SOLOBALAPAN.COM - Masih ingat lanting, camilan berbahan singkong yang sering dijumpai di antara jajanan Lebaran? Bentuknya yang menyerupai angka delapan dan rasanya yang gurih membuat jajanan ini mudah dikenali.
Meski sekarang banyak camilan dengan beragam bentuk dan rasa, lanting tetap dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional Nusantara.
Baca Juga: Bupati Klaten Dikabarkan Kena OTT KPK, Wabup Buka Suara: Saya Hormati Proses Hukum!
Lanting merupakan makanan khas Kebumen, Jawa Tengah. Camilan ini dibuat dari singkong yang diolah menjadi adonan, dibentuk menyerupai angka delapan atau cincin, kemudian digoreng hingga kering. Teksturnya cenderung lebih padat dan keras dibandingkan dengan kerupuk pada umumnya, dengan rasa gurih dan asin yang cukup dominan.
Pembuatan lanting telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kebumen. Salah satu daerah yang dikenal sebagai sentra produksi lanting adalah Desa Lemahduwur, Kecamatan Kuwarasan. Usaha ini juga menjadi sumber penghasilan bagi sebagian masyarakat setempat.
Baca Juga: Siap Sapa Bioskop November Ini, Bisakah 'Hexed' Jawab Ekspektasi Publik di Era AI?
Asal-usul nama lanting memiliki beberapa versi. Salah satu cerita yang beredar mengaitkan namanya dengan bahasa Tionghoa dialek Hokkien. Dalam cerita tersebut, kata liam berarti rantai, sedangkan ting berarti kue kecil.
Nama ini kemudian dihubungkan dengan bentuk lanting yang menyerupai angka delapan dan tampak seperti rantai ketika disusun berjajar. Namun, asal-usul tersebut belum dapat dipastikan secara historis.
Versi lain mengaitkan nama lanting dengan bentuknya yang menyerupai anting-anting. Ada pula cerita yang menghubungkan namanya dengan proses penjemuran atau bunyi yang muncul saat lanting digoreng. Berbagai versi ini masih perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan asal-usul namanya.
Baca Juga: Sering Jadi Hiasan Kue, Ternyata Stroberi Menyimpan Khasiat Ajaib Buat Tubuh!
Dahulu, lanting lebih dikenal dengan rasa gurih dan asin. Kini, camilan ini hadir dengan pilihan rasa yang lebih beragam, seperti pedas, balado, keju, dan jagung bakar. Beberapa produsen juga menawarkan varian lain sesuai inovasi dan selera konsumen.
Perubahan rasa tersebut membuat lanting tetap memiliki bentuk khas, tetapi menawarkan pilihan yang lebih beragam bagi penikmatnya.
Selain menjadi camilan sehari-hari, lanting juga dikenal sebagai oleh-oleh khas Kebumen. Jajanan ini mungkin mengingatkan pada suasana Lebaran ketika aneka camilan disajikan untuk keluarga dan tamu yang datang berkunjung. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Berbagai Sumber, solobalapan.com