Sejarah Kereta Api Bandara di Indonesia

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:01 WIB
Kereta Api Bandara menjadi solusi transportasi yang menghubungkan pusat kota dengan bandar udara secara cepat dan efisien. (Pinterest)
Kereta Api Bandara menjadi solusi transportasi yang menghubungkan pusat kota dengan bandar udara secara cepat dan efisien. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Perkembangan transportasi di Indonesia terus mengalami perubahan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. 

Salah satu inovasi yang hadir dalam sektor perkeretaapian adalah layanan kereta api bandara, yang menghubungkan pusat kota dengan bandar udara secara cepat, nyaman, dan bebas dari kemacetan. 

Kehadiran layanan ini menjadi tonggak baru dalam modernisasi transportasi publik di Indonesia.

Baca Juga: Stasiun Kedungjati, Simpul Bersejarah Perkeretaapian di Jawa Tengah

Dikutip dari PT KAI Bandara (dahulu PT Railink), perusahaan yang mengoperasikan layanan kereta api bandara didirikan pada 28 September 2006 sebagai hasil kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Angkasa Pura II. 

Perusahaan ini dibentuk untuk mengembangkan layanan kereta api khusus yang melayani akses menuju bandara di Indonesia.

Kereta api bandara pertama di Indonesia resmi beroperasi pada 25 Juli 2013 dengan melayani rute Stasiun Medan–Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara. 

Kehadiran layanan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki moda transportasi kereta api khusus menuju bandara. 

Baca Juga: Mau ke Bandara Adi Soemarmo dari Jatim, Bisa Naik Kereta Lho! Ini Jadwal KA BIAS Solo Madiun (PP) Terbaru Berlaku Mei 2025

Selain memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat, layanan tersebut juga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.

Keberhasilan layanan di Medan mendorong pengembangan kereta api bandara di wilayah lain. Pada akhir 2017, layanan KA Bandara Soekarno-Hatta mulai beroperasi melayani rute dari pusat Kota Jakarta menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Kereta ini menjadi pilihan masyarakat karena menawarkan waktu tempuh yang lebih pasti dibandingkan perjalanan melalui jalan raya yang sering mengalami kemacetan.

Selanjutnya, layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mulai beroperasi untuk menghubungkan Kota Yogyakarta dengan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.

Kehadiran layanan ini semakin memperluas jaringