Pickle Lagi Menguasai Internet, Kenapa Makanan Rasa Asam Ini Mendadak Jadi Tren?

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 09:30 WIB
Tren pickle semakin merambah berbagai makanan dan minuman, dari acar goreng hingga minuman bersoda. Fenomena ini ikut ramai di media sosial dan membuat pickle semakin populer. (Pinterest)
Tren pickle semakin merambah berbagai makanan dan minuman, dari acar goreng hingga minuman bersoda. Fenomena ini ikut ramai di media sosial dan membuat pickle semakin populer. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Bayangkan sebuah acar mentimun yang biasanya hanya menjadi pelengkap burger, lalu tiba-tiba berubah menjadi rasa yang muncul di keripik, minuman, saus, hingga berbagai makanan yang sebelumnya tidak pernah terpikir untuk dipadukan dengannya. Itulah yang sedang terjadi pada pickle.

Memasuki September 2026, tren makanan bercita rasa asam dan gurih ini justru semakin ramai dan membuat pickle tidak lagi sekadar pelengkap makanan.

Fenomena tersebut kembali mendapat perhatian setelah KFC Australia meluncurkan menu khusus bertema pickle pada awal September.

Baca Juga: “The One That Got Away” Kembali Viral, Lagu Katy Perry Jadi Soundtrack Musim Panas 2026

Dalam menu yang hanya tersedia selama empat minggu itu, KFC menghadirkan Pickle Burger, Frickles atau acar yang digoreng, Pickle Loaded Chips, hingga minuman yang paling mengundang perhatian, Pickle Pepsi.

Minuman tersebut memadukan Pepsi Max dengan pickle dan pickle brine atau air rendaman acar yang bisa ditambahkan sesuai selera.

Kombinasi seperti pickle dengan minuman bersoda mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Namun, justru keanehan itulah yang membuatnya menarik di media sosial.

Makanan dengan rasa yang tidak biasa memiliki daya tarik tersendiri untuk dicoba, direkam, kemudian dibagikan. Pickle akhirnya tidak hanya menjadi bahan makanan, tetapi juga bagian dari konten yang mengundang rasa penasaran sekaligus perdebatan.

Fenomena ini sebenarnya sudah berkembang lebih lama. Dalam beberapa tahun terakhir, pickle muncul dalam berbagai bentuk yang semakin jauh dari penggunaannya sebagai acar pendamping.

Mulai dari pickle lemonade, pickle slushie, freeze-dried pickles, pickle yang dibalut permen atau saus pedas, sampai berbagai makanan ringan dengan bumbu dill pickle.

Perkembangan media sosial membuat kreasi-kreasi tersebut semakin mudah menyebar dan mendorong orang lain untuk ikut mencoba. Time Out bahkan menyebut obsesi terhadap pickle di Amerika belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

TikTok menjadi salah satu tempat penting dalam perkembangan tren tersebut. Makanan dengan tampilan unik atau kombinasi rasa yang tidak biasa sangat mudah dijadikan konten karena memunculkan reaksi spontan.

Baca Juga: Mengenal Fransisco Resendez Nova, Pengisi Suara Scooby-Doo yang Berkarier Lebih Dari Enam Dekade

Ada yang penasaran dan ingin mencoba, tetapi tidak sedikit pula yang langsung merasa aneh hanya dengan melihatnya. Perbedaan reaksi inilah yang membuat sebuah makanan semakin mudah menjadi bahan pembicaraan.

Tren pickle juga tidak berhenti pada makanan. Produk dengan cita rasa atau tema pickle mulai masuk ke berbagai kategori.

Dari camilan dan minuman, pickle bahkan merambah produk kecantikan serta berbagai eksperimen kuliner yang sengaja dibuat untuk mengikuti rasa penasaran konsumen.

Perusahaan makanan besar pun ikut menangkap peluang tersebut. PepsiCo, misalnya, memasukkan berbagai varian camilan bercita rasa dill pickle dalam jajaran produk yang mereka soroti sebagai bagian dari tren rasa 2026.

Menariknya, popularitas pickle tidak hanya terlihat dari banyaknya produk baru. Laporan Times Union pada 4 September 2026 menyebut permintaan terhadap produk bercita rasa pickle masih meningkat.

Baca Juga: Flashback 4 September 2007, Fenomena Hurricane Felix Menerjang Nikaragua dengan Kekuatan 160 MPH

Sejumlah pelaku usaha makanan bahkan melihat produk pickle yang sudah lama mereka jual mengalami lonjakan perhatian. Data yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan penjualan makanan ringan bercita rasa pickle tumbuh sekitar 30 persen dalam setahun.

Lalu, kenapa justru pickle yang mendapat perhatian sebesar ini?

Salah satu jawabannya adalah karakter rasanya. Pickle memiliki perpaduan rasa asam, asin, gurih, dan kadang pedas yang cukup kuat. Rasa seperti ini cocok dengan kecenderungan konsumen saat ini yang semakin terbuka terhadap makanan dengan rasa berani.

Alih-alih memilih rasa yang aman, sebagian konsumen justru tertarik mencoba sesuatu yang bisa memberikan pengalaman berbeda.

Ada pula faktor nostalgia. Pickle sebenarnya bukan makanan baru. Acar sudah lama digunakan sebagai pelengkap makanan di berbagai negara. Namun, media sosial berhasil mengemasnya kembali sebagai sesuatu yang terlihat baru dan menarik.

Bahan makanan sederhana yang sebelumnya hanya berada di pinggir piring kini berubah menjadi pusat perhatian karena cara penyajiannya dibuat lebih kreatif.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana tren makanan modern sering kali tidak lagi bergerak hanya dari restoran atau perusahaan besar.

Sebuah kombinasi makanan bisa lebih dulu viral di media sosial, kemudian ditangkap oleh merek dan diubah menjadi produk komersial. Dalam kasus pickle, tren yang berkembang di internet akhirnya mendorong restoran cepat saji dan produsen makanan untuk ikut bereksperimen.

Meski demikian, tidak semua orang ikut menjadi penggemar pickle. Justru sifatnya yang cukup kontroversial menjadi bagian dari daya tariknya.

Menu seperti Pickle Pepsi misalnya, langsung membagi orang menjadi dua kelompok: mereka yang penasaran dan menganggapnya menarik, serta mereka yang bahkan tidak ingin mencobanya.

Perdebatan seperti ini menjadi bahan bakar tambahan bagi sebuah tren di media sosial.

Pada akhirnya, fenomena pickle bukan hanya soal acar yang tiba-tiba populer. Ini adalah contoh bagaimana media sosial dapat mengubah bahan makanan sederhana menjadi bagian dari budaya populer.

Ketika sebuah rasa dianggap cukup unik untuk dicoba, cukup aneh untuk diperdebatkan, dan cukup menarik untuk direkam, popularitasnya bisa berkembang jauh melampaui makanan itu sendiri.

Jadi, kalau beberapa tahun lalu acar mungkin hanya dianggap sebagai pelengkap burger atau makanan pendamping, kini ceritanya berbeda. Pickle sudah menjadi rasa yang memiliki dunianya sendiri.

Dan melihat bagaimana restoran, produsen makanan, hingga pengguna media sosial terus bereksperimen dengannya, tampaknya obsesi terhadap rasa asam ini belum akan berhenti dalam waktu dekat. (Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
amerika pickle acar kuliner asam