SOLOBALAPAN.COM - Pisang bisa diolah menjadi berbagai makanan, salah satunya barongko yang berasal dari masyarakat Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan.
Kudapan ini dibuat dari pisang kepok matang yang dihaluskan, dicampur dengan telur, santan, dan gula, lalu dibungkus dengan daun pisang sebelum dikukus.
Baca Juga: Gunung Lawu Membara 100 Hektare! Pemkab Karanganyar Resmi Tetapkan Status Tanggap Darurat
Barongko memiliki tekstur lembut dengan rasa manis dan gurih. Cara membuatnya cukup sederhana, tetapi ada hal menarik di balik kudapan tradisional ini. Barongko tidak hanya dikenal sebagai makanan khas, tetapi juga memiliki makna yang berkaitan dengan nilai kejujuran dalam kehidupan masyarakat Bugis.
Makna tersebut terlihat dari cara penyajiannya. Adonan pisang dibungkus kembali menggunakan daun pisang. Bentuk ini sering dimaknai sebagai pengingat bahwa apa yang terlihat dari luar seharusnya sesuai dengan keadaan di dalam. Nilai tersebut menggambarkan pentingnya menjaga keselarasan antara perkataan dan perilaku.
Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Buah Peach, dari Warna Peach hingga Bentuk Peach Donat yang Unik
Dalam tradisi Bugis-Makassar, barongko juga dikenal sebagai hidangan istimewa yang dikaitkan dengan lingkungan kerajaan di Sulawesi Selatan. Kini, kudapan ini dapat dijumpai dalam berbagai acara keluarga dan kegiatan adat.
Kehadirannya menjadi salah satu cara masyarakat mempertahankan makanan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Menariknya, jejak masyarakat Bugis tidak hanya ditemukan di Sulawesi Selatan. Banten, khususnya kawasan Banten Lama, juga memiliki sejarah hubungan dengan masyarakat Bugis-Makassar.
Hubungan tersebut berkaitan dengan aktivitas politik dan perdagangan pada masa lalu, termasuk setelah Perang Makassar pada abad ke-17.
Baca Juga: Kata “Hah?” Ternyata Mirip di Berbagai Bahasa Dunia, Kok Bisa?
Sebagai kawasan pelabuhan, Banten menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai daerah. Pertemuan ini membuka peluang terjadinya pertukaran kebiasaan dan tradisi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk budaya yang dibawa oleh masyarakat pendatang.
Meski begitu, Barongko tetap dikenal sebagai kudapan tradisional Bugis-Makassar dari Sulawesi Selatan. Kaitannya dengan Banten lebih tepat dilihat dari sejarah perpindahan masyarakat dan pertemuan budaya antardaerah.
Barongko bukan sekadar camilan berbahan pisang, tetapi juga bagian dari tradisi masyarakat Bugis-Makassar yang masih dikenal hingga sekarang. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber