SOLOBALAPAN.COM- Buah kesemek punya tampilan yang cukup mudah dikenali. Kulitnya berubah menjadi jingga saat matang, tetapi permukaannya sering terlihat tertutup warna putih. Sekilas, buah kesemek seperti baru saja ditaburi bedak.
Lalu, dari mana sebenarnya lapisan putih tersebut berasal?
Warna putih pada kesemek tidak muncul secara alami saat buah masih berada di pohon. Tampilan itu berkaitan dengan proses yang dilakukan setelah buah dipetik, terutama pada kesemek yang masih terasa sepat.
Baca Juga: Waspada Bencana Kebakaran, BPBD Kota Surakarta Larang Warga Bakar Sampah dan Main Api
Rasa sepat pada kesemek berkaitan dengan kandungan tanin di dalam buah. Jika langsung dimakan, kandungan tersebut dapat meninggalkan rasa sepat di mulut. Karena itu, kesemek tertentu perlu melalui proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Salah satu cara yang digunakan adalah merendam buah dalam air kapur. Setelah melalui proses tersebut, kesemek kemudian dikeringkan. Sisa kapur yang masih berada di permukaan kulit akan mengering dan meninggalkan lapisan putih yang membuat buah terlihat seperti memakai bedak.
Jadi, lapisan putih pada kesemek bukan berarti buah tersebut kotor atau rusak. Warna tersebut justru menjadi bagian dari proses pengolahan untuk mengurangi rasa sepat.
Baca Juga: Jennie BLACKPINK Rilis “Fallen Angel”, Seperti Apa Babak Baru Karier Solonya?
Kesemek dengan ciri seperti itu salah satunya dapat ditemukan di kawasan Selo, Boyolali. Buah ini cukup dikenal sebagai salah satu hasil pertanian di Kecamatan Selo. Masyarakat setempat mengenalnya dengan nama tledung atau kledung. Tanamannya tersebar di sejumlah desa, di antaranya Selo, Samiran, Jrakah, dan Senden.
Di kawasan Selo, kesemek biasanya memasuki masa panen pada Mei hingga Juli. Saat musim buah tiba, buah ini cukup mudah ditemukan dan menjadi salah satu hasil kebun yang dijual kepada warga.
Pemasarannya pun tidak hanya berputar di sekitar Boyolali. Hasil kesemek dari Selo dikirim ke sejumlah daerah lain, termasuk Surabaya. Buah tersebut bahkan memiliki jalur pemasaran hingga Singapura melalui pengepul.
Bagi yang baru pertama kali melihatnya, kesemek dengan kulit berlapis putih mungkin tampak tidak biasa. Padahal, tampilan tersebut berkaitan dengan proses pengolahan buah yang dilakukan setelah dipanen di kawasan pegunungan Selo.
Baca Juga: Hat-trick untuk Mourinho! Mbappe Menggila di Bernabeu, Real Madrid Hajar Real Sociedad
Jadi, permukaan kesemek yang terlihat seperti ditaburi bedak bukan hanya soal penampilan. Lapisan putih itu muncul melalui proses tertentu yang membantu mengurangi rasa sepat, sekaligus menjadi salah satu ciri khas kesemek yang banyak dijumpai di kawasan Selo. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber