Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PT Daehyun Bobbin Milik Siapa? Disorot Usai Karyawan Kecelakaan Kerja tapi Dipaksa Tak Menuntut

D

Advertisement

Viral Kasus Rindi Natasya, Karyawan PT Daehyun Bobbin Alami Kecelakaan Kerja, Gaji Dipotong Hingga Dipaksa Tanda Tangan.
Viral Kasus Rindi Natasya, Karyawan PT Daehyun Bobbin Alami Kecelakaan Kerja, Gaji Dipotong Hingga Dipaksa Tanda Tangan.

SOLOBALAPAN, BEKASI — Sosok perusahaan manufaktur PT Daehyun Bobbin Indonesia mendadak menjadi sorotan tajam publik di media sosial per Kamis (5/11/2026).

Advertisement

 Hal ini terjadi setelah pengakuan memilukan seorang karyawannya bernama Rindi Natasya (22) yang mengalami kecelakaan kerja berat hingga berujung pemotongan jari-jari tangan.

Tak hanya harus kehilangan organ tubuhnya, Rindi mengaku pihak manajemen perusahaan diduga berlepas tangan, memotong upah hariannya, hingga memaksa dirinya menandatangani surat pernyataan untuk tidak menuntut perusahaan atas musibah tersebut.

Kronologi Dugaan Pelanggaran K3 & Pemaksaan Penandatanganan

Advertisement

Kasus ini mencuat ke publik setelah diunggah ulang oleh berbagai akun media sosial, termasuk akun Instagram @fakta.beriita dan akun platform X @ceritaolyn8 pada Selasa (4/11/2026).

Berdasarkan kesaksian Rindi Natasya, terdapat sejumlah dugaan penanganan yang tidak layak dari pihak perusahaan pasca-insiden kecelakaan kerja tersebut:

  1. Biaya Perawatan Hanya BPJS: Pengobatan dan operasi amputasi jari Rindi sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan/Kesehatan tanpa adanya uang kompensasi atau asuransi tambahan dari pihak perusahaan.

  2. Pemotongan Upah Harian: Selama menjalani proses perawatan medis dan tidak bisa bekerja, upah harian Rindi sebesar Rp100 ribu per hari dilaporkan tetap dipotong oleh perusahaan.

  3. Dugaan Pemaksaan Tanda Tangan: Rindi membeberkan bahwa dirinya disodori dokumen dan dipaksa menandatangani surat perjanjian agar tidak menuntut PT Daehyun Bobbin Indonesia di kemudian hari.

Pengakuan Rindi Natasya (Karyawan Terdampak):

"Iya tadi suruh saya tanda tangan paksa gak nuntut perusahaan," ungkap Rindi Natasya sebagaimana dikutip dari unggahan akun X @ceritaolyn8.

Profil Singkat: PT Daehyun Bobbin Indonesia Perusahaan Apa?

Banyak warganet yang penasaran mengenai latar belakang operasional perusahaan yang berlokasi di Jawa Barat ini.

  • Bidang Usaha: PT Daehyun Bobbin Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri pembuatan dan pengolahan bahan baku plastik (khususnya memproduksi bobbin atau gulungan komponen plastik untuk industri tekstil/kabel).

  • Lokasi Operasional: Perusahaan ini beroperasi di kawasan industri manufaktur Jababeka 1, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Hingga berita ini diturunkan, seruan dari warganet agar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bekasi segera turun tangan melakukan inspeksi keselamatan kerja (K3) serta mengusut dugaan intimidasi tersebut terus mengalir deras di media sosial.

Tabel Pemetaan Insiden Kecelakaan Kerja & Profil PT Daehyun Bobbin

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai profil perusahaan, identitas korban, hingga rincian dugaan pelanggaran secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter InformasiDetail Catatan & Perkembangan Kasus
Nama PerusahaanPT Daehyun Bobbin Indonesia
Sektor IndustriManufaktur pengolahan bahan baku plastik (bobbin)
Lokasi PabrikKawasan Industri Jababeka 1, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
Identitas KorbanRindi Natasya (Usia 22 Tahun)
Dampak KesehatanMengalami kecelakaan kerja fatal hingga jari-jari tangan diamputasi
Dugaan PemotonganUpah harian Rp100 ribu tetap dipotong selama perawatan medis
Dugaan IntimidasiDipaksa menandatangani surat pernyataan tidak menuntut perusahaan
Penanganan MedisMenggunakan pembiayaan BPJS tanpa asuransi tambahan perusahaan

(did)

Advertisement
Editor : Didi Agung Eko Purnomo

Artikel Terkait

Viral Dugaan Pelecehan Verbal Siswi, Guru SMKN 4 Malang Dicopot dari Jabatan Koordinator Tatib!

Viral Dugaan Pelecehan Verbal Siswi, Guru SMKN 4 Malang Dicopot dari Jabatan Koordinator Tatib!

Guru SMKN 4 Malang dinonaktifkan dari jabatan koordinator tatib imbas viral dugaan pelecehan verbal kepada siswi saat cek seragam.

Annantasya Wardana Anak Siapa? Menantu Pak Yono Magelang yang Viral Usai Sindir Tuntutan Biaya Hidup

Annantasya Wardana Anak Siapa? Menantu Pak Yono Magelang yang Viral Usai Sindir Tuntutan Biaya Hidup

Annantasya Wardana Anak Siapa? Menantu Pak Yono Magelang yang Viral Usai Sindir Tuntutan Biaya Hidup

Viral Jukir Minta Rp 200 Ribu ke Rombongan Bus di Masjid Zayed, Dishub Turun Tangan

Viral Jukir Minta Rp 200 Ribu ke Rombongan Bus di Masjid Zayed, Dishub Turun Tangan

Viral keluhan rombongan jamaah dimintai tarif parkir bus Rp 200 ribu di Masjid Sheikh Zayed Solo. Dishub Surakarta menelusuri lokasi dan jukir yang diduga menarik tarif tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer