SOLOBALAPAN.COM - Berbicara mengenai makanan khas Blitar, tidak hanya nasi pecel atau berbagai olahan makanan tradisional lainnya yang menjadi daya tarik. Kota Blitar juga memiliki beragam jajanan yang sering dijadikan oleh-oleh, salah satunya adalah opak gambir.
Jajanan berbentuk tipis dan renyah ini telah menjadi bagian dari kuliner tradisional yang masih dipertahankan hingga saat ini. Opak gambir merupakan kue kering khas Blitar dengan tekstur yang renyah.
Baca Juga: Pasar Tempo Doeloe Gunung Kunci, Berburu Kuliner Tradisional sambil Menikmati Jejak Keraton
Opak gambir disebut sebagai salah satu makanan khas daerah. Kue ini memiliki tekstur renyah karena proses pembuatannya dilakukan dengan pemanasan pada suhu tinggi.
Opak gambir umumnya memiliki bentuk yang digulung atau dilipat. Jajanan ini juga dikenal dengan cita rasa manis dan gurih yang membuatnya cocok dinikmati sebagai camilan maupun oleh-oleh.
Baca Juga: Unik! Menikmati Kuliner Sambil Keceh di Sungai Guyangan Boyolali
Dalam perkembangannya, opak gambir tidak hanya dibuat dalam satu varian rasa. Kampung Opak Gambir di Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, misalnya, mengembangkan berbagai varian seperti durian, nangka, jahe, cokelat, dan wijen.
Keberadaan opak gambir di Blitar ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Opak gambir di Kelurahan Plosokerep mulai terlihat sejak tahun 1980-an. Sejumlah warga mulai memproduksi opak gambir dan menjualnya di beberapa tempat wisata terkenal di Kota Blitar, seperti Istana Gebang dan Makam Bung Karno.
Baca Juga: Lumpia Semarang, Kuliner Legendaris dengan Keunikian Penyajiannya
Dari kegiatan tersebut, opak gambir kemudian semakin dikenal sebagai salah satu jajanan tradisional Blitar. Perkembangan tersebut membuat pembuatan opak gambir tidak hanya menjadi kegiatan untuk menghasilkan makanan ringan, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat.
Dalam proses pembuatannya, adonan opak gambir dibuat kemudian dimasak menggunakan cetakan panas hingga menghasilkan lembaran tipis dan renyah. Proses tersebut masih dilakukan secara manual oleh sejumlah pelaku usaha.
Baca Juga: Es Pleret Khas Blitar, Tak Hanya Punya Cita Rasa Segar, tapi Memiliki Bentuk yang Unik
Pada salah satu usaha di Plosokerep, misalnya, produksi opak gambir dapat mencapai sekitar 100 kilogram adonan per hari pada periode Ramadan 2024, meningkat dari produksi hari biasa yang berada di sekitar 70 kilogram.
Tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Blitar, opak gambir juga menjadi salah satu pilihan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut. Jajanan ini dapat ditemukan dalam berbagai bentuk dan kemasan sehingga lebih mudah dibawa pulang. Keberadaannya sebagai oleh-oleh juga membantu memperkenalkan kuliner tradisional Blitar kepada masyarakat dari luar daerah.
Perkembangan opak gambir menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat terus bertahan ketika masyarakat mampu mempertahankan ciri khasnya sekaligus melakukan inovasi.
Berbagai varian rasa dan pengembangan kemasan menjadi salah satu bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan konsumen tanpa menghilangkan karakter utama opak gambir yang renyah dan tipis.
Baca Juga: Roti Kompya, Burger Jawa yang Masih Eksis Sampai Sekarang
Dari jajanan rumahan yang mulai berkembang sejak sekitar 1980-an, opak gambir kini menjadi salah satu produk kuliner yang memiliki hubungan erat dengan masyarakat Blitar. Tidak hanya menjadi camilan dan oleh-oleh, keberadaan sentra produksinya juga memberikan peluang ekonomi sekaligus menjadi bagian dari kekayaan kuliner daerah.
Baca Juga: Wajik, Jajanan Ketan yang Identik dengan Bentuk Belah Ketupat
Opak gambir pada akhirnya bukan sekadar jajanan renyah yang cocok untuk menemani waktu santai. Di balik bentuknya yang sederhana terdapat perjalanasebagai oleh-oleh juga membantu memperkenalkan kuliner tradisional Blitar kepada masyarakat dari luar daerah.
Perkembangan opak gambir menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat terus bertahan ketika masyarakat mampu mempertahankan ciri khasnya sekaligus melakukan inovasi. Berbagai varian rasa dan pengembangan kemasan menjadi salah satu bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan konsumen tanpa menghilangkan karakter utama opak gambir yang renyah dan tipis.
Dari jajanan rumahan yang mulai berkembang sejak sekitar 1980-an, opak gambir kini menjadi salah satu produk kuliner yang memiliki hubungan erat dengan masyarakat Blitar. Tidak hanya menjadi camilan dan oleh-oleh, keberadaan sentra produksinya juga memberikan peluang ekonomi sekaligus menjadi bagian dari kekayaan kuliner daerah. (Adhima Aulia)
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber