SOLOBALAPAN.COM - Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, makanan saat perayaan Imlek bukan cuma soal rasa. Beberapa hidangan punya makna tersendiri, mulai dari harapan agar berumur panjang, rezeki yang berlimpah, sampai kehidupan yang semakin baik.
Makna itu berasal dari bentuk makanan dan kemiripan pengucapan namanya dalam bahasa Mandarin. Inilah yang membuat beberapa hidangan khas tersebut identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.
Berikut empat makanan yang punya makna khusus dalam tradisi Tionghoa.
Baca Juga: Daun Singkong Bisa Diolah Menjadi Dendeng, Salah Satu Inovasi Kuliner yang Menarik Dicoba
1. Mi Panjang Umur
Mi panjang umur atau changshou mian menjadi salah satu hidangan yang melambangkan harapan agar seseorang diberi umur panjang dan kesehatan. Sesuai namanya, mi ini disajikan dalam bentuk helaian yang panjang.
Saat menyantapnya, mi biasanya diusahakan tetap utuh dan tidak dipotong. Panjang mi tersebut menjadi simbol harapan agar usia seseorang juga panjang. Hidangan ini juga sering disajikan saat ulang tahun sebagai bentuk doa bagi orang yang sedang bertambah usia.
Baca Juga: 5 Mitos Hewan Pembawa Pertanda Buruk, dari Kucing Hitam hingga Burung Hantu
2. Ikan Utuh
Ikan juga menjadi salah satu hidangan yang sering dikaitkan dengan perayaan Imlek. Biasanya, ikan disajikan utuh dari kepala hingga ekor sebagai simbol keutuhan dan harapan akan kelimpahan sepanjang tahun.
Dalam bahasa Mandarin, kata ikan, yú (鱼), memiliki pelafalan yang sama dengan kata yú (余), yang berarti sisa atau kelimpahan. Kemiripan bunyi ini berkaitan dengan ungkapan nián nián yǒu yú, yang mengandung harapan agar setiap tahun selalu ada kecukupan dan rezeki berlebih.
Karena makna tersebut, ikan utuh kerap menjadi bagian dari hidangan saat Imlek. Sajian ini bukan hanya untuk dinikmati bersama keluarga, tetapi juga melambangkan harapan baik untuk tahun yang baru.
Baca Juga: Bukan Cuma Bungkus Makanan, Ini Keunikan Daun Pisang, Jati, dan Anyaman Bambu yang Beri Aroma Khas
3. Kue Keranjang
Kue keranjang atau nian gao juga identik dengan perayaan Imlek. Kue berbahan beras ketan ini memiliki tekstur lengket dan rasa manis.
Nama nian gao memiliki kemiripan bunyi dengan ungkapan yang berarti semakin tinggi atau meningkat. Makna ini dikaitkan dengan harapan agar pekerjaan, usaha, dan kehidupan menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Teksturnya yang lengket juga sering dimaknai sebagai simbol eratnya hubungan keluarga. Karena itu, kue keranjang tidak hanya menjadi sajian khas Imlek, tetapi juga memiliki makna yang berkaitan dengan harapan dan kebersamaan.
Baca Juga: Tren 'Plant Parent': 5 Rekomendasi Tanaman Hias Ideal untuk Kolektor Pemula
4. Dumpling
Dumpling atau jiaozi merupakan hidangan berbentuk lipatan yang menyerupai yuanbao, yaitu batangan emas atau perak yang digunakan sebagai alat pembayaran pada masa Tiongkok kuno.
Bentuk tersebut membuat dumpling dikaitkan dengan harapan akan kekayaan dan kemakmuran. Hidangan ini dikenal sebagai salah satu makanan Tahun Baru Imlek, terutama di wilayah utara Tiongkok.
Dumpling juga sering dibuat bersama anggota keluarga menjelang perayaan. Kegiatan menyiapkan makanan ini menjadi salah satu cara untuk menghabiskan waktu bersama sambil menyambut tahun baru dengan harapan yang baik.
Baca Juga: The Incredibles Bukan Sekadar Film Superhero, Ini Realita Orang Tua yang Membagi Waktu antara Keluar
Keempat hidangan tersebut tidak hanya disajikan untuk dinikmati, tetapi juga memiliki makna dalam tradisi Tionghoa. Mi panjang umur melambangkan harapan hidup panjang, ikan menjadi simbol kelimpahan, kue keranjang menggambarkan kemajuan, sementara dumpling identik dengan harapan akan kemakmuran.
Setiap keluarga mungkin memiliki hidangan khas yang berbeda saat Imlek. Namun, empat makanan tersebut punya makna tersendiri yang menarik untuk diketahui. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Berbagai Sumber