SOLOBALAPAN.COM-Ada buah yang penampilannya sederhana, berkulit hijau, dan sekilas menyerupai jambu biji. Namun, begitu dibelah, buah ini menyimpan daging yang lembut dan aroma yang khas. Namanya feijoa, yang juga dikenal sebagai pineapple guava atau jambu nanas.
Buah yang berasal dari Amerika Selatan ini memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dari jambu pada umumnya. Aromanya mengingatkan pada nanas, sementara cita rasanya dapat menghadirkan perpaduan manis, asam, dan sentuhan mint. Tak hanya buahnya, bunga feijoa yang cantik pun memiliki bagian yang bisa dimakan.
Feijoa memiliki nama ilmiah Acca sellowiana, meskipun dalam sejumlah sumber lama masih disebut Feijoa sellowiana. Tanaman ini termasuk keluarga Myrtaceae, keluarga tumbuhan yang juga mencakup jambu biji dan cengkih.
Baca Juga: Sensasi Unik Jambu Mawar, Buah Tropis Beraroma Parfum yang Menggugah Selera
Asalnya dari wilayah Amerika Selatan, terutama Brasil bagian selatan, Uruguay, Paraguay, dan Argentina bagian utara. Kini feijoa juga dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Selandia Baru dan Australia.
Bentuk buahnya cenderung bulat telur dengan kulit berwarna hijau. Ukurannya kurang lebih sebesar telur ayam, meskipun bergantung pada varietasnya. Sekilas tampilannya tidak terlalu mencolok, tetapi aroma dan rasa buah inilah yang membuat feijoa menarik untuk dicoba.
Salah satu keunikan feijoa adalah perpaduan rasa yang sulit disamakan dengan satu buah saja. Dagingnya memiliki bagian tengah yang bening dan bertekstur seperti gel, dikelilingi bagian daging yang lebih padat dan sedikit berbutir.
Baca Juga: Miracle Berry, Buah Ajaib yang Bisa Mengubah Rasa Lemon Asam Menjadi Manis
Ketika matang, aromanya cukup kuat dengan karakter buah-buahan yang khas. Rasanya sering digambarkan menyerupai kombinasi nanas, jambu, dan mint. Pada varietas atau tingkat kematangan tertentu, muncul pula kesan rasa manis-asam yang mengingatkan pada buah pir.
Perpaduan tersebut menjadikan feijoa menarik bagi pencinta buah yang ingin mencoba sensasi berbeda. Warna kulitnya memang sederhana, tetapi bagian dalamnya menawarkan pengalaman rasa yang tidak biasa.
Baca Juga: Mirip Buah Berduri, Ternyata Artichoke Adalah Kuncup Bunga yang Bisa Dimakan!
Cara Menikmati Buah Feijoa
Feijoa dapat dinikmati secara langsung ketika sudah matang. Salah satu cara paling praktis adalah membelah buah menjadi dua bagian, kemudian menyendok dagingnya menggunakan sendok, mirip cara menikmati buah kiwi.
Selain dimakan segar, daging buah feijoa dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti:
- Selai dan jeli, untuk mempertahankan aroma buahnya dalam bentuk olesan.
- Jus dan minuman buah, dengan penyesuaian rasa sesuai selera.
- Kue dan makanan penutup, sebagai bahan isian atau pemberi aroma.
- Campuran salad buah, untuk memberikan rasa manis-asam yang khas.
Feijoa juga dapat digunakan sebagai pengganti sebagian bahan buah seperti apel atau pisang dalam resep tertentu, bergantung pada karakter hidangan yang dibuat.
Baca Juga: Mengenal Durian Si Gundul, Misteri Unik Buah Durian yang Tumbuh Tanpa Duri
Bukan Hanya Buahnya, Bunganya Juga Bisa Dimakan!
Inilah salah satu fakta paling menarik tentang feijoa. Tanaman ini menghasilkan bunga dengan kelopak tebal berwarna putih hingga merah muda, dilengkapi benang sari berwarna merah mencolok.
Bagian kelopak bunga feijoa dapat dimakan dan memiliki rasa manis yang oleh sebagian orang digambarkan menyerupai marshmallow. Kelopak tersebut dapat dinikmati sebagai kudapan atau digunakan sebagai hiasan salad dan makanan penutup.
Baca Juga: Namanya Bikin Salah Fokus! Geblek, Jajanan Jadul Kulon Progo yang Kenyal dan Gurih
Selain menarik secara visual, bunga ini menjadi daya tarik tanaman feijoa sebagai tanaman hias sekaligus tanaman buah. Dengan demikian, feijoa tidak hanya menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi, tetapi juga bunga yang memiliki kegunaan kuliner.
Meski demikian, bagian bunga yang dikonsumsi sebaiknya berasal dari tanaman yang diketahui aman dan tidak terkena pestisida atau bahan kimia yang tidak diperuntukkan bagi pangan.
Mengandung Vitamin C dan Serat
Di balik rasanya yang unik, feijoa juga memiliki kandungan gizi yang menarik. Sebuah penelitian terhadap feijoa yang dibudidayakan di Australia menemukan bahwa buah ini mengandung vitamin C, serat pangan, kalium, dan senyawa polifenol. Kulit buahnya juga menunjukkan kandungan vitamin C dan flavonoid antioksidan yang relatif tinggi dalam penelitian tersebut.
Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Buah Peach, dari Warna Peach hingga Bentuk Peach Donat yang Unik
Kandungan tersebut dapat melengkapi pola makan yang beragam. Namun, jumlah zat gizi yang diperoleh bergantung pada varietas, tingkat kematangan, serta porsi buah yang dikonsumsi. Temuan penelitian mengenai senyawa antioksidan juga tidak berarti feijoa dapat digunakan sebagai pengganti obat atau pengobatan penyakit.
Mengapa Feijoa Belum Banyak Dikenal?
Walaupun memiliki banyak keunikan, feijoa belum sepopuler apel, jeruk, atau jambu biji di pasar buah Indonesia. Salah satu tantangannya adalah tanaman ini lebih cocok berproduksi dalam kondisi iklim tertentu, termasuk lingkungan subtropis dan dataran tinggi tropis yang sesuai. Produksi buahnya juga dapat dipengaruhi oleh varietas dan keberhasilan penyerbukan.
Baca Juga: Julukan Garden Candy, Buah-Buahan Manis Permen Alami dari Kebun
Selain itu, kulitnya yang tetap hijau membuat buah matang tidak selalu mudah dibedakan secara visual dari buah yang belum matang. Feijoa umumnya dipanen mendekati waktu buah terlepas secara alami dari tangkainya. Untuk konsumsi, aroma dan kondisi daging buah dapat membantu menilai kematangannya.
Keunikan tersebut membuat feijoa berpotensi menarik perhatian para pecinta tanaman buah langka dan pelaku kuliner yang ingin mengeksplorasi hal baru (Carrieolis Ratu Lathiifu)
Editor : Kabun Triyatno