Di tengah kesibukan Zürich Hauptbahnhof, ada satu sosok yang justru membuat orang berhenti dan menengadah. “Nana”, karya Niki de Saint Phalle, menggantung di aula utama stasiun dan menjadi salah satu ikonnya. (Pinterest)SOLOBALAPAN.COM- Kalau biasanya stasiun kereta identik dengan peron, rel, dan papan jadwal, Zürich Hauptbahnhof punya sesuatu yang membuat penumpang justru ingin berhenti dan melihat ke atas.Di tengah aula utamanya, tergantung sebuah patung perempuan raksasa dengan sayap berwarna emas dan pakaian penuh warna. Tingginya mencapai 11 meter dan beratnya sekitar 1,2 ton. Karya tersebut bernama L’ange protecteur, yang berarti “Malaikat Pelindung”, karya seniman Prancis-Amerika Niki de Saint Phalle. Patung itu bukan sekadar hiasan stasiun. Selama hampir tiga dekade, sosok malaikat tersebut telah menjadi salah satu pemandangan yang paling mudah dikenali di Zürich Hauptbahnhof.Zürich Hauptbahnhof sendiri memiliki sejarah panjang. Stasiun ini dibuka pada 1847, ketika jalur kereta api mulai berkembang di Swiss. Salah satu layanan awal yang terkenal adalah Spanisch-Brötli-Bahn, yang menghubungkan Zürich dengan Baden.Bangunan utama yang terlihat sekarang berkembang melalui berbagai pembangunan dan perluasan. Aula utamanya yang monumental selesai pada 1871 dan hingga kini menjadi salah satu ruang publik terbesar di kawasan stasiun tersebut.
Namun, ada satu hal yang membuat aula itu jauh lebih menarik. Nana sang malaikat.Patung tersebut dipasang di Zürich Hauptbahnhof pada 1997. Karya ini merupakan hadiah dari perusahaan keamanan Securitas untuk memperingati 150 tahun perkeretaapian Swiss. Membawa patung sebesar itu ke Zürich tentu bukan pekerjaan sederhana.L’ange protecteur dikirim dari Amerika Serikat dalam tiga bagian melalui kapal menuju Rotterdam, kemudian diteruskan ke Basel sebelum akhirnya dibawa ke Zürich.Setelah tiba, ketiga bagian tersebut dirakit kembali dan dipasang di aula utama. Niki de Saint Phalle bahkan datang langsung untuk mengawasi proses pemasangannya. Pada 14 November 1997, patung tersebut akhirnya diperkenalkan kepada publik.Sejak saat itu, sosok malaikat berwarna-warni tersebut menggantung di atas kepala para penumpang yang berlalu-lalang di stasiun.Yang menarik, L’ange protecteur sebenarnya merupakan bagian dari dunia seni Niki de Saint Phalle yang lebih luas.Seniman tersebut terkenal melalui seri Nana, yaitu patung-patung perempuan dengan bentuk tubuh yang besar, warna-warni cerah, dan kesan penuh energi.Menurut Zürich Tourism, figur Nana miliknya merepresentasikan perempuan yang ceria, bebas, dan percaya diri.Di Zürich, konsep tersebut kemudian diwujudkan menjadi sosok malaikat pelindung. Sayap emasnya terbentang lebar, sementara tubuh dan pakaiannya dipenuhi warna-warna cerah. Kontras dengan interior stasiun yang lebih klasik membuat patung tersebut langsung menarik perhatian. Bahkan, ukurannya membuatnya sulit dilewatkan.
Bayangkan sedang berjalan terburu-buru mengejar kereta, kemudian melihat sebuah patung setinggi 11 meter menggantung di atas aula. Rasanya agak mustahil untuk tidak menengadah.Dan memang, itulah salah satu daya tarik Zürich Hauptbahnhof. Stasiun ini bukan hanya tempat orang datang dan pergi, tetapi juga menjadi ruang publik yang dipenuhi karya seni.Selain Nana, terdapat beberapa karya seni lain di kawasan stasiun, termasuk The Philosopher’s Egg karya Mario Merz dan Boule d’Or Centenaire karya Dieter Meier.Sementara dari sisi transportasi, Zürich Hauptbahnhof tetap menjadi salah satu simpul kereta paling penting di Swiss.Menurut Zürich Tourism, stasiun ini memiliki 26 jalur dan sekitar 3.000 layanan kereta setiap hari. Kompleksnya juga memiliki ShopVille, kawasan pertokoan dan layanan yang berada di bawah stasiun. Artinya, setiap hari ribuan orang melewati tempat yang sama: turun dari kereta, berjalan menuju pintu keluar, berbelanja, menunggu kereta berikutnya, atau sekadar melintas.Dan di tengah semua kesibukan itu, ada satu sosok yang tetap diam di tempatnya. Seorang “malaikat” raksasa yang menggantung di atas mereka. Menariknya lagi, patung ini awalnya tidak selalu mendapat sambutan hangat. Namun, seiring waktu, L’ange protecteur justru menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari Zürich Hauptbahnhof dan telah menjadi salah satu ikon kota. Jadi, Zürich Hauptbahnhof bukan hanya menarik karena sejarah keretanya.Stasiun ini juga menunjukkan bagaimana seni modern bisa hidup berdampingan dengan bangunan bersejarah dan aktivitas transportasi sehari-hari. Orang datang ke sana untuk naik kereta. Tetapi sebelum berangkat, mereka mungkin akan melakukan satu hal yang sama: menengadah dan melihat sang malaikat yang sudah menjaga stasiun selama puluhan tahun. (luthfiana sekar) Editor : Kabun Triyatno Sumber : Berbagai Sumber