Ini Stasiun atau Istana ? Mengintip Megahnya Stasiun Kereta Api Milano Centrale di Italia

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:20 WIB
Sekilas kayak istana, ternyata ini stasiun kereta. Milano Centrale bukan cuma salah satu pusat perjalanan penting di Italia, tapi juga punya bangunan penuh patung, ornamen, dan detail arsitektur yang bikin melongo. (Pinterest)
Sekilas kayak istana, ternyata ini stasiun kereta. Milano Centrale bukan cuma salah satu pusat perjalanan penting di Italia, tapi juga punya bangunan penuh patung, ornamen, dan detail arsitektur yang bikin melongo. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Italia punya banyak bangunan yang gampang bikin orang kagum. Di antara nya ada Colosseum, Menara Pisa, sampai deretan bangunan klasik di berbagai kotanya. 

Tapi di Milan, ada satu bangunan megah yang fungsinya mungkin nggak langsung ketebak. Sekilas, bangunan ini lebih mirip istana dan museum daripada tempat buat naik kereta. 

Namanya Milano Centrale, stasiun utama Kota Milan ini memang punya penampilan yang berbeda dari kebanyakan stasiun. Dari luar saja, bangunannya sudah terlihat besar dengan fasad penuh patung, ornamen, dan relief.

Baca Juga: Hua Lamphong, Stasiun Tua Bangkok yang Menjadi Ikon Kota

Detailnya begitu banyak sampai rasanya bangunan ini memang nggak dibuat untuk sekadar menjadi tempat orang datang, naik kereta, lalu pergi begitu saja.

Begitu masuk ke dalam, kesan megahnya masih berlanjut. Langit-langitnya tinggi, ruangannya luas, dan di atas area peron berdiri struktur atap besar dari besi yang membentang jauh.

Jadi, meskipun tujuan awalnya cuma mau naik kereta, rasanya susah untuk nggak sesekali menengok ke atas atau memperhatikan detail bangunannya.

Baca Juga: Wow! Kapal Induk Pertama Indonesia Garibaldi Berlayar dari Italia, Diusulkan Bernama KRI Gadjah Mada

Milano Centrale sendiri dibangun untuk menggantikan stasiun lama yang sudah nggak mampu menampung semakin banyak perjalanan kereta di Milan. Setelah melalui proses desain dan pembangunan yang panjang, stasiun baru ini akhirnya resmi dibuka pada 1931.

Arsitek yang merancangnya adalah Ulisse Stacchini. Namun, bangunan yang akhirnya berdiri ternyata nggak cuma mengikuti satu gaya arsitektur saja. Justru perpaduan berbagai gaya inilah yang bikin Milano Centrale punya tampilan yang cukup unik.

Di beberapa bagian, kamu bisa melihat pengaruh Art Nouveau atau gaya Liberty seperti yang dikenal di Italia. Ada juga unsur Art Deco, gaya klasik, hingga bentuk-bentuk monumental yang berkembang pada masa itu.

Semua unsur tersebut seperti bercampur dalam satu bangunan yang ukurannya memang dibuat serba besar dan dramatis.

Hasilnya adalah sebuah stasiun yang mungkin terasa lebih seperti bangunan monumental daripada sekadar fasilitas transportasi.

Salah satu bagian yang paling mencolok adalah atap besar di atas area peron. Struktur besinya membentang sangat luas.

Baca Juga: Pad Thai, Makanan Thailand yang Ternyata Punya Cerita Sejarah

Lengkungan utamanya memiliki bentang sekitar 72 meter, sementara keseluruhan struktur atap membentang sepanjang sekitar 341 meter dan menutupi area yang sangat besar. Nggak heran kalau saat berdiri di area peron, Milano Centrale terasa jauh lebih besar daripada yang terlihat dari foto.

Tapi yang bikin stasiun ini menarik bukan cuma ukurannya. Kalau diperhatikan lebih dekat, bangunan Milano Centrale juga penuh dengan dekorasi.

