pembangunan Kota di  tahun ini.

Harapannya, pembangunan ini dapat memperbaiki indeks gini ratio yang ada di Kota Solo.

Tentunya upaya tersebut dilakukan dengan pengembangan pembangunan ke arah yang lebih baik lagi. Hal ini disusun dengan Rencana Pembangunan Jangka Pendek Daerah Kota Solo Tahun 2024.

Sekretaris Daerah Kota Solo Budi Murtono mengungkapkan, optimalisasi budaya dan pariwisata jadi rujukan arah pembangunan Kota Solo pada tahun ini.

Pemilihan konsep itu relevan untuk dilakukan menimbang sejarah panjang yang dimiliki kota bengawan dan banyaknya pembangunan yang ada sampai hari ini.

“Kami optimalkan juga 17 titik prioritas pembangunan yang ada di Solo sampai hari ini dan memaksimalkan titik-titik budaya dan wisata yang sudah ada."terangnya, kemarin (4/2).

"Nanti kami memaksimalkan pemanfaatan dan pembinaannya agar jadi titik wisata dan budaya baru di Solo,” lanjutnya.

Hal tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Pendek dan Jangka Menengah Kota Solo 2024 yang akan ditempuh dalam setahun mendatang.

Sementara untuk jangka panjangnya periodisasi 2025-2045 masih dalam pembahasan.

“Rencana pembangunan jangka panjang 2025-2045 masih kami susun, yang sudah ada jangka pendek satu tahunan dan jangka menengahnya di lima tahunan,” paparnya.

Dengan optimalisasi sektor budaya dan pariwisata diharapkan mampu memangkas jarak Gini Ratio yang saat ini masih di 0,383 persen.

Rata-ratanya masih di atas rata-rata Gini Ratio Provinsi Jawa Tengah yang ada di kisaran 0,369 persen (merujuk Data Gini Ratio Provinsi Jawa Tengah 2021-2023 yang dirilis BPS Jawa Tengah/jateng.bps.go.id).

“Gini Ratio kami masih terpengaruh pada kondisi ekonomi di Solo. Terus terang adanya kenaikan harga yang tinggi turut mempengaruhi sebaran pendapatan yang dihitung di Gini Ratio itu.” papar sekda.

"Makanya kita maksimalkan 17 titik pembangunan prioritas itu untuk menurunkan Gini Ratio kami,” lanjutnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota SoloTeguh Prakosa menilai optimalisasi budaya dan pariwisata di Solo menjadi hal yang sangat memungkinkan untuk dituju dalam jangka pendek dan menengah.

Selanjutnya arah pembangunan bisa dikolaborasikan dengan berbagai hal lainnya seperti teknologi dan lainnya.

“Sasaran pembangunan ini harus dikerjakan. Kalau budaya dan pariwisata maka fokus pembangunannya harus ke arah sana, jadi arah pembangunannya bisa sejalan dengan peningkatan perekonomian warga Solo jadi selisih pendapatan antara miskin dan kaya bisa semakin kecil,” terang Teguh.

Upaya yang tengah dilakukan ini tentunya guna menunjang pariwisata di Kota Solo dan juga mensejahterakan rakyat. (ves/nik/nda)

 

Editor : Nindia Aprilia
#budaya #pariwisata #solo #kota #pembangunan