SOLOBALAPAN.COM - Di kota sebesar Shanghai, satu stasiun saja tentu tidak cukup untuk menampung perjalanan jutaan orang. Kota ini memiliki beberapa stasiun besar, termasuk Shanghai Hongqiao, Shanghai South, dan Shanghai Railway Station.
Di antara semuanya, Shanghai Railway Station memiliki cerita tersendiri. Bagi warga lokal, stasiun ini bahkan pernah dikenal sebagai “New Passenger Station” atau Shanghai New Railway Station, karena dibangun untuk menggantikan stasiun lama yang sebelumnya menjadi pusat utama perjalanan kereta di kota tersebut.
Baca Juga: Kisah Panjang Canfranc, Dari Gerbang Kereta Spanyol-Prancis hingga Hotel Mewah
Hari ini, Shanghai Railway Station berdiri sebagai salah satu gerbang penting bagi perjalanan kereta dari dan menuju Shanghai. Namun, sejarahnya sebenarnya terhubung dengan sebuah stasiun tua yang telah menyaksikan perubahan besar kota sejak awal abad ke-20.
Sejarah perkeretaapian Shanghai sendiri sudah dimulai sejak abad ke-19. Pada 1876, jalur Wusong Railway mulai beroperasi dan dikenal sebagai salah satu jalur kereta paling awal di China. Perkembangan jalur kereta berikutnya kemudian menjadikan Shanghai sebagai salah satu pusat penting jaringan perkeretaapian di China.
Baca Juga: Paddington, Dari Nama Stasiun Menjadi Nama Beruang
Sebelum bangunan Shanghai Railway Station yang sekarang berdiri, pusat perjalanan kereta Shanghai berada di Shanghai North Railway Station, yang juga dikenal sebagai Old North Station.
Stasiun lama tersebut mulai beroperasi pada awal abad ke-20 dan menjadi titik penting bagi jalur kereta yang menghubungkan Shanghai dengan kota-kota lain, termasuk Nanjing dan Hangzhou. Seiring waktu, jumlah penumpang terus meningkat dan kapasitas stasiun lama mulai kewalahan.
Pada dekade 1980-an, Shanghai mengalami perkembangan ekonomi dan urbanisasi yang pesat. Aktivitas perjalanan juga meningkat, sementara fasilitas di stasiun lama sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan penumpang.
Maka, pembangunan stasiun baru pun dimulai pada 1984.
Shanghai Railway Station yang baru akhirnya resmi beroperasi pada 28 Desember 1987. Saat dibuka, stasiun ini dianggap sebagai salah satu stasiun kereta modern pertama di China. Desainnya menggunakan konsep yang pada saat itu cukup inovatif, yaitu “elevated waiting, north-south access”—penumpang menunggu di area yang berada di atas jalur dan dapat masuk atau keluar melalui sisi utara maupun selatan stasiun.
Bangunan baru ini juga dilengkapi berbagai fasilitas yang tergolong modern pada masanya, seperti eskalator, layar informasi elektronik, sistem pemeriksaan tiket elektronik, ruang tunggu berpendingin udara, hingga restoran dan kafe.
Karena menggantikan stasiun lama, masyarakat Shanghai kemudian mulai menyebutnya sebagai “Xin Kezhan” atau New Passenger Station.
Julukan tersebut ternyata bertahan cukup lama.
Baca Juga: Serabi Solo: Jajanan Legendaris dari Zaman Kerajaan hingga Melegenda di Notosuman
Bahkan setelah puluhan tahun, istilah “stasiun baru” masih digunakan oleh sebagian warga untuk membedakannya dari Old North Railway Station, meskipun Shanghai Railway Station sendiri sudah beroperasi sejak 1987.
Menariknya, bangunan bekas Shanghai North Railway Station tidak sepenuhnya hilang dari sejarah.
Setelah stasiun baru mulai beroperasi, stasiun lama ditutup. Bertahun-tahun kemudian, kawasan tersebut dikembangkan menjadi Shanghai Railway Museum, yang menyimpan berbagai benda dan cerita tentang perkembangan kereta api di China. Museum tersebut juga menampilkan sejarah jalur kereta awal di Shanghai hingga perkembangan kereta modern.
Sementara itu, Shanghai Railway Station berkembang menjadi salah satu simpul penting dalam jaringan kereta kota.
Stasiun ini berada di Jing'an District dan terhubung langsung dengan Shanghai Metro Line 1, Line 3, dan Line 4. Lokasinya juga terhubung dengan terminal bus jarak jauh, sehingga penumpang dapat berpindah dari kereta ke metro atau bus.
Posisinya membuat Shanghai Railway Station menjadi salah satu pintu masuk penting menuju pusat kota.
Stasiun ini melayani berbagai perjalanan kereta, termasuk layanan menuju kawasan utara Sungai Yangtze dan jalur antarkota Shanghai–Nanjing. Meski Shanghai Hongqiao kini menjadi pusat utama bagi banyak perjalanan kereta cepat, Shanghai Railway Station tetap memiliki peran penting dalam jaringan kereta Shanghai.
Menariknya, keberadaan beberapa stasiun besar di Shanghai juga sering membuat wisatawan bingung.
Nama-namanya hampir sama, tetapi lokasinya berbeda jauh.
Baca Juga: Berpisah dengan Likha Asistennya, Gading Marten Tulis Pesan Penuh Doa
Ada Shanghai Railway Station, ada Shanghai Hongqiao Railway Station, ada Shanghai South Railway Station, dan kini Shanghai juga sedang mengembangkan Shanghai East Railway Station sebagai bagian dari perluasan jaringan transportasi kota. Karena itu, penumpang memang harus memastikan nama stasiun tujuan sebelum berangkat.
Shanghai Railway Station sendiri terus mengalami pengembangan.
Pada akhir 2025, pemerintah Shanghai mengumumkan proyek renovasi besar di area pintu masuk selatan untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan keamanan dan mempermudah perpindahan penumpang. Proyek tersebut juga mencakup peningkatan area tiket, fasilitas barang hilang, dan jalur pejalan kaki yang menghubungkan stasiun dengan metro serta area taksi.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kini bukan lagi satu-satunya pusat perjalanan kereta di Shanghai, stasiun ini tetap menjadi bagian penting dari sistem transportasi kota.
Dari sebuah “stasiun baru” pada 1987, Shanghai Railway Station kini telah menjadi bagian dari sejarah transportasi modern Shanghai.
Di kota yang terus membangun gedung pencakar langit, metro baru, bandara, dan jaringan kereta cepat, stasiun ini tetap menjadi salah satu tempat pertama yang menyambut banyak orang ketika mereka tiba di Shanghai.
Mungkin namanya sederhana: Shanghai Railway Station. Tetapi di balik nama itu, terdapat cerita tentang bagaimana sebuah stasiun baru dibangun untuk menggantikan yang lama—dan kemudian ikut tumbuh bersama salah satu kota terbesar di China. (Luthfiana Sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Shanghai Goverment, China Daily