Ada patung, relief, ornamen berbentuk kepala singa, hingga berbagai figur dan detail arsitektur lain yang menghiasi bagian luar maupun dalam bangunan. Hampir ke mana pun melihat, selalu ada detail yang bisa diperhatikan.

Dan memang, sejak awal Milano Centrale dibuat dengan kesan monumental. Bukan sekadar tempat orang datang, naik kereta, lalu pergi. Sampai sekarang, kesan itu masih terasa, meskipun fungsi stasiunnya sendiri sangat sibuk.

Milano Centrale menjadi salah satu stasiun terbesar dan tersibuk di Italia. Kereta regional, antarkota, hingga layanan internasional datang dan pergi dari sini.

Stasiun ini juga terhubung dengan metro, bus, trem, serta berbagai layanan transportasi lain yang menghubungkan penumpang ke berbagai bagian Kota Milan.

Jadi, di satu sisi kamu bisa melihat orang berlarian mengejar kereta. Di sisi lain, ada wisatawan yang malah sibuk melihat langit-langit atau memotret detail bangunannya. Dua aktivitas yang sangat berbeda, tapi terjadi di tempat yang sama.

Menariknya lagi, Milano Centrale ternyata bukan cuma menyimpan cerita tentang arsitektur dan perjalanan kereta. Ada juga bagian stasiun yang menjadi saksi sejarah kelam Perang Dunia II.

Salah satunya adalah Binario 21 atau Peron 21. Area ini berada di bawah jalur utama stasiun dan pada awalnya digunakan untuk kegiatan pengangkutan barang dan kereta pos.

Baca Juga: Tampil Berbeda Di Acara Nikahan, Ini Peran Bridesmaid dan Groomsmen

Namun, antara 1943 hingga 1945, tempat tersebut digunakan dalam deportasi orang-orang Yahudi dan lawan politik menuju kamp konsentrasi Nazi. Kini, kawasan tersebut menjadi Memoriale della Shoah di Milano, sebuah memorial untuk mengenang para korban.

Ada pula Royal Pavilion, ruangan yang dahulu dibuat sebagai tempat menunggu keluarga kerajaan Italia. Ruang ini dirancang agar keluarga kerajaan dapat langsung menuju area peron tanpa harus melewati jalur yang sama dengan penumpang lain.

Bagian tersebut masih menjadi salah satu ruang bersejarah yang menambah cerita panjang di balik bangunan Milano Centrale.

Jadi, di balik tampilannya yang megah, stasiun ini ternyata menyimpan lebih dari sekadar cerita tentang kereta. Milano Centrale sudah melihat Milan berubah selama puluhan tahun.

Kereta semakin modern, jumlah penumpang terus bertambah, dan kota di sekitarnya juga berkembang. Tapi bangunan utama stasiun ini masih mempertahankan karakter yang membuatnya gampang dikenali.

Kawasan Milano Centrale juga sempat menjalani proses renovasi dan penataan ulang agar bangunan bersejarah tersebut tetap bisa memenuhi kebutuhan penumpang modern. Hasilnya, Milano Centrale sekarang seperti menjadi pertemuan antara dua zaman.

Di dalamnya ada kereta cepat dan perjalanan modern yang menghubungkan Milan dengan berbagai kota di Italia hingga negara lain di Eropa. Tapi begitu melihat sekeliling, kamu masih bisa menemukan bangunan dengan gaya arsitektur dari hampir satu abad lalu.

Mungkin itu yang bikin Milano Centrale berbeda.

Biasanya, kita datang ke stasiun karena mau pergi ke suatu tempat. Tapi kalau sampai di sini, jangan buru-buru langsung menuju peron. Coba lihat ke atas, perhatikan dindingnya, lalu lihat patung dan ornamen yang ada di sekeliling bangunan. (luthfiana sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar milan stasiun kereta api unik