Channel Tunnel, Terowongan Kereta di Bawah Selat Inggris

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Channel Tunnel menghubungkan Folkestone di Inggris dan Coquelles di Prancis melalui jalur kereta sepanjang sekitar 50,5 kilometer, dengan 37 kilometer berada di bawah Selat Inggris. (Pinterest)
Channel Tunnel menghubungkan Folkestone di Inggris dan Coquelles di Prancis melalui jalur kereta sepanjang sekitar 50,5 kilometer, dengan 37 kilometer berada di bawah Selat Inggris. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Menghubungkan Inggris dan Prancis tanpa harus menyeberangi laut dengan kapal, Channel Tunnel merupakan salah satu proyek infrastruktur paling ambisius dalam sejarah perkeretaapian.

Terowongan ini membentang di bawah Selat Inggris dan menghubungkan Folkestone di Kent, Inggris, dengan Coquelles di dekat Calais, Prancis.

Dengan panjang sekitar 50,5 kilometer dan bagian bawah laut sepanjang 37 kilometer, Channel Tunnel memiliki bagian bawah laut terpanjang di dunia. O

Gagasan untuk membuat penghubung permanen antara Inggris dan daratan Eropa sebenarnya sudah muncul jauh sebelum teknologi modern tersedia.

Salah satu rancangan awal tercatat pada 1802, ketika insinyur pertambangan Prancis Albert Mathieu-Favier mengusulkan pembangunan terowongan di bawah Selat Inggris.

Baca Juga: Mengapa India Memiliki Salah Satu Jaringan Kereta Terbesar di Dunia?

Setelah itu, berbagai proposal kembali muncul selama lebih dari satu abad. Bahkan, menurut Getlink, terdapat 139 proyek Channel Tunnel yang pernah dikaji sebelum terowongan yang digunakan saat ini akhirnya dibangun. 

Pembangunan terowongan modern akhirnya dimulai pada 1988 setelah Inggris dan Prancis menyepakati kerangka pembangunan melalui Treaty of Canterbury pada 1986.

Proyek ini menjadi kerja sama besar antara kedua negara dan melibatkan ribuan pekerja serta mesin bor berukuran sangat besar untuk menggali batuan di bawah dasar laut. 

Menariknya, Channel Tunnel sebenarnya bukan hanya satu terowongan. Infrastruktur ini terdiri atas dua terowongan kereta api dan satu terowongan layanan yang berada di antara keduanya.

Baca Juga: Jalur Kereta Api dengan Gradien Tercuram di Indonesia

Dua terowongan utama digunakan untuk perjalanan kereta, sedangkan terowongan layanan berfungsi untuk pemeliharaan, akses petugas, keselamatan, dan evakuasi apabila terjadi keadaan darurat. Ketiga terowongan tersebut dibangun rata-rata sekitar 40 meter di bawah dasar laut. 

Pekerjaan menggali terowongan dilakukan dari sisi Inggris dan Prancis secara bersamaan. Salah satu momen paling bersejarah terjadi ketika kedua tim akhirnya berhasil bertemu di bawah Selat Inggris pada 1 Desember 1990.

Pertemuan tersebut menjadi simbol keberhasilan proyek yang selama puluhan tahun sebelumnya hanya menjadi gagasan.

Channel Tunnel kemudian resmi diresmikan pada 6 Mei 1994 oleh Ratu Elizabeth II dan Presiden Prancis François Mitterrand. Setelah itu, layanan komersial mulai beroperasi.

Layanan kereta berkecepatan tinggi Eurostar mulai menggunakan terowongan tersebut pada November 1994, sementara layanan shuttle untuk kendaraan juga berkembang menjadi bagian penting dari transportasi lintas Selat Inggris. 

Saat ini, terowongan tersebut digunakan oleh berbagai jenis perjalanan kereta. Eurostar membawa penumpang antara Inggris dan daratan Eropa, sementara LeShuttle mengangkut mobil, bus, dan truk menggunakan rangkaian kereta khusus.

Kereta barang juga menggunakan jalur ini untuk menghubungkan jaringan kereta Inggris dengan jaringan Eropa daratan. 

Salah satu hal menarik dari Channel Tunnel adalah sistem keselamatannya. Dua terowongan kereta dihubungkan dengan terowongan layanan melalui jalur penghubung setiap sekitar 375 meter.

Terowongan layanan tersebut memungkinkan petugas mencapai lokasi tertentu dengan lebih cepat dan dapat digunakan sebagai jalur evakuasi jika diperlukan,

Selain menjadi jalur transportasi, Channel Tunnel juga menjadi contoh bagaimana dua negara dapat membangun dan mengoperasikan infrastruktur lintas batas.

Pengawasan keselamatannya dilakukan melalui lembaga gabungan Inggris dan Prancis, yaitu Intergovernmental Commission dan Channel Tunnel Safety Authority.

Lebih dari tiga dekade setelah dibuka, Channel Tunnel tetap menjadi penghubung penting antara Inggris dan daratan Eropa. Terowongan ini membuktikan bahwa perjalanan kereta api tidak selalu harus berlangsung di permukaan tanah.

Dengan teknologi pengeboran dan sistem keselamatan yang kompleks, kereta dapat membawa penumpang dan barang melewati bawah laut sepanjang puluhan kilometer.

Dari gagasan yang sudah muncul sejak awal abad ke-19 hingga terwujud pada 1994, Channel Tunnel menjadi salah satu contoh paling menarik dalam sejarah perkeretaapian modern. Terowongan ini bukan hanya mempersingkat perjalanan antara Inggris dan Prancis, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan teknologi dan kerja sama lintas negara. (luthfiana sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar Channel Tunnel kereta inggris transportasi