Gare Saint-Lazare, Melihat Kehidupan Paris dari Lukisan Monet

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:42 WIB
Sebelum dipenuhi kereta modern, Gare Saint-Lazare pernah menjadi objek lukisan Claude Monet. Pada 1877, ia membuat sekitar 12 lukisan yang menangkap suasana stasiun dan kereta uap di dalamnya. (Pinterest)
Sebelum dipenuhi kereta modern, Gare Saint-Lazare pernah menjadi objek lukisan Claude Monet. Pada 1877, ia membuat sekitar 12 lukisan yang menangkap suasana stasiun dan kereta uap di dalamnya. (Pinterest)

 SOLOBALAPAN.COM - Paris punya banyak bangunan yang sudah terkenal di seluruh dunia. Menara Eiffel, Louvre, Arc de Triomphe, sampai Sungai Seine mungkin lebih dulu muncul di kepala. Tapi ada satu tempat yang mungkin nggak langsung masuk daftar tujuan wisata, padahal pernah menarik perhatian salah satu pelukis paling terkenal dalam sejarah.

Tempat itu adalah Gare Saint-Lazare.

Stasiun yang berada di kawasan barat laut Paris ini bukan cuma salah satu stasiun utama di kota tersebut. Pada akhir abad ke-19, suasana stasiun ini justru menjadi objek yang menarik perhatian Claude Monet, salah satu tokoh penting dalam gerakan Impresionisme.

Monet bahkan membuat serangkaian lukisan yang menampilkan Gare Saint-Lazare pada 1877. Dalam seri tersebut, ia nggak cuma melukis bangunannya, tetapi juga suasana kereta yang datang dan pergi, asap yang memenuhi area stasiun, serta cahaya yang masuk dari atap kaca.

Buat Monet, stasiun bukan sekadar tempat dengan kereta dan penumpang. Ia melihat sesuatu yang menarik dari asap lokomotif, cahaya, gerakan, dan suasana yang terus berubah di dalamnya.

Karena itu, seri La Gare Saint-Lazare terasa berbeda dari lukisan pemandangan kota yang biasanya menampilkan bangunan dalam kondisi tenang. Monet justru mengambil suasana yang ramai dan terus bergerak.

Baca Juga: Viral Video Penurunan Logo Bank Mandiri di Jakpus Usai Ramai Isu Pemblokiran Rekening, Ini Faktanya

Ada kereta, ada asap, ada cahaya, dan semuanya bercampur menjadi satu. Justru hal seperti itulah yang menjadi salah satu ciri khas Impresionisme.

Pada masa itu, kereta api juga sedang mengubah kehidupan masyarakat Eropa. Perjalanan menjadi lebih cepat, kota-kota semakin terhubung, dan stasiun kereta berubah menjadi tempat baru yang penuh aktivitas.

Monet menangkap perubahan tersebut lewat lukisannya. Ia memilih Gare Saint-Lazare sebagai salah satu objek karena stasiun ini berada di kawasan yang berkembang pesat dan memiliki hubungan penting dengan jaringan kereta menuju wilayah barat Paris.

Gare Saint-Lazare sendiri sudah memiliki sejarah panjang. Stasiun ini mulai berkembang sejak 1837, ketika jalur kereta dari Paris menuju Saint-Germain-en-Laye dibuka. Seiring bertambahnya jaringan kereta, stasiun tersebut terus berkembang dan menjadi salah satu pintu utama perjalanan dari Paris menuju wilayah barat Prancis.

Pada masa Monet melukisnya, Gare Saint-Lazare sudah menjadi tempat yang sangat sibuk. Jadi, sebenarnya Monet sedang melukis sesuatu yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat Paris saat itu.

Bukan istana, bukan taman kerajaan, dan bukan pula monumen kuno.

Melainkan stasiun kereta.

Baca Juga: Tak Sekadar Santapan, Ini 5 Sajian yang Punya Cerita di Balik Tradisi Maulid Nabi

Hal tersebut yang membuat seri lukisan Gare Saint-Lazare cukup menarik. Monet menghasilkan sekitar 12 lukisan dari stasiun tersebut dalam satu seri. Beberapa lukisan menampilkan bagian dalam stasiun dengan atap besi dan kaca, sementara lainnya memperlihatkan kereta dan kepulan asap yang memenuhi ruang.

Ia bahkan meminta izin khusus untuk melukis di stasiun tersebut. Menurut catatan sejarah, Monet mendapat dukungan dari pihak perkeretaapian untuk mengerjakan seri lukisan itu. Lokomotif dan gerbong bahkan diatur agar berada dalam posisi tertentu ketika ia bekerja.

Hasilnya kemudian menjadi salah satu contoh terkenal bagaimana seniman Impresionis melihat kehidupan modern pada zamannya. Bagi Monet, aktivitas kereta yang saat itu merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari justru bisa menjadi objek seni.

Menariknya, Gare Saint-Lazare masih menjadi stasiun aktif sampai sekarang. Jadi, tempat yang dulu dilihat Monet sebagai gambaran kehidupan modern Paris masih digunakan oleh orang-orang untuk bepergian lebih dari satu abad kemudian.

Bedanya, tentu saja, suasananya sudah jauh berubah. Kereta uap yang mengeluarkan asap tebal sudah digantikan kereta modern, sementara sistem perjalanan juga menjadi jauh lebih cepat dan kompleks.

Namun, bentuk dasar kawasan stasiunnya masih mengingatkan bahwa tempat ini punya sejarah yang panjang. Gare Saint-Lazare juga tetap menjadi salah satu stasiun utama Paris yang melayani perjalanan menuju wilayah barat Prancis.

Baca Juga: Aqeela Calista Dikabarkan Pingsan, Pemain Asmara Gen Z Ramai-Ramai Dikabarkan Kurang Sehat

Setiap hari, penumpang datang dan pergi menggunakan kereta komuter maupun layanan regional. Aktivitas tersebut membuat Gare Saint-Lazare tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di Paris.

Artinya, ada sesuatu yang cukup unik dari tempat ini.

Monet pernah berdiri di sini lebih dari 140 tahun lalu untuk melukis kereta dan kehidupan modern Paris. Sekarang, orang masih datang ke tempat yang sama untuk naik kereta.

Satu tempat, tapi dua zaman yang berbeda.

Dulu, asap lokomotif memenuhi langit-langit stasiun dan menjadi objek lukisan. Sekarang, kereta modern datang dan pergi dengan cepat, sementara penumpang terus memenuhi peron.

Dan mungkin itulah alasan Gare Saint-Lazare menarik untuk dibahas. Stasiun ini nggak cuma punya cerita tentang kereta, tetapi juga pernah menjadi bagian dari sejarah seni dunia.

Jadi, kalau suatu hari berada di Paris dan melewati Gare Saint-Lazare, ingat bahwa lebih dari satu abad lalu, tempat yang sama pernah menjadi objek lukisan Claude Monet. (Luthfiana Sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar Gare Saint-Lazare paris stasiun kereta api