SOLOBALAPAN.COM - Jenang biasanya disajikan dalam satu jenis dengan karakter rasa dan tekstur masing-masing. Namun, Jenang Brayat di Solo memiliki sajian yang berbeda. Dalam satu mangkuk, lima jenis jenang dapat ditemukan sekaligus, yakni sumsum, grendul, mutiara, ketan hitam dan pati garut.
Beragam jenang tersebut disajikan bersama santan dan juruh atau kuah gula Jawa. Perpaduan itu membuat satu mangkuk tidak hanya menghadirkan rasa manis dan gurih, tetapi juga bentuk serta tekstur yang berbeda dari setiap jenis jenang.
Baca Juga: Siapa yang Masih Ingat Si Entong? Ternyata Kartun Ini Awalnya Bukan Animasi
Jenang sumsum dikenal dengan teksturnya yang lembut. Berbeda dengan grendul yang berbentuk bulatan dan memberikan sensasi kenyal ketika disantap. Mutiara hadir dalam bentuk butiran, sementara ketan hitam memberikan tekstur yang lebih padat. Pati garut melengkapi sajian dengan karakter yang berbeda pula.
Kelima jenis tersebut menjadi bagian yang membuat Jenang Brayat tidak terasa seperti satu jenis makanan saja. Dalam satu sendok, beberapa karakter bisa bertemu. Tekstur lembut dari sumsum dapat berpadu dengan grendul atau mutiara, sementara ketan hitam memberikan bagian yang lebih padat.
Santan menambahkan cita rasa gurih, sedangkan juruh dari gula Jawa memberi sentuhan manis pada sajian. Perpaduan keduanya menjadi pelengkap yang menyatukan beragam jenis jenang dalam satu mangkuk.
Baca Juga: Memasuki Hari Ketujuh Pencarian 5 Jurnalis! Tim SAR Sisir 7 Sektor di Selat Sunda
Penyajian dengan beberapa jenis jenang tersebut dikenal sebagai jenang campur. Jenis-jenis jenang dapat dipadukan dalam satu porsi, lengkap dengan santan dan juruh. Pilihan ini membuat pembeli bisa menikmati beberapa karakter jenang tanpa harus memesan masing-masing dalam porsi terpisah.
Daya tarik Jenang Brayat bukan berasal dari bahan yang tidak biasa. Jenis-jenis jenang yang digunakan justru sudah akrab dalam jajanan tradisional. Keunikannya terletak pada penyajiannya, ketika beberapa jenis jenang dengan karakter berbeda disatukan dalam satu mangkuk.
Masing-masing jenis jenang memiliki ciri tekstur tersendiri. Jenang sumsum terasa lembut, grendul dan mutiara menghadirkan tekstur kenyal, sementara ketan hitam cenderung lebih padat. Ketika disajikan bersamaan, perbedaan tersebut membuat satu mangkuk Jenang Brayat terasa lebih beragam.
Bagi yang ingin mencicipi jajanan tradisional Solo, Jenang Brayat menawarkan cara menikmati jenang yang tidak biasa. Satu porsi sudah berisi beberapa jenis jenang sekaligus, sehingga pembeli dapat mengenali perbedaan masing-masing dalam satu sajian.
Baca Juga: Bungkam Ragu Netizen! 7 Tahun Dituduh Settingan, Irma Darmawangsa dan Irfan Sebaztian Resmi Menikah
Di antara beragam pilihan kuliner saat ini, Jenang Brayat tetap mempertahankan kesederhanaan sebagai jajanan tradisional. Bahan dan cita rasanya tidak banyak berubah, tetapi perpaduan beberapa jenis jenang dalam satu sajian memberikan sensasi yang berbeda saat dinikmati.
Jenang Brayat tidak hanya menawarkan rasa manis dalam satu mangkuk. Jenang sumsum, grendul, mutiara, ketan hitam, dan pati garut berpadu dengan santan serta juruh, menghadirkan kombinasi rasa dan tekstur yang menjadi ciri khas sajian jenang ini. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber