Klepon Disebut Dubai Chewy Cookie, Jajanan Tradisional Indonesia Ini Punya Kembaran Versi Kekinian!

tim solobalapan • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:58 WIB
klepon jajanan tradisional vs dubai chewy cookies jajanan kekinian(instagram @rondut @carlayules).
klepon jajanan tradisional vs dubai chewy cookies jajanan kekinian (instagram @rondut @carlayules).

SOLOBALAPAN.COM-Dari klepon yang disebut mirip Dubai chewy cookie hingga kue tradisional bertekstur kenyal yang mengingatkan pada mochi, jajanan pasar Indonesia kerap menjadi bahan candaan di media sosial. Bentuk dan teksturnya yang unik membuat kuliner lawas ini seolah memiliki versi modern dari luar negeri.

Jajanan tradisional Indonesia memiliki banyak keunikan, mulai dari bentuk, warna, tekstur, hingga cita rasanya. Namun, di tengah maraknya tren kuliner kekinian, sejumlah jajanan pasar justru menarik perhatian karena dianggap mirip dengan makanan modern yang sedang populer.

Fenomena ini sering menjadi bahan candaan warganet. Jajanan yang dahulu mudah ditemukan di pasar tradisional, dibungkus daun pisang, atau dijual oleh pedagang keliling, kini dibandingkan dengan makanan yang tampil mewah di kafe dan media sosial.

Baca Juga: Sering Jadi Hiasan Kue, Ternyata Stroberi Menyimpan Khasiat Ajaib Buat Tubuh!

Salah satu contoh yang ramai dibicarakan adalah klepon yang dianggap mirip Dubai chewy cookie, camilan kenyal asal Korea Selatan yang populer dengan isian pistachio dan kataifi. Perbandingan tersebut muncul karena keduanya dapat memiliki warna hijau, tekstur kenyal, dan sensasi isian yang menonjol ketika digigit. Meski terlihat serupa dalam beberapa aspek, setiap jajanan tetap mempunyai karakter dan cerita kulinernya sendiri.

1. Klepon vs Dubai Chewy Cookie

Klepon merupakan jajanan tradisional berbentuk bola kecil yang terbuat dari tepung ketan, biasanya diberi warna hijau dari pandan atau daun suji, diisi gula merah, kemudian dilapisi kelapa parut.

Baca Juga: Kue Ku, Jajanan Tradisional yang Membawa Cerita dari Tiongkok ke Nusantara

Keunikan klepon terletak pada isian gula merah yang meleleh ketika digigit. Sensasi manis tersebut berpadu dengan tekstur kenyal dan gurihnya kelapa parut.

Sementara itu, Dubai chewy cookie yang dikenal dalam tren kuliner Korea Selatan memiliki tekstur kenyal dengan perpaduan bahan seperti marshmallow, cokelat, pistachio, dan kataifi. Perbedaan bahan serta cita rasa membuat keduanya tetap menjadi makanan yang berbeda.

Kesamaan warna hijau dan sensasi isian yang terasa saat digigit membuat klepon kerap dijadikan pembanding dalam candaan kuliner. Tak heran jika jajanan pasar ini seolah mendapat julukan sebagai versi tradisional dari camilan mahal yang sedang tren.

Baca Juga: Serupa tapi Tak Sama: Kue Dongkal, Tumpeng Manis Jajanan Tradisional Betawi yang Mirip Kue Putu

2. Kue Mendut vs Mochi

Kue mendut merupakan jajanan tradisional yang dikenal di sejumlah daerah di Indonesia. Kue ini umumnya dibuat dari tepung ketan dengan tekstur lembut dan kenyal, serta diisi unti kelapa manis. Mendut sering dibungkus menggunakan daun pisang dan disajikan dengan santan dalam beberapa variasi.

Tekstur kenyal dan isian manisnya membuat kue mendut sering mengingatkan orang pada mochi, kudapan Jepang yang dikenal dengan adonan beras ketan yang lembut dan elastis.

