Som Tam, Pepaya Muda Diulek Jadi Makanan Ikonik Thailand

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Pepaya muda ternyata bisa jadi makanan ikonik Thailand. Som Tam memadukan rasa pedas, asam, manis, dan asin dalam satu piring. Di balik rasanya yang kuat, ada cerita panjang dari kuliner Isan. (Pinterest)
Pepaya muda ternyata bisa jadi makanan ikonik Thailand. Som Tam memadukan rasa pedas, asam, manis, dan asin dalam satu piring. Di balik rasanya yang kuat, ada cerita panjang dari kuliner Isan. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Pedas, asam, manis, dan asin bisa muncul dalam satu suapan. Kalau biasanya pepaya matang dimakan sebagai buah, di Thailand pepaya muda justru diolah menjadi hidangan dengan rasa yang jauh lebih berani.

Buah yang masih berwarna hijau tersebut diserut tipis, lalu dicampur dengan cabai, bawang putih, tomat, kacang panjang, jeruk nipis, gula, dan saus ikan.

Hidangan inilah yang dikenal sebagai Som Tam, salah satu makanan yang lekat dengan kuliner Thailand.

Som Tam sering disebut sebagai green papaya salad atau salad pepaya hijau. Namun, menyebutnya sekadar salad rasanya kurang menggambarkan karakter makanan ini.

Som Tam memiliki rasa yang kuat dan dibuat dengan cara yang cukup khas. Berbagai bahan dimasukkan ke dalam cobek, lalu ditumbuk dan dicampur menggunakan ulekan.

Baca Juga: Maling Motor di Kadipiro Gagal! Terduga Pelaku Dikejar Warga Hingga Karanganyar dan Berhasil Dibekuk

Pepaya muda tidak dihaluskan sampai hancur. Teksturnya justru tetap dibuat renyah, sementara proses mengulek membantu mengeluarkan aroma dan rasa dari bahan-bahan lain.

Cabai memberikan rasa pedas, jeruk nipis menghadirkan rasa asam, saus ikan menambahkan rasa asin dan gurih, sementara gula membantu menyeimbangkan semuanya.

Hasilnya adalah makanan yang memiliki banyak rasa dalam satu piring. Bagi sebagian orang, perpaduan pedas, asam, manis, dan asin mungkin terasa cukup mengejutkan saat pertama kali mencobanya. Namun, justru kombinasi inilah yang membuat Som Tam begitu khas.

Meski kini dikenal sebagai salah satu makanan Thailand, Som Tam memiliki hubungan yang kuat dengan Isan, kawasan di timur laut Thailand.

Kuliner dari wilayah ini dikenal memiliki karakter rasa yang cukup kuat, terutama pedas, asin, dan asam. Selain Som Tam, makanan seperti larb dan gai yang juga menjadi bagian dari kuliner khas Isan.

Tradisi kuliner Isan juga memiliki hubungan erat dengan Laos. Di Laos terdapat hidangan serupa yang dikenal sebagai tam mak hoong, yang sama-sama menggunakan pepaya hijau sebagai bahan utama.

Kemiripan tersebut menunjukkan bagaimana budaya makanan di kawasan Asia Tenggara dapat berkembang melalui hubungan masyarakat dan wilayah yang saling berdekatan.

Salah satu hal yang membuat Som Tam menarik adalah penggunaan pepaya muda. Berbeda dengan pepaya matang yang manis dan lembut, pepaya muda memiliki tekstur lebih keras dan rasa yang relatif netral.

Karena itu, pepaya muda cocok diserut menjadi potongan tipis dan menyerap rasa dari bumbu yang digunakan.

Som Tam juga memiliki banyak variasi. Beberapa versi menggunakan kacang tanah dan udang kering, sementara versi lain dapat menggunakan kepiting asin atau pla ra, yaitu ikan fermentasi yang menjadi salah satu bahan penting dalam kuliner Isan.

Baca Juga: Patah Hati, Lalu Lari: Ketika Olahraga Jadi Cara Mengalihkan Diri

Ada pula Som Tam yang menggunakan bahan tambahan seperti bihun atau buah-buahan.

Karena banyaknya variasi tersebut, rasa Som Tam bisa berbeda tergantung tempat dan cara membuatnya. Tingkat kepedasannya pun dapat disesuaikan.

Bagi yang tidak terbiasa dengan cabai, Som Tam bisa dibuat lebih ringan. Namun, bagi pencinta makanan pedas, beberapa cabai tambahan justru menjadi bagian penting dari pengalaman menyantapnya.

Som Tam juga sering tidak dimakan sendirian. Dalam kuliner Isan, makanan ini kerap disantap bersama sticky rice atau nasi ketan dan gai yang, yaitu ayam panggang.

Rasa pedas dan asam dari Som Tam kemudian berpadu dengan nasi ketan yang lebih netral serta ayam panggang yang gurih.

Baca Juga: On This Day: 9 Hal yang Terjadi pada 25 Agustus, dari Akhir TV Analog hingga Berdirinya Kuomintang

Popularitas makanan Thailand membuat Som Tam akhirnya menyebar jauh dari wilayah asalnya. Perpindahan masyarakat Isan ke berbagai daerah ikut memperkenalkan kuliner khas wilayah tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Restoran Thailand di berbagai negara kemudian membuat Som Tam semakin dikenal secara internasional.

Kini, Som Tam dapat ditemukan di berbagai tempat dengan resep yang mungkin sedikit berbeda. Namun, ciri utamanya tetap sama: pepaya muda yang renyah dengan perpaduan rasa pedas, asam, manis, dan asin.

Pada akhirnya, Som Tam bukan hanya tentang pepaya muda yang diulek bersama cabai. Hidangan ini juga membawa cerita tentang kuliner Isan, hubungan budaya di kawasan Mekong, serta bagaimana makanan sederhana dapat berkembang menjadi salah satu ikon kuliner Thailand.

Jadi, lain kali melihat pepaya muda, mungkin jangan langsung menganggapnya sebagai buah yang belum siap dimakan. Di Thailand, pepaya muda justru menjadi bahan utama sebuah hidangan yang berhasil menghadirkan begitu banyak rasa dalam satu piring. (Luthfiana Sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar som tam thailand pepaya kuliner