SOLOBALAPAN.COM-Pernah melihat tanaman yang bentuknya menyerupai buah berduri dengan lapisan hijau bertumpuk? Tanaman tersebut dikenal sebagai artichoke, salah satu bahan pangan unik yang cukup populer dalam kuliner Eropa.
Meski sekilas terlihat seperti buah, bagian artichoke yang biasa dikonsumsi sebenarnya merupakan kuncup bunga yang belum mekar.
Artichoke memiliki nama ilmiah Cynara cardunculus var. scolymus dan termasuk keluarga Asteraceae, kelompok tumbuhan yang juga mencakup bunga matahari dan bunga aster.
Baca Juga: Mengenal Durian Si Gundul, Misteri Unik Buah Durian yang Tumbuh Tanpa Duri
Keunikan tanaman ini tidak hanya terletak pada bentuknya, tetapi juga pada bagian yang dapat dimakan, rasa khas, serta cara pengolahannya.
Bentuknya Menyerupai Buah dengan Sisik Bertumpuk
Salah satu hal yang membuat artichoke mudah dikenali adalah bentuknya yang bulat hingga menyerupai kerucut. Bagian luarnya tersusun atas lapisan braktea, yaitu struktur menyerupai daun yang menutupi dan melindungi kuncup bunga.
Baca Juga: Segar dan Bergizi, 6 Buah ini Cocok untuk Mengawali Hari dengan Sehat
Lapisan tersebut umumnya berwarna hijau, meskipun beberapa varietas memiliki semburat ungu. Susunannya yang rapat membuat artichoke terlihat seperti buah bersisik atau bunga yang masih tertutup.
Namun, jika dibiarkan tumbuh, kuncup tersebut dapat mekar menjadi bunga besar berwarna ungu kebiruan. Penampilannya bahkan menyerupai bunga thistle yang memiliki banyak duri halus pada beberapa bagian tanaman.
Keunikan artichoke yang paling menarik adalah bagian yang dikonsumsi bukan buah sejati, melainkan kepala bunga yang dipanen sebelum mekar.
Baca Juga: Julukan "Emas Hijau" untuk Vanili: Dari Anggrek Merambat hingga Jadi Rebutan Pasar Global
Bagian yang dapat dimakan meliputi pangkal braktea yang berdaging dan bagian dasar kuncup yang dikenal sebagai artichoke heart. Bagian terakhir ini sering menjadi favorit karena teksturnya lembut dan rasanya khas.
Sementara itu, bagian tengah yang berbulu, disebut choke, perlu dibuang sebelum dikonsumsi pada artichoke yang telah berkembang lebih lanjut. Bulu tersebut merupakan bagian dari struktur bunga yang akan berkembang menjadi bunga dan biji.
Fakta ini menjadikan artichoke berbeda dari kebanyakan bahan pangan yang biasa disebut buah atau sayuran. Tanaman ini justru dimanfaatkan ketika bunganya masih berada dalam tahap kuncup.
Artichoke menawarkan kombinasi rasa yang cukup unik. Bagian yang telah dimasak dapat terasa lembut, sedikit manis, gurih, dan terkadang meninggalkan sentuhan pahit.
Baca Juga: Segarnya Es Kapal, Minuman Jadul Khas Solo dengan Keunikannya
Rasanya cocok dipadukan dengan minyak zaitun, bawang putih, mentega, keju, maupun perasan lemon. Artichoke juga dapat dikukus, direbus, dipanggang, atau diolah menjadi campuran sup, pasta, pizza, dan salad.
Salah satu bagian yang paling banyak digunakan dalam masakan adalah artichoke heart. Bagian ini sering dijual dalam bentuk kalengan atau diawetkan agar lebih praktis digunakan sebagai bahan makanan.
Cara Memakannya Tidak Seperti Sayuran Biasa
Artichoke juga menarik karena cara menikmatinya cukup berbeda. Pada artichoke utuh yang dimasak, lapisan braktea dapat dilepas satu per satu. Bagian pangkalnya yang berdaging kemudian diambil untuk dimakan, sedangkan bagian luar yang keras tidak dikonsumsi.
Baca Juga: Wasabi, Si Hijau Pedas dengan Cita Rasa Unik Khas Jepang yang Bikin Hidung Terasa Terbakar
Setelah lapisan tersebut dibuka, bagian tengah yang lebih lunak dapat ditemukan. Jika terdapat choke yang berbulu, bagian itu perlu dibersihkan terlebih dahulu agar tersisa artichoke heart yang siap diolah.
Karena proses persiapannya cukup khusus, artichoke mungkin terasa asing bagi orang yang baru pertama kali mencobanya. Namun, cara penyajian yang berbeda inilah yang turut menjadi daya tariknya.
Baca Juga: Tang Yuan, Bola-Bola Ketan Khas Tiongkok yang Melambangkan Kehangatan Keluarga, Ini Cara Membuatnya!
Populer dalam Kuliner Mediterania
Artichoke telah lama digunakan dalam berbagai hidangan di kawasan Mediterania, termasuk Italia. Di wilayah tersebut, artichoke dapat disajikan dengan cara dipanggang, direbus bersama bumbu, atau diolah dengan minyak zaitun dan rempah.
Kini, artichoke juga digunakan dalam berbagai kreasi masakan modern. Potongan artichoke heart dapat menjadi campuran salad, isian roti, topping pizza, hingga bahan saus cocolan.
Baca Juga: Bukan Telur Ikan, Ini Tebu Telur! Sayuran Unik Mirip Kaviar yang Jadi Kekayaan Kuliner Nusantara
Teksturnya yang lembut dan rasa yang khas membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai bahan. Tidak hanya menarik dari sisi penampilan, artichoke juga memberikan variasi rasa dalam hidangan. (Carrieolis Ratu Lathiifu)
Editor : Kabun Triyatno