Jika dilihat sekilas, keduanya memiliki kemiripan dari segi tekstur. Namun, mochi mempunyai beragam jenis dan cara penyajian, sedangkan mendut memiliki ciri khas jajanan tradisional Indonesia, terutama melalui penggunaan unti kelapa dan aroma daun pisang.

Baca Juga: Kue Bugis Mandi, Jajanan Ketan dengan Isian Manis dan Kuah Santan

Candaan seperti “mochi versi pasar tradisional” bisa menjadi cara ringan untuk memperkenalkan kembali mendut kepada generasi muda.

3. Onde-onde vs Sesame Ball

Onde-onde sudah lama menjadi jajanan favorit masyarakat Indonesia. Bentuknya bulat, dilapisi biji wijen, dan umumnya berisi pasta kacang hijau manis. Bagian luarnya memiliki tekstur renyah, sedangkan bagian dalamnya lembut dan padat.

Di berbagai negara Asia, terdapat kudapan berbentuk bola yang dilapisi wijen dan memiliki karakteristik serupa. Salah satu contohnya adalah sesame ball atau jian dui yang dikenal dalam kuliner Tiongkok.

Baca Juga: Sebelum Gerobaknya Terlihat, Bunyi Uap Kue Putu Sudah Terdengar, Ternyata Ini Keunikannya

Kemiripan bentuk, lapisan wijen, dan tekstur menjadi alasan keduanya sering dibandingkan. Namun, masing-masing memiliki variasi resep, isian, dan sejarah kuliner yang berbeda.

Onde-onde membuktikan bahwa jajanan tradisional dapat mempunyai kemiripan visual dengan camilan dari negara lain tanpa kehilangan identitasnya sebagai bagian dari kuliner yang berkembang di Indonesia.

Baca Juga: Masih Ingat Jajanan Ini? 8 Kue Jadul yang Dulu Selalu Ada Saat Lebaran

4. Kue Putu vs Matcha Cake

Kue putu dikenal sebagai jajanan tradisional yang dibuat dari tepung beras dengan isian gula merah dan taburan kelapa parut. Salah satu ciri khasnya adalah aroma pandan serta suara khas alat kukus yang sering terdengar ketika pedagang putu berkeliling.

Warnanya yang hijau dan aroma pandan terkadang mengingatkan orang pada aneka kue modern berbahan matcha atau teh hijau Jepang. Dari sinilah muncul perbandingan lucu bahwa kue putu merupakan “matcha cake versi abang-abang keliling”. Padahal, warna hijau kue putu umumnya berasal dari pandan atau pewarna yang digunakan dalam adonannya, bukan bubuk matcha.

Baca Juga: Sate Buntel, Kuliner Khas Solo dengan Tampilan Unik yang Menggugah Selera

Perbandingan tersebut memperlihatkan bagaimana warna yang serupa bisa memunculkan asosiasi berbeda, meskipun bahan dasar dan cita rasanya tidak sama.

Jajanan Tradisional Bisa Ikut Tren Tanpa Kehilangan Identitas

Fenomena jajanan tradisional yang disamakan dengan makanan kekinian memperlihatkan cara masyarakat menikmati kuliner melalui humor dan perbandingan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Asal Usul Sate Kere, Kuliner Khas Solo dengan Nama Unik yang Lahir dari Kreativitas Rakyat Kecil

Candaan tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan jajanan pasar kepada generasi muda. Makanan yang sebelumnya dianggap biasa dapat kembali menarik perhatian ketika dikaitkan dengan tren yang sedang ramai dibicarakan.

Meski demikian, kemiripan bentuk atau tekstur tidak berarti kedua makanan mempunyai asal-usul yang sama. Setiap kuliner memiliki bahan, teknik pembuatan, dan latar budaya yang perlu dihargai. (Carrieolis Ratu Lathiifu)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : Indonesian Chef Association, solobalapan.com
carrieolis ratu dubai chewy cookies jajanan kekinian jajanan tradisional klepon