Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kolam Renang dengan Replika Candi di Karanganyar, Sekilas seperti di Bali.

t
Penulis: tim solobalapan❯
Kolam renang Jawa Dwipa Heritage Resort dengan replika candi.(@indranikarddd/TikTok)
Kolam renang Jawa Dwipa Heritage Resort dengan replika candi.(@indranikarddd/TikTok)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM- Karanganyar ternyata punya tempat dengan suasana kolam renang yang cukup berbeda. Berada di kawasan Jawa Dwipa Heritage Resort and Convention, area kolam ini dikelilingi pepohonan, ruang terbuka, serta bangunan yang menghadirkan kesan klasik.

Salah satu yang paling mencolok adalah bangunan menyerupai candi di sekitar kolam. Replika tersebut menjadi bagian dari penataan area dan membuat pemandangan di sekitar kolam terasa kental dengan nuansa kerajaan Jawa.

Advertisement

Keberadaan candi di area kolam bukan tanpa alasan. Jawa Dwipa menggunakan konsep heritage dengan nuansa Jawa kuno yang terinspirasi dari Kerajaan Majapahit. Karena itu, unsur arsitektur zaman dulu masih terlihat di kawasan tersebut.

Penggunaan bata pada bangunan turut memperkuat kesan tersebut. Warna dan teksturnya berpadu dengan bentuk bangunan bergaya klasik, sehingga area kolam tidak hanya tampil seperti fasilitas renang pada umumnya. Perpaduan antara kolam, suasana alami, dan bangunan bernuansa candi membuat tempat ini terlihat menarik dari berbagai sudut.

Suasananya juga berbeda ketika malam tiba. Penerangan di sekitar kolam membuat bangunan bergaya candi menjadi bagian dari latar, sehingga area tersebut memiliki tampilan tersendiri dibandingkan dengan siang hari.

Jawa Dwipa Heritage Resort and Convention berada di Jalan Raya Solo–Tawangmangu Km 34, Popongan, Karangpandan, Karanganyar. Lokasinya berada di kawasan kaki Gunung Lawu dengan udara yang cenderung sejuk.

Selain kolam renang, tempat itu juga memiliki fasilitas restoran, kafe dan penginapan. Namun, keberadaan replika candi di sekitar kolam menjadi salah satu detail yang membuat tempat ini mudah menarik perhatian.

Dari beberapa sudut, kolam dengan latar bangunan dan pepohonan tersebut memang sekilas memberi kesan seperti suasana tropis di Bali. Hanya saja, ketika diperhatikan lebih dekat, ornamen candi dan penggunaan bata justru memperlihatkan karakter Jawa kuno yang menjadi ciri Jawa Dwipa.

Kolam renang ini bukan hanya menjadi tempat untuk berenang, tetapi juga bisa menjadi salah satu spot foto di area Jawa Dwipa. Perpaduan kolam, pepohonan hijau, dan bangunan bernuansa heritage membuat area ini memiliki sejumlah sudut yang menarik untuk diabadikan. (Hanifatuz Zahra)

Advertisement
Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : Berbagai Sumber, solobalapan.com

Artikel Terkait

Berkeliling ke Chiang Mai, Kota Wisata di Thailand yang Sebelumnya Ibu Kota Kerajaan

Berkeliling ke Chiang Mai, Kota Wisata di Thailand yang Sebelumnya Ibu Kota Kerajaan

Chiang Mai bukan hanya kota wisata di Thailand. Kota ini didirikan pada 1296 sebagai pusat Kerajaan Lanna dan hingga kini masih menyimpan jejak sejarah melalui kuil, tembok kota, tradisi, serta budaya Lanna.

Ini Dia 5 Rekomendasi Hotel di Solo yang Cocok untuk Liburan Wisata Budaya

Ini Dia 5 Rekomendasi Hotel di Solo yang Cocok untuk Liburan Wisata Budaya

Cari penginapan strategis di Solo? Cek 5 rekomendasi hotel terbaik untuk liburan wisata budaya, tarif mulai Rp500 ribuan saja!

Menelusuri Cerita Umbul Sungsang, Dari Ritual hingga Jadi Wisata Andalan Desa Nepen

Menelusuri Cerita Umbul Sungsang, Dari Ritual hingga Jadi Wisata Andalan Desa Nepen

Umbul Sungsang di Desa Nepen, Boyolali, menyimpan cerita panjang. Dulu digunakan warga untuk mandi dan mencuci, kini berkembang menjadi destinasi wisata.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer