SOLOBALAPAN.COM - Jepang memang punya banyak kereta yang terkenal karena kecepatannya. Shinkansen menjadi salah satu yang paling ikonik, tapi ada jenis kereta lain yang pernah punya tempat spesial di hati para pencinta kereta di Jepang: kereta malam.
Salah satu yang paling terkenal adalah Cassiopeia.
Cassiopeia merupakan kereta tidur mewah yang dioperasikan oleh JR East. Layanan ini mulai berjalan pada 16 Juli 1999 dan menghubungkan Ueno di Tokyo dengan Sapporo di Hokkaido.
Berbeda dari kereta biasa, Cassiopeia menawarkan perjalanan malam dengan kamar tidur pribadi sehingga perjalanan panjang menuju Hokkaido terasa seperti bagian dari liburan.
Rute Cassiopeia memiliki jarak sekitar 1.200 kilometer dan membutuhkan waktu kurang lebih 16 jam. Kereta berangkat dari Ueno pada sore hari dan tiba di Sapporo keesokan paginya.
Sepanjang perjalanan, rangkaian kereta melewati wilayah Honshu sebelum menyeberang ke Hokkaido melalui Terowongan Seikan.
Salah satu hal yang membuat Cassiopeia begitu menarik adalah desain kamar tidurnya. Hampir seluruh akomodasi dalam kereta ini merupakan kamar pribadi, bukan tempat tidur terbuka seperti pada beberapa kereta malam lainnya.
Baca Juga: Lini Serang Makin Mengerikan! Eks Arema FC Irsyad Maulana Resmi Gabung Persis Solo
Kabin-kabinnya terbagi dalam beberapa tipe. Ada kamar untuk dua orang dengan tempat tidur bertingkat, hingga tipe yang lebih luas dengan ruang duduk. Beberapa kamar juga memiliki jendela besar sehingga pemandangan di luar bisa dinikmati sepanjang perjalanan.
Kereta ini juga memiliki gerbong makan bernama Cassiopeia Dining Car. Di sana, makanan disajikan sambil kereta terus bergerak menuju utara Jepang. Jadi, penumpang tidak perlu turun dari kereta untuk menikmati makan malam dalam perjalanan.
Ada pula lounge car dengan jendela besar yang menjadi salah satu tempat favorit untuk melihat pemandangan. Pada malam hari, suasananya berubah menjadi lebih tenang, sedangkan ketika pagi tiba, penumpang bisa melihat lanskap Hokkaido dari balik kaca.
Perjalanan Cassiopeia memang bukan tentang kecepatan.
Kereta ini justru menawarkan cara berbeda untuk menikmati perjalanan jauh. Alih-alih naik pesawat dan tiba di Hokkaido dalam waktu singkat, perjalanan dengan Cassiopeia membuat waktu tempuh yang panjang menjadi bagian dari pengalaman.
Selama bertahun-tahun, Cassiopeia menjadi salah satu kereta malam paling populer di Jepang. Tiketnya juga dikenal sulit didapat karena jumlah kamar terbatas dan tingginya minat masyarakat.
Namun, perjalanan Cassiopeia mulai menghadapi masalah ketika Hokkaido Shinkansen akan dibuka.
Pada 2016, layanan kereta malam reguler antara Honshu dan Hokkaido harus berakhir karena pembangunan dan pengoperasian Hokkaido Shinkansen membutuhkan perubahan pada jalur yang sebelumnya digunakan kereta malam.
Baca Juga: Horor Pascademo di Pejompongan: Hafiz Quran Luka Parah, Satu Warga Dilaporkan Meninggal Dunia!
Perjalanan reguler Cassiopeia akhirnya berakhir pada 20 Maret 2016.
Meski begitu, Cassiopeia tidak benar-benar hilang dari dunia perkeretaapian. Setelah layanan regulernya berakhir, rangkaiannya masih sempat digunakan untuk perjalanan wisata khusus dan layanan charter.
Kereta ini kemudian tetap muncul dalam sejumlah perjalanan khusus hingga akhirnya masa penggunaan rangkaian tersebut juga berakhir.
Yang membuat Cassiopeia begitu dikenang adalah konsepnya yang sekarang semakin langka.
Kereta ini menggabungkan perjalanan jauh, kamar tidur, restoran, dan pemandangan Jepang dalam satu perjalanan. Penumpang bisa berangkat dari Tokyo pada sore hari, makan malam di atas kereta, tidur sambil terus bergerak ke utara, lalu bangun ketika sudah mendekati Hokkaido.
Sekarang, perjalanan seperti itu sudah semakin sulit ditemukan di Jepang. Pesawat dan Shinkansen menawarkan perjalanan yang jauh lebih cepat, sementara banyak layanan kereta malam reguler perlahan dihentikan.
Baca Juga: Kolam Renang dengan Replika Candi di Karanganyar, Sekilas seperti di Bali.
Cassiopeia akhirnya menjadi salah satu simbol dari masa ketika kereta malam masih menjadi pilihan populer untuk perjalanan jarak jauh di Jepang.
Bagi sebagian orang, kereta ini mungkin hanya sebuah rangkaian gerbong yang sudah tidak lagi beroperasi secara reguler.
Tapi bagi pencinta kereta Jepang, Cassiopeia adalah kenangan tentang bagaimana perjalanan ke Hokkaido dulu bisa dilakukan dengan cara yang jauh lebih santai.
Bukan terburu-buru sampai tujuan, tetapi menikmati malam, makan malam, tidur di atas rel, dan bangun dengan pemandangan Jepang yang berbeda di luar jendela. (Luthfiana Sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber