SOLOBALAPAN.COM - India punya banyak stasiun kereta dengan cerita panjang, tapi Howrah Junction punya posisi yang cukup spesial. Berdiri di tepi Sungai Hooghly, tepat di seberang Kolkata, stasiun ini sudah menjadi bagian dari perjalanan kereta India sejak 1854 dan sampai sekarang masih menjadi salah satu pusat transportasi terbesar di negara tersebut.
Sejarah Howrah Station bermula pada 15 Agustus 1854, saat kereta pertama di wilayah India bagian timur berangkat dari Howrah menuju Hooghly. Pada masa itu, stasiunnya masih sangat sederhana, hanya terdiri dari satu peron dan bangunan kecil untuk melayani penumpang.
Perkembangan jaringan kereta membuat aktivitas di Howrah semakin ramai. Jalur-jalur baru mulai terhubung ke stasiun ini, termasuk jalur Bengal-Nagpur Railway yang mencapai Howrah pada 1900.
Jumlah perjalanan dan penumpang terus bertambah sampai bangunan lama tidak lagi cukup untuk menampung aktivitas tersebut.
Pada 1901, rencana pembangunan stasiun baru mulai dibuat. Arsitek Inggris Halsey Ricardo kemudian dipercaya untuk merancang bangunan tersebut dengan gaya Romanesque.
Pembangunannya berlangsung selama beberapa tahun dan bangunan utama yang sekarang dikenal sebagai Howrah Station mulai digunakan pada 1 Desember 1905.
Baca Juga: NPC Indonesia Buka Suara soal Pengiriman Atlet Tuli ke Ajang Internasional
Dari luar, bangunannya langsung terlihat berbeda dari stasiun modern pada umumnya. Fasadnya didominasi warna merah dan putih, dengan deretan lengkungan besar serta delapan menara di bagian depan.
Sebuah jam besar juga ditempatkan di salah satu menara, sehingga bisa terlihat dari kejauhan oleh orang-orang yang datang dari arah Kolkata.
Bangunan tersebut awalnya memiliki enam peron dan dirancang dengan kemungkinan untuk diperluas. Rencana itu akhirnya benar-benar dilakukan karena jumlah perjalanan kereta terus meningkat. Howrah kemudian beberapa kali diperbesar hingga memiliki puluhan peron yang digunakan untuk melayani berbagai jenis perjalanan.
Sekarang, Howrah Station memiliki 23 peron dan menangani ratusan perjalanan kereta setiap hari. Data Eastern Railway mencatat stasiun ini menangani 252 kereta Mail/Express, 500 kereta suburban EMU, dan 20 kereta penumpang setiap harinya.
Rata-rata jumlah penumpang yang datang dari Howrah juga mencapai sekitar 1,9 lakh atau 190 ribu orang per hari, dengan total lalu lintas penumpang harian sekitar 896 ribu orang.
Jumlah tersebut membuat suasana Howrah hampir tidak pernah benar-benar sepi. Dari pagi hingga malam, penumpang datang dan pergi melalui berbagai peron, baik untuk perjalanan jarak jauh maupun kereta komuter yang menghubungkan kawasan sekitar Kolkata.
Baca Juga: Baby Udon Angkat Kisah Fanny dan Hajime, Ini Alasan Olivia Mendorong Denny Sumargo
Posisinya juga membuat Howrah sangat penting bagi jaringan kereta India. Dari stasiun ini terdapat jalur menuju berbagai kota besar dan wilayah di India, termasuk rute menuju Delhi, Mumbai, Chennai, dan Guwahati.
Howrah bahkan menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kereta jarak jauh di India bagian timur.
Ada pula beberapa momen penting dalam sejarah perkeretaapian India yang berhubungan dengan stasiun ini. Pada 3 Maret 1969, perjalanan perdana Rajdhani Express menuju New Delhi berangkat dari Howrah. Layanan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan kereta jarak jauh di India.
Menariknya, perjalanan menuju Howrah dari Kolkata dulunya juga punya cerita tersendiri. Sebelum Howrah Bridge yang sekarang dibangun, penumpang dari Kolkata harus menyeberangi Sungai Hooghly menggunakan layanan penyeberangan untuk mencapai stasiun.
Baca Juga: Nggak Cuma Twilight Express, Jepang Punya Cassiopeia yang Dulu Jadi Incaran Banyak Orang
Hubungan antara kedua sisi sungai kemudian semakin mudah setelah jembatan-jembatan dibangun.
Seiring perkembangan kota, kawasan di sekitar stasiun juga berubah. Howrah yang dulu merupakan bagian dari jaringan transportasi era kolonial kini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perjalanan di wilayah Kolkata Raya.
Stasiun ini bahkan tidak hanya melayani kereta. Pada 2024, layanan metro bawah tanah yang melewati Sungai Hooghly mulai beroperasi dan menghubungkan Howrah dengan jaringan Metro Kolkata. Kehadiran metro membuat kawasan stasiun ini semakin penting sebagai titik perpindahan moda transportasi.
Lebih dari 170 tahun setelah kereta pertama berangkat dari tempat ini, Howrah masih menjalankan fungsi yang hampir sama: menjadi pintu masuk dan keluar bagi jutaan perjalanan di wilayah timur India.
Bangunannya memang sudah berkali-kali diperluas dan fasilitasnya terus diperbarui. Namun, bagian utama stasiun yang dibangun pada era kolonial masih menjadi wajah Howrah sampai sekarang.
Dari bangunan sederhana dengan satu peron pada 1854, Howrah berkembang menjadi kompleks raksasa dengan puluhan peron dan ratusan perjalanan kereta setiap hari.
Jadi, Howrah Junction bukan cuma salah satu stasiun tua di India. Stasiun ini adalah contoh bagaimana sebuah bangunan yang lahir pada era kolonial bisa terus beradaptasi dan tetap menjadi bagian penting dari kehidupan kota hingga lebih dari satu setengah abad kemudian.(Luthfiana Sekar)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber