Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inside Out dan Cara Pixar Menggambarkan Rumitnya Emosi Manusia

Kabun TriyatnoL
Kalau emosi di kepala kita punya bentuk dan bisa ngomong, mungkin isinya bakal seramai Headquarters milik Riley. Yuk, bedah bagaimana Inside Out menggambarkan rumitnya emosi manusia. (Pinterest)
Kalau emosi di kepala kita punya bentuk dan bisa ngomong, mungkin isinya bakal seramai Headquarters milik Riley. Yuk, bedah bagaimana Inside Out menggambarkan rumitnya emosi manusia. (Pinterest)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Pernah membayangkan seperti apa isi kepala manusia jika setiap perasaan memiliki wujud dan bisa berbicara? Pertanyaan sederhana itulah yang menjadi salah satu daya tarik utama Inside Out, film animasi Disney dan Pixar yang membawa penonton masuk ke dalam pikiran seorang anak bernama Riley.

Alih-alih hanya menceritakan kehidupan Riley dari luar, film ini memperlihatkan apa yang terjadi di dalam kepalanya. Di sana terdapat lima emosi utama, yaitu Joy, Sadness, Anger, Fear, dan Disgust.

Mereka bekerja di sebuah pusat kendali yang bertugas memengaruhi bagaimana Riley merespons berbagai kejadian dalam hidupnya.

Advertisement

Menariknya, kelima karakter tersebut tidak dibuat hanya untuk menjadi karakter lucu. Masing-masing memiliki fungsi dalam kehidupan Riley.

Joy berusaha membuat Riley tetap bahagia, Fear menjaga Riley dari bahaya, Disgust membantunya menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan, sementara Anger muncul ketika Riley merasa diperlakukan tidak adil.

Advertisement

Lalu ada Sadness.

Sejak awal, Sadness justru terlihat seperti emosi yang paling ingin dihindari Joy. Joy berusaha memastikan agar Riley selalu bahagia dan bahkan menganggap Sadness dapat mengganggu tugasnya.

Namun, seiring cerita berjalan, film justru menunjukkan bahwa kesedihan bukanlah sesuatu yang harus selalu disingkirkan.

Dalam wawancara mengenai film tersebut, sutradara Pete Docter dan produser Jonas Rivera menjelaskan bahwa mereka melihat kesedihan sebagai sesuatu yang memiliki fungsi sosial.

Ketika seseorang menunjukkan kesedihan, orang lain dapat menangkap sinyal tersebut dan memberikan bantuan atau kenyamanan. Karena itulah Sadness akhirnya menjadi karakter penting dalam cerita.

Advertisement
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Film Rumah Singgah, Kisah Mimpi yang Tumbuh di Tengah Perjuangan

Film Rumah Singgah, Kisah Mimpi yang Tumbuh di Tengah Perjuangan

Film Rumah Singgah mengisahkan Karla, atlet muda pengidap osteosarkoma, yang menemukan persahabatan dan bucket list di rumah singgah. Tayang 27 Agustus 2026.

Disney Siapkan Film Fantasi dari Novel Korea The Dallergut Dream Department Store

Disney Siapkan Film Fantasi dari Novel Korea The Dallergut Dream Department Store

Disney Live Action tengah mengembangkan film dari novel fantasi Korea The Dallergut Dream Department Store. Kisahnya mengikuti Penny yang bekerja di toko misterius yang menjual berbagai jenis mimpi.

D23 2026 Jadi Panggung Pengumuman Film Disney, Frozen 3 hingga Coco 2

D23 2026 Jadi Panggung Pengumuman Film Disney, Frozen 3 hingga Coco 2

D23 2026 membawa banyak kabar baru dari Disney dan Pixar. Frozen 3, Coco 2, Zootopia 3 hingga live-action Tangled menjadi beberapa proyek yang langsung menarik perhatian penggemar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer