Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selain Prabowo, Ini 4 Presiden RI yang Pernah Disadap

I
Penulis: Inayah Choirunisa❯
Prabowo Subianto. (Dok.JawaPos.com)
Prabowo Subianto. (Dok.JawaPos.com)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM – Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali mengingatkan publik pada sejumlah peristiwa serupa yang pernah melibatkan pemimpin Indonesia. Sebelum Prabowo, nama B.J. Habibie, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Joko Widodo (Jokowi) juga pernah dikaitkan dengan isu penyadapan.

Meski demikian, masing-masing peristiwa memiliki latar belakang berbeda. Ada rekaman percakapan kepala negara yang bocor ke publik, laporan mengenai operasi intelijen asing, hingga pengakuan tokoh politik yang merasa komunikasinya dipantau.

Advertisement

Berikut rangkaian peristiwa yang pernah menjadi perhatian publik.

1. B.J. Habibie, Rekaman Percakapan dengan Jaksa Agung Bocor

Pada masa pemerintahan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, publik sempat dihebohkan oleh beredarnya rekaman percakapan telepon antara dirinya dan Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib.

Advertisement

Percakapan tersebut berkaitan dengan perkembangan penanganan kasus mantan Presiden Soeharto. Rekamannya kemudian menjadi pemberitaan setelah transkrip pembicaraan dimuat majalah Panji Masyarakat pada Februari 1999.

Bocornya percakapan pribadi tersebut memunculkan dugaan bahwa komunikasi Presiden Habibie telah direkam tanpa sepengetahuannya. Namun, pihak yang merekam dan menyebarkan percakapan tersebut tidak diketahui secara pasti.

Peristiwa ini menjadi salah satu contoh kebocoran komunikasi di lingkungan pemerintahan pada masa awal Reformasi. 

2. Megawati Soekarnoputri Mengaku Sering Menjadi Sasaran Penyadapan

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri juga pernah menyampaikan pengakuan mengenai dugaan penyadapan terhadap dirinya.

Dalam sebuah kesempatan pada November 2018, Megawati menyebut dirinya sebagai salah satu orang yang paling sering disadap. Ia bahkan mengaku tidak terlalu terbiasa membawa telepon seluler karena merasa komunikasinya berpotensi dipantau.

Pernyataan tersebut memperlihatkan kekhawatirannya terhadap keamanan komunikasi pribadi. Megawati juga menceritakan kebiasaannya meminjam telepon milik orang lain ketika perlu menghubungi seseorang.

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Ada Kebal Hukum! Menko Yusril Sebut Eks Presiden Bisa Diperiksa Terkait Kasus Sadap Ilegal

Tak Ada Kebal Hukum! Menko Yusril Sebut Eks Presiden Bisa Diperiksa Terkait Kasus Sadap Ilegal

Menko Yusril Ihza Mahendra sebut eks presiden bisa diperiksa jika terlibat kasus sadap Listyo Sigit: tegaskan tak ada kebal hukum.

Instruksi Presiden Prabowo ke Kapolri: Bongkar Tuntas Sadap Ilegal, Mensesneg Singgung Makar!

Instruksi Presiden Prabowo ke Kapolri: Bongkar Tuntas Sadap Ilegal, Mensesneg Singgung Makar!

Presiden Prabowo perintahkan Kapolri bongkar kasus penyadapan ilegal secara transparan. Istana sebut berpotensi mengarah ke makar.

Wapres Gibran Ikut Jadi Sasaran Sadap Ilegal? Ini Jawaban Menko Yusril Ihza Mahendra

Wapres Gibran Ikut Jadi Sasaran Sadap Ilegal? Ini Jawaban Menko Yusril Ihza Mahendra

Tanggapan Menko Yusril Ihza Mahendra saat ditanya apakah Wapres Gibran ikut disadap ilegal oleh Listyo cs. Pastikan tak mengarah ke pasal makar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer