Fakta Menarik Ekiben, Bekal Khas Penumpang Kereta Jepang

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:35 WIB
Ekiben merupakan bekal makan khas yang dijual di stasiun dan kereta api Jepang. Dengan menu yang berbeda di setiap daerah, ekiben menjadi bagian dari budaya perjalanan sekaligus wisata kuliner di Negeri Sakura. (Pinterest)
Ekiben merupakan bekal makan khas yang dijual di stasiun dan kereta api Jepang. Dengan menu yang berbeda di setiap daerah, ekiben menjadi bagian dari budaya perjalanan sekaligus wisata kuliner di Negeri Sakura. (Pinterest)

 SOLOBALAPAN.COM - Perjalanan menggunakan kereta api di Jepang tidak hanya identik dengan ketepatan waktu dan teknologi canggih, tetapi juga memiliki tradisi kuliner yang telah bertahan lebih dari satu abad. Salah satu tradisi tersebut adalah ekiben, yaitu bekal makan yang dijual di stasiun kereta maupun di dalam kereta untuk dinikmati selama perjalanan.

Kata ekiben berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Jepang, yaitu eki yang berarti stasiun dan bento yang berarti bekal makan dalam kotak. Meski sekilas terlihat seperti kotak makan biasa, ekiben telah berkembang menjadi bagian dari budaya perjalanan di Jepang. Bahkan, banyak wisatawan sengaja berburu berbagai jenis ekiben saat mengunjungi kota-kota tertentu.

Baca Juga: Bagaimana China Membangun Ribuan Kilometer Jalur Kereta Cepat?

Berawal dari Bekal Sederhana

Sejarah ekiben dimulai pada 16 Juli 1885 di Stasiun Utsunomiya, Prefektur Tochigi. Menurut catatan JR East, ekiben pertama dijual oleh seorang pedagang lokal yang menawarkan dua buah onigiri atau nasi kepal yang dibungkus daun bambu dan disajikan bersama acar Jepang (takuan). Saat itu, perjalanan kereta api memakan waktu cukup lama sehingga penumpang membutuhkan makanan praktis yang mudah dibawa.

Seiring berkembangnya jaringan kereta api di Jepang, menu ekiben pun semakin beragam. Bekal yang awalnya hanya berisi nasi kini dilengkapi lauk seperti ikan, ayam, daging sapi, telur, sayuran, hingga makanan laut. Tradisi tersebut terus berkembang hingga menjadikan ekiben sebagai salah satu ikon budaya perkeretaapian Jepang.

Setiap Daerah Memiliki Cita Rasa Khas

Salah satu daya tarik utama ekiben adalah keberagaman menunya. Hampir setiap daerah di Jepang memiliki ekiben khas yang dibuat menggunakan bahan pangan lokal.

Baca Juga: Bukan Sekadar Cepat, Ini Rahasia Shinkansen Jepang Jadi Kereta Paling Tepat Waktu di Dunia

Di Hokkaido, misalnya, banyak ekiben berisi kepiting, salmon, kerang, atau telur ikan segar yang terkenal sebagai hasil laut unggulan daerah tersebut. Di Kobe, wisatawan dapat menemukan ekiben dengan irisan daging sapi Kobe yang terkenal di dunia. Sementara itu, Yonezawa di Prefektur Yamagata memiliki gyuniku bento, yaitu nasi hangat dengan irisan daging sapi berbumbu khas.

Karena setiap daerah memiliki menu yang berbeda, banyak masyarakat Jepang maupun wisatawan menjadikan berburu ekiben sebagai bagian dari pengalaman menjelajahi berbagai kota menggunakan kereta api.

Tidak Hanya Enak, Kemasannya Juga Unik

Selain isi makanannya, kemasan ekiben juga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak produsen mendesain kotak bekal dengan ilustrasi kereta api, pemandangan alam, bangunan bersejarah, hingga karakter khas daerah asalnya.

Beberapa ekiben bahkan menggunakan wadah berbahan keramik atau kayu yang dapat dibawa pulang sebagai suvenir. Ada pula kemasan berbentuk lokomotif, Shinkansen, maupun karakter kartun yang membuatnya semakin menarik, terutama bagi anak-anak dan kolektor.

Menjadi Bagian dari Pengalaman Naik Kereta

Di Jepang, menikmati ekiben selama perjalanan merupakan hal yang sangat umum, terutama saat menaiki kereta jarak jauh seperti Shinkansen atau kereta ekspres terbatas (Limited Express).

Banyak penumpang membeli ekiben beberapa menit sebelum keberangkatan, kemudian menikmatinya sambil melihat pemandangan pegunungan, sawah, sungai, maupun kota-kota yang dilewati kereta. Pengalaman sederhana ini justru menjadi salah satu kenangan yang paling dicari wisatawan saat berkunjung ke Jepang.

Baca Juga: Mengenal Wesel Manual dan Wesel Elektrik, Pengatur Perpindahan Jalur Kereta Api

Ada Festival Khusus Ekiben

Popularitas ekiben tidak hanya terbatas di stasiun kereta. Berbagai pusat perbelanjaan di Jepang secara rutin mengadakan Ekiben Matsuri atau Festival Ekiben.

Dalam festival tersebut, ratusan jenis ekiben dari berbagai prefektur dijual di satu tempat. Pengunjung tidak perlu bepergian ke seluruh Jepang untuk mencicipi makanan khas setiap daerah karena semuanya tersedia dalam satu acara. Festival ini selalu menarik minat masyarakat, bahkan banyak menu yang habis terjual hanya dalam hitungan jam.

Terus Beradaptasi dengan Zaman

Meskipun gaya hidup masyarakat terus berubah, ekiben tetap mampu bertahan. Saat ini banyak produsen menghadirkan pilihan menu yang lebih sehat, seperti makanan rendah kalori, menu vegetarian, hingga bekal dengan bahan organik.

Selain dijual langsung di stasiun, beberapa perusahaan juga mulai menerima pemesanan secara daring sehingga pelanggan dapat menikmati ekiben tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

Baca Juga: Layanan Premium Luxury Sleeper KAI, Sensasi Menginap di Hotel Berjalan di Atas Rel

Lebih dari Sekadar Bekal

Bagi masyarakat Jepang, ekiben bukan hanya makanan untuk mengisi perut selama perjalanan. Ekiben menjadi simbol perpaduan antara budaya kuliner, pariwisata, dan transportasi.

Melalui satu kotak bekal, penumpang dapat mengenal kekayaan hasil bumi, tradisi memasak, hingga identitas suatu daerah. Tak heran jika banyak orang menganggap bahwa perjalanan dengan kereta di Jepang terasa belum lengkap tanpa menikmati ekiben.

Hingga kini, tradisi yang telah berlangsung lebih dari 140 tahun tersebut masih terus dipertahankan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kereta cepat seperti Shinkansen, ekiben tetap menjadi bagian penting yang membuat pengalaman bepergian dengan kereta api di Jepan

g terasa lebih berkesan.

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
Shinkansen ekiben kereta jepang bekal