SOLOBALAPAN.COM - Sekilas terlihat seperti roti biasa, salt bread justru tengah mencuri perhatian pencinta kuliner. Di balik tampilannya yang sederhana, roti ini memiliki fakta menarik mulai dari asal-usul hingga teknik pembuatannya.
Meski sering dikaitkan dengan tren kuliner Korea, salt bread sebenarnya berasal dari Jepang dan dikenal dengan nama shio pan yang berarti roti garam.
Roti ini kemudian semakin populer setelah dikembangkan oleh bakery Korea dengan ciri khas tekstur yang lebih buttery dan renyah, hingga akhirnya dikenal luas di berbagai negara.
Baca Juga: Masih Sering Tertukar, Kenali Perbedaan Ube, Ubi, dan Taro
Salah satu daya tarik salt bread terletak pada perpaduan teksturnya. Bagian bawah roti terasa lebih renyah karena mentega yang meleleh saat dipanggang, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan fluffy. Kombinasi tersebut menjadi ciri khas yang membuat salt bread berbeda dari roti pada umumnya.
Meski memiliki nama salt bread, rasa asin pada roti ini tidak terlalu dominan. Taburan sedikit garam berpadu dengan aroma butter yang harum, menciptakan perpaduan cita rasa gurih dengan rasa manis dari adonan roti.
Baca Juga: Kenapa Tab Browser Sering Dibiarkan Terbuka? Ternyata Bukan Sekadar Lupa
Di balik bentuknya yang minimalis, pembuatan salt bread membutuhkan teknik khusus. Proses fermentasi, cara membentuk adonan, hingga penempatan mentega di dalam roti menjadi bagian penting untuk menghasilkan tekstur yang khas.
Tanpa tambahan topping berlebih, salt bread justru menarik perhatian melalui kesederhanaan rasa dan tampilannya.
Baca Juga: Aktor Legendaris Diding Boneng Tutup Usia, Selamat Jalan Komedian Senior Indonesia
Kini, berbagai toko roti mulai menghadirkan salt bread dengan beragam variasi rasa. Meski begitu, versi klasik tetap menjadi pilihan favorit karena mampu menunjukkan karakter asli roti ini.
Editor : Adi Pras