SOLOBALAPAN.COM- Ube, ubi, atau taro? Tiga nama ini masih sering membuat banyak orang bingung, terutama saat memilih minuman atau dessert berwarna ungu. Padahal, ketiganya berasal dari jenis umbi yang berbeda.
Kesamaan warna membuat ketiga nama tersebut kerap tertukar. Apalagi, tren minuman, hingga dessert berbahan umbi berwarna ungu semakin populer.
Tak heran jika banyak orang menganggap ube, ubi, dan taro hanya berbeda nama, padahal masing-masing memiliki karakteristik tersendiri.
Baca Juga: Sudah Ngantuk tapi Masih Scrolling, Kenapa Sering Sengaja Tidur Malam?
Ube dikenal sebagai purple yam, umbi ini memiliki warna ungu pekat, rasa yang manis, serta aroma khas sehingga sering diolah menjadi selai, es krim, roti, hingga berbagai dessert. Meski tampilannya sekilas menyerupai ubi ungu, keduanya bukan berasal dari tanaman yang sama.
Di Indonesia, ubi umumnya merujuk pada ubi jalar yang memiliki beragam varietas, mulai dari putih, kuning, oranye, hingga ungu. Perbedaan jenis tanaman tersebut membuat cita rasa, tekstur, dan hasil olahannya pun berbeda.
Tak kalah populer, ada pula taro yang merupakan nama lain dari talas. Berbeda dengan ube maupun ubi jalar yang cenderung manis, talas memiliki tekstur lebih lembut dengan rasa yang lebih gurih.
Baca Juga: Dupe Kultur Kian Diminati, Produk Mirip Bukan Berarti Barang KW
Menariknya, tidak semua produk berlabel taro benar-benar menggunakan talas asli. Sebagian hanya memakai perisa untuk menghadirkan aroma dan cita rasa khas taro.
Perbedaan inilah yang masih sering luput dari perhatian,warna ungu yang identik dengan ube, ubi, maupun taro membuat ketiganya kerap dianggap berasal dari bahan yang sama. Padahal, masing-masing memiliki asal tanaman, karakteristik, dan penggunaan yang berbeda dalam dunia kuliner.
Editor : Adi Pras