SOLOBALAPAN.COM - Pecel merupakan salah satu kuliner berbahan sayuran yang lekat dengan tradisi makan masyarakat Jawa. Sajian ini terdiri dari sayuran yang direbus atau dikukus, kemudian disiram sambal kacang dengan racikan yang dapat berbeda di setiap daerah.
Secara sederhana, pecel adalah hidangan sayuran dengan bumbu kacang sebagai pelengkap utama. Namun, di balik penyajiannya, pecel memiliki perjalanan kuliner yang cukup panjang dan berkembang dengan kebiasaan masyarakat di berbagai wilayah Jawa.
Baca Juga: PLAVE Masuk Lineup MMA 2026 Bareng RIIZE dan NCT WISH, Kok Bisa Idol Virtual Ikut?
Dalam sejumlah catatan mengenai kuliner Jawa, pecel kerap dikaitkan dengan Yogyakarta. Wilayah ini memiliki tradisi kuliner yang turut membentuk perkembangan pecel hingga dikenal luas seperti sekarang. Dari Yogyakarta, pecel kemudian menjadi bagian dari keseharian masyarakat di berbagai daerah dengan racikan masing-masing.
Istilah pecel juga berkaitan dengan cara pengolahan sayuran. Dalam bahasa Jawa dikenal istilah dipun pecel, yang merujuk pada sayuran yang telah dimasak kemudian diperas atau ditekan untuk mengurangi kandungan airnya.
Bahan yang digunakan dalam pecel pun tidak terpaku pada satu jenis sayuran. Bayam, kangkung, kacang panjang, tauge, kol, kenikir, daun pepaya, hingga sayuran lain dapat menjadi isian, tergantung pada bahan yang tersedia dan kebiasaan masyarakat di daerah tersebut.
Perbedaan bahan dan racikan bumbu membuat pecel memiliki karakter yang beragam. Pecel Madiun, misalnya, memiliki ciri khas pada sambal kacang dan pelengkapnya. Di daerah lain, jenis sayuran, tingkat kepedasan, rasa sambal, hingga lauk pendamping dapat memiliki ciri berbeda.
Baca Juga: Hearts2Hearts Masuk Game Horor, Harus Kabur dari Boneka Marionette Selama 74 Menit
Keragaman tersebut menunjukkan bahwa pecel tidak berkembang dalam satu bentuk yang seragam. Masyarakat di masing-masing daerah menyesuaikan hidangan dengan bahan pangan yang mudah diperoleh serta selera yang telah terbentuk secara turun-temurun.
Selain dikenal sebagai makanan sederhana, pecel juga memiliki sejumlah unsur pangan yang mendukung nilai gizinya. Sayuran menjadi sumber serat, vitamin, dan mineral, sementara kacang tanah memberikan protein nabati dan lemak.
Perpaduan tersebut membuat pecel tidak hanya memiliki rasa sambal kacang. Sayuran yang digunakan sekaligus menjadi bagian penting dari karakter hidangan, sehingga satu porsi pecel dapat menghadirkan beragam bahan dalam satu sajian.
Baca Juga: Targetkan Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026! John Herdman Ramu Strategi Atasi Badai Cedera Timnas
Hingga kini, pecel tetap menjadi kuliner yang mudah ditemui di berbagai daerah. Bentuknya boleh berbeda di satu tempat dan di tempat lainnya, tetapi sayuran dan sambal kacang tetap menjadi unsur yang membuatnya mudah dikenali sebagai pecel. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber