
SOLOBALAPAN.COM – Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali mengingatkan publik pada sejumlah peristiwa serupa yang pernah melibatkan pemimpin Indonesia. Sebelum Prabowo, nama B.J. Habibie, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Joko Widodo (Jokowi) juga pernah dikaitkan dengan isu penyadapan.
Meski demikian, masing-masing peristiwa memiliki latar belakang berbeda. Ada rekaman percakapan kepala negara yang bocor ke publik, laporan mengenai operasi intelijen asing, hingga pengakuan tokoh politik yang merasa komunikasinya dipantau.
Berikut rangkaian peristiwa yang pernah menjadi perhatian publik.
1. B.J. Habibie, Rekaman Percakapan dengan Jaksa Agung Bocor
Pada masa pemerintahan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, publik sempat dihebohkan oleh beredarnya rekaman percakapan telepon antara dirinya dan Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib.
Percakapan tersebut berkaitan dengan perkembangan penanganan kasus mantan Presiden Soeharto. Rekamannya kemudian menjadi pemberitaan setelah transkrip pembicaraan dimuat majalah Panji Masyarakat pada Februari 1999.
Baca Juga: Jejak Digital Brown Bear Ramai Dikulik, Warganet Cocokkan Cuitan Lama hingga Informasi Profil
Bocornya percakapan pribadi tersebut memunculkan dugaan bahwa komunikasi Presiden Habibie telah direkam tanpa sepengetahuannya. Namun, pihak yang merekam dan menyebarkan percakapan tersebut tidak diketahui secara pasti.
Peristiwa ini menjadi salah satu contoh kebocoran komunikasi di lingkungan pemerintahan pada masa awal Reformasi.
2. Megawati Soekarnoputri Mengaku Sering Menjadi Sasaran Penyadapan
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri juga pernah menyampaikan pengakuan mengenai dugaan penyadapan terhadap dirinya.
Baca Juga: Klarifikasi Raffi Ahmad Usai Dituding Terlibat Acara Mahasiswa Bayaran dan Settingan di Bundaran HI
Dalam sebuah kesempatan pada November 2018, Megawati menyebut dirinya sebagai salah satu orang yang paling sering disadap. Ia bahkan mengaku tidak terlalu terbiasa membawa telepon seluler karena merasa komunikasinya berpotensi dipantau.
Pernyataan tersebut memperlihatkan kekhawatirannya terhadap keamanan komunikasi pribadi. Megawati juga menceritakan kebiasaannya meminjam telepon milik orang lain ketika perlu menghubungi seseorang.


