Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Flinders Street, Stasiun dengan Jam Ikonik Melbourne

Kabun TriyatnoL
“Ketemu di bawah jam.” Kalimat sederhana ini sudah menjadi bagian dari kehidupan warga Melbourne selama lebih dari satu abad. Di Flinders Street Station, jam keberangkatan kereta berubah menjadi ikon kota. (Pinterest)
“Ketemu di bawah jam.” Kalimat sederhana ini sudah menjadi bagian dari kehidupan warga Melbourne selama lebih dari satu abad. Di Flinders Street Station, jam keberangkatan kereta berubah menjadi ikon kota. (Pinterest)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Di pusat kota Melbourne, ada sebuah bangunan yang begitu mudah dikenali hanya dari kubah hijau, menara jam, dan deretan jam di bagian depannya. Bangunan itu adalah Flinders Street Station, salah satu stasiun kereta paling ikonik di Australia.

Sejarah stasiun ini sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum bangunan megah yang sekarang terlihat berdiri. Pada 1854, sebuah stasiun bernama Melbourne Terminus mulai beroperasi di tepi Sungai Yarra. Saat itu bentuknya masih sangat sederhana, hanya berupa bangunan kayu dan satu peron. 

Melbourne kemudian berkembang dengan cepat. Jumlah penduduk bertambah, jaringan kereta meluas, dan stasiun lama tidak lagi cukup untuk menampung aktivitas kota.

Pada 1901, pembangunan stasiun baru dimulai dengan rancangan arsitek Fawcett dan H.P.C. Ashworth dari Victorian Railways. Bangunan tersebut akhirnya selesai pada 1910. 

Hasilnya adalah bangunan yang sangat berbeda dari stasiun awal. Fasadnya memadukan bata merah dan ornamen berwarna krem, dengan kubah besar berwarna hijau tembaga di sudut Swanston Street.

Di ujung lainnya terdapat menara jam yang menjulang di atas Elizabeth Street. Gaya arsitekturnya menggabungkan berbagai pengaruh akhir era Victoria dan Edwardian, termasuk unsur French Renaissance dan Romanesque. 

Namun, dari semua elemen tersebut, jam-jam di bawah kubah utama mungkin merupakan bagian yang paling terkenal.

Jam tersebut bukan sekadar dekorasi. Dahulu, deretan jam itu digunakan untuk menunjukkan waktu keberangkatan kereta dari berbagai jalur.

Sistem jam indikator ini memiliki sejarah yang lebih panjang daripada bangunan stasiun sekarang. Beberapa jam telah digunakan sejak abad ke-19 dan kemudian dipasang kembali di bangunan baru pada 1910.

Yang lebih menarik, jam-jam tersebut dulu harus diubah secara manual.

Advertisement
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Grand Central Terminal, Stasiun dengan Langit Penuh Bintang

Grand Central Terminal, Stasiun dengan Langit Penuh Bintang

Grand Central Terminal di New York bukan sekadar stasiun. Aula utamanya memiliki langit-langit biru yang dihiasi gambaran rasi bintang, menjadikannya salah satu terminal kereta paling ikonik di dunia.

Stasiun yang Pernah Menjadi Bagian dari Kawasan Militer di Indonesia

Stasiun yang Pernah Menjadi Bagian dari Kawasan Militer di Indonesia

Selain melayani transportasi, beberapa stasiun di Indonesia juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan kawasan militer dan mobilitas pasukan.

Stasiun Lampegan Berusia Lebih 1 Abad, Penjaga Terowongan Kereta Api Bersejarah di Cianjur

Stasiun Lampegan Berusia Lebih 1 Abad, Penjaga Terowongan Kereta Api Bersejarah di Cianjur

Dibangun pada 1882, Stasiun Lampegan menjadi stasiun penjaga Terowongan Lampegan yang hingga kini masih dilalui kereta api.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer