Venezia Santa Lucia, Stasiun Kereta Api dengan View Kanal di Italia

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:43 WIB
Di kebanyakan kota, keluar dari stasiun berarti bertemu jalan raya. Tapi di Venezia Santa Lucia, beberapa langkah setelah turun dari kereta, Grand Canal langsung menyambut dan perjalanan bisa dilanjutkan dengan perahu. (Italia Magazine)
Di kebanyakan kota, keluar dari stasiun berarti bertemu jalan raya. Tapi di Venezia Santa Lucia, beberapa langkah setelah turun dari kereta, Grand Canal langsung menyambut dan perjalanan bisa dilanjutkan dengan perahu. (Italia Magazine)

SOLOBALAPAN.COM - Bayangkan kamu baru turun dari kereta, keluar dari pintu stasiun, lalu pemandangan pertama yang muncul di depan mata bukan jalan raya atau deretan gedung, melainkan kanal besar dengan gondola dan perahu yang berlalu-lalang.

Itulah pengalaman yang ditawarkan Venezia Santa Lucia, stasiun utama di Venesia, Italia. Tidak seperti banyak stasiun besar yang berada di tengah kawasan perkotaan biasa, Santa Lucia memiliki keistimewaan karena berdiri tepat di tepi Grand Canal, salah satu jalur air paling terkenal di dunia.

Dan mungkin inilah salah satu alasan mengapa perjalanan menuju Venesia dengan kereta terasa begitu dramatis: kereta membawa penumpang sampai ke jantung kota air, lalu perjalanan selanjutnya bisa dilanjutkan dengan perahu.

Perjalanan kereta menuju Venezia Santa Lucia sendiri sudah menjadi bagian dari pengalaman. Kereta masuk ke Venesia melalui jalur yang melintasi laguna dan menghubungkan kota bersejarah itu dengan daratan utama. Begitu tiba, penumpang sudah berada langsung di pusat Venesia, tanpa perlu keluar menuju jalan raya seperti di kota-kota lain.

Baca Juga: Berpisah dengan Likha Asistennya, Gading Marten Tulis Pesan Penuh Doa

Hal itu membuat Santa Lucia menjadi salah satu pintu masuk paling unik di dunia. Di luar stasiun, transportasi umum justru didominasi oleh vaporetto, yaitu bus air Venesia, yang melayani perjalanan menyusuri Grand Canal dan berbagai bagian kota.

Nama Santa Lucia juga memiliki sejarah yang cukup menarik. Sebelum stasiun dibangun, kawasan tersebut memiliki gereja dan biara Santa Lucia. Bangunan itu kemudian dibongkar pada abad ke-19 untuk menyediakan ruang bagi pembangunan stasiun, dan nama Santa Lucia tetap digunakan hingga sekarang.

Namun, bangunan stasiun yang kita lihat hari ini bukanlah bangunan sederhana dari masa awal perkeretaapian Venesia.

Desain Venezia Santa Lucia mengalami perjalanan panjang. Berbagai rancangan muncul sejak 1920-an, sementara pembangunan bangunan modernnya berlangsung sebelum dan sesudah Perang Dunia II. Bentuk akhirnya baru diselesaikan setelah perang berdasarkan rancangan Paolo Perilli.

Hasilnya cukup kontras dengan kota di sekitarnya.

Venesia dikenal dengan bangunan-bangunan tua, istana, gereja, dan kanal yang telah berusia ratusan tahun. Sementara itu, Santa Lucia tampil dengan gaya yang jauh lebih modern. Bangunan stasiun justru menjadi salah satu contoh arsitektur abad ke-20 yang berdiri di antara lanskap historis Venesia.

Baca Juga: Adelaide Railway Station, Stasiun yang Berubah Menjadi Kasino

Tetapi yang benar-benar membuat stasiun ini istimewa bukan hanya bangunannya.

Begitu keluar dari stasiun, Venesia langsung dimulai.

Di depan Santa Lucia, Grand Canal terbentang dengan deretan bangunan khas Venesia di kedua sisinya. Penumpang yang baru saja duduk di dalam kereta beberapa menit sebelumnya bisa langsung naik vaporetto untuk melanjutkan perjalanan melalui air.

Tidak ada deretan taksi yang memenuhi jalan raya di depan stasiun.

Karena, tentu saja, jalan raya bukanlah bagian utama dari kehidupan di pusat kota Venesia.

Santa Lucia menjadi titik perpindahan yang sangat unik antara dua dunia transportasi. Di dalam stasiun terdapat rel, peron, dan kereta api. Beberapa langkah kemudian, penumpang sudah berada di tepi kanal dan bisa melanjutkan perjalanan menggunakan perahu.

Saat ini, Venezia Santa Lucia merupakan salah satu stasiun utama di Italia. Menurut Gruppo FS Italiane, stasiun ini menerima sekitar 450 kereta per hari dan sekitar 30 juta pengguna per tahun.

Besarnya aktivitas tersebut menunjukkan betapa pentingnya Santa Lucia bagi Venesia. Kota yang tidak memiliki jaringan jalan raya seperti kota besar lainnya tetap terhubung dengan berbagai wilayah Italia dan Eropa melalui jalur kereta.

Baca Juga: Semua Bisa Diisi Ulang, Ini Beda Galon AMDK Bermerek vs Depot Air Isi Ulang yang Wajib Kamu Tahu!

Menariknya, Venesia sebenarnya memiliki dua stasiun utama: Venezia Mestre di daratan utama dan Venezia Santa Lucia yang berada di kota bersejarah Venesia. Perbedaannya cukup terasa.

Turun di Mestre berarti perjalanan menuju pusat Venesia masih harus dilanjutkan.

Tetapi turun di Santa Lucia berarti perjalanan kereta benar-benar membawa penumpang sampai ke kota air.

Dan mungkin itu yang membuat stasiun ini terasa spesial.

Bagi banyak orang, stasiun hanyalah tempat transit sebelum perjalanan sebenarnya dimulai. Namun di Venezia Santa Lucia, momen keluar dari stasiun justru bisa menjadi awal dari salah satu pemandangan paling ikonik di dunia.

Turun dari kereta, berjalan keluar, lalu Grand Canal langsung menyambut di depan mata. Di Venesia, bahkan perjalanan dari kereta ke pusat kota bisa dilakukan dengan berganti dari rel ke perahu. (Luthfiana Sekar) 

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar railway italia stasiun