Unik! Menikmati Kuliner Sambil Keceh di Sungai Guyangan Boyolali

tim solobalapan • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 17:34 WIB
Pengunjung bersantai bersama teman sambil menikmati hidangan dan suasana sejuk di tepi aliran Sungai Guyangan, Kopi Lepen Pengging. (Dok. Pribadi)
Pengunjung bersantai bersama teman sambil menikmati hidangan dan suasana sejuk di tepi aliran Sungai Guyangan, Kopi Lepen Pengging. (Nurul Fadila)

SOLOBALAPANCOM – Menikmati kuliner tak selalu harus duduk manis di dalam ruangan. Di kawasan Pengging, Boyolali, pengunjung bisa menyeruput kopi, menyantap makanan, sekaligus merasakan langsung segarnya aliran sungai.

Pengalaman itu bisa ditemukan di Kopi Lepen, kawasan Sungai Guyangan, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono. Lokasinya berada tak jauh dari Alun-Alun Pengging, tepatnya di sebelah barat Masjid Cipto Mulyo, peninggalan Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono (PB) X.

Nama “Lepen” diambil dari bahasa Jawa yang berarti sungai. Sesuai namanya, tempat kuliner ini menawarkan konsep makan dan minum di ruang terbuka yang menyatu dengan aliran Sungai Guyangan.

Baca Juga: Bukan Cuma Lengkapin Es Buah, Ini Manfaat Kolang-Kaling yang Jarang Orang Tahu!

Daya tarik utamanya tentu area tempat duduk yang berada di sekitar sungai. Pengunjung bisa menikmati makanan sembari merendam kaki atau bermain air alias “keceh”.

Air Sungai Guyangan yang jernih berpadu dengan pepohonan gayam di sekitarnya. Suasana tersebut membuat kawasan ini terasa teduh dan alami, sekaligus menjadi latar menarik untuk mengabadikan momen.

Baca Juga: Lumpia Semarang, Kuliner Legendaris dengan Keunikian Penyajiannya

Tak sedikit pengunjung datang bersama keluarga. Ada pula pasangan yang memilih menikmati waktu santai sembari merasakan suasana sungai.

Pilihan menu di Kopi Lepen cukup beragam. Mulai dari kopi lokal, gorengan, mi, pecel, soto, timlo, ayam geprek hingga aneka camilan khas daerah.

Pengunjung pun tak perlu mengalokasikan waktu khusus untuk menikmati suasana tersebut. Kopi Lepen buka setiap hari, mulai sekitar pukul 07.30 hingga 16.00 WIB.

Baca Juga: Kecut-Kecut Bikin Ketagihan: Rahasia Markisa Bikin Badan Tetap Fit dan Gak Gampang Layu

Akhir pekan dan musim liburan biasanya menjadi waktu yang lebih ramai. Perpaduan kuliner, ruang terbuka dan aliran sungai membuat tempat ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari tempat makan pada umumnya.

Namun, berada langsung di sekitar aliran sungai juga membuat kebersihan menjadi bagian penting yang perlu dijaga. Kenyamanan pengunjung sekaligus kelestarian lingkungan bergantung pada kesadaran bersama untuk tidak meninggalkan sampah maupun merusak kawasan sungai.

Pada akhirnya, Kopi Lepen bukan sekadar tempat untuk mengisi perut. Di sini, secangkir kopi dan sepiring makanan bisa dinikmati sembari mendengar gemericik air, merasakan sejuknya sungai, dan menikmati suasana alami Pengging tanpa harus pergi jauh. (nurul fadila)

 

Editor : Kabun Triyatno
kopi lepen kuliner air Nurul Fadila boyolali wisata air