Matoa, Buah Eksotis Khas Papua dengan Perpaduan Rasa Kelengkeng, Rambutan, dan Durian

tim solobalapan • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 17:25 WIB
ilustrasi buah matoa, buah eksotis yang berasal dari Papua(AI Generated).
ilustrasi buah matoa, buah eksotis yang berasal dari Papua. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM-Pernah membayangkan menikmati buah yang rasanya seperti perpaduan beberapa buah sekaligus? Ada buah khas Indonesia yang memiliki sensasi rasa unik tersebut, namanya matoa. Buah yang berasal dari Papua ini dikenal memiliki cita rasa manis dengan aroma harum yang khas.

Menariknya, ketika dimakan, daging buah matoa kerap mengingatkan orang pada perpaduan rasa kelengkeng, rambutan, bahkan sedikit durian. Matoa menjadi salah satu kekayaan buah tropis Nusantara yang memiliki penampilan cukup unik.

Buahnya tumbuh bergerombol dalam satu tangkai, dengan kulit luar berwarna hijau ketika masih muda dan berubah menjadi merah kecokelatan, merah keunguan, hingga kehitaman saat matang, bergantung pada varietasnya.

Baca Juga: Tak Hanya Alat Musik, Kecapi Ternyata Juga Nama Buah Tradisional yang Mulai Terlupakan

Sekilas, bentuk matoa memang menyerupai kelengkeng atau rambutan. Namun, buah ini memiliki karakter tersendiri. Kulitnya relatif tebal dan licin, sementara bagian dalamnya terdapat daging buah berwarna putih bening dengan tekstur kenyal dan sedikit kenyal berair.

Berasal dari Papua dan Tumbuh di Wilayah Tropis

Matoa dikenal sebagai buah asli Papua yang memiliki nama ilmiah Pometia pinnata. Tanaman ini termasuk keluarga Sapindaceae, satu kelompok dengan kelengkeng, rambutan, dan leci. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan besar, bahkan mencapai puluhan meter.

Baca Juga: Sensasi Unik Jambu Mawar, Buah Tropis Beraroma Parfum yang Menggugah Selera

Tanaman ini banyak ditemukan di hutan-hutan Papua dan wilayah Indonesia bagian timur lainnya. Selain tumbuh secara alami, matoa juga mulai dibudidayakan di berbagai daerah karena memiliki nilai ekonomi dan daya tarik sebagai buah lokal.

Pohon matoa termasuk tanaman tropis yang dapat tumbuh dengan baik di lingkungan beriklim hangat dan memiliki ketersediaan air yang cukup. Buahnya biasanya muncul dalam tandan, sehingga ketika musim panen tiba, satu pohon dapat menghasilkan banyak buah sekaligus.

Salah satu hal yang membuat matoa menarik adalah cita rasanya yang sulit digambarkan hanya dengan satu jenis buah. Banyak orang menyebut rasanya menyerupai kelengkeng karena daging buahnya manis dan berair. Ada pula yang merasakan karakter rambutan dari tekstur daging buahnya.

Baca Juga: Miracle Berry, Buah Ajaib yang Bisa Mengubah Rasa Lemon Asam Menjadi Manis

Sementara itu, aroma khasnya terkadang mengingatkan pada durian, meskipun tentu tidak sekuat aroma buah berduri tersebut. Perpaduan karakter inilah yang membuat matoa sering dijuluki sebagai buah dengan rasa yang unik.

Tekstur daging buahnya cenderung kenyal, lembut, dan tidak terlalu berserat. Ketika digigit, rasa manisnya langsung terasa, sehingga buah ini cukup digemari oleh orang yang menyukai buah-buahan tropis.

Mengenal Jenis dan Warna Buah Matoa

Matoa memiliki beberapa variasi yang dapat dikenali melalui warna dan karakter kulit buahnya. Secara umum, masyarakat mengenal matoa dengan warna kulit hijau, merah, dan kuning atau kecokelatan, meskipun warna buah matang juga dapat berbeda-beda berdasarkan varietas dan kondisi pertumbuhannya.

Baca Juga: Mirip Buah Berduri, Ternyata Artichoke Adalah Kuncup Bunga yang Bisa Dimakan!

Perbedaan warna tersebut membuat matoa memiliki tampilan menarik ketika dipajang bersama buah-buahan lainnya. Namun, warna kulit bukan satu-satunya penentu kematangan. Kondisi buah, tekstur, dan aroma juga perlu diperhatikan sebelum dikonsumsi.

Sebagai buah tropis, matoa mengandung air, karbohidrat, serta sejumlah vitamin dan mineral. Buah ini juga memiliki senyawa antioksidan alami yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kandungan airnya turut membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sedangkan karbohidrat alami menjadi salah satu sumber energi. Meski demikian, matoa tetap mengandung gula alami sehingga konsumsinya sebaiknya dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Baca Juga: Mengenal Durian Si Gundul, Misteri Unik Buah Durian yang Tumbuh Tanpa Duri

Cara Menikmati Buah Matoa

Cara paling sederhana menikmati matoa adalah dengan mengonsumsinya secara langsung ketika sudah matang. Kulitnya dikupas atau dibuka, kemudian daging buah yang berwarna putih bening dipisahkan dari bijinya.

Selain dimakan langsung, matoa juga dapat dijadikan campuran es buah, salad buah, atau minuman segar. Rasanya yang manis dan aromanya yang khas dapat memberikan variasi pada olahan berbahan dasar buah.

Baca Juga: Segar dan Bergizi, 6 Buah ini Cocok untuk Mengawali Hari dengan Sehat

Namun, karena memiliki daging buah yang lembut dan mudah mengalami penurunan kualitas setelah dipanen, matoa sebaiknya disimpan dengan baik agar tetap segar. Buah yang belum dikupas dapat disimpan dalam kondisi sejuk, sedangkan buah yang sudah dikupas sebaiknya ditempatkan dalam wadah tertutup di lemari pendingin.

Matoa, Kekayaan Buah Lokal yang Patut Dikenalkan

Di tengah banyaknya buah impor yang memenuhi pasar, matoa menjadi salah satu contoh kekayaan buah lokal Indonesia yang tidak kalah menarik. Cita rasanya yang khas, bentuknya yang unik, serta asal-usulnya dari Papua membuat buah ini memiliki daya tarik tersendiri.

Mengenalkan matoa kepada masyarakat luas juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan apresiasi terhadap keanekaragaman buah Nusantara. Sebab, Indonesia bukan hanya kaya akan kuliner tradisional, tetapi juga memiliki berbagai buah eksotis yang belum tentu dikenal oleh semua orang.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Buah Peach, dari Warna Peach hingga Bentuk Peach Donat yang Unik

Matoa membuktikan bahwa keunikan rasa buah tropis Indonesia tidak kalah menarik dibandingkan buah-buahan dari negara lain. Jadi, jika suatu saat menemukan buah dengan kulit merah kecokelatan dan daging putih bening ini, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipinya. (Carrieolis Ratu Lathiifu)

Editor : Kabun Triyatno
carrieolis ratu Matoa buah eksotis perpaduan buah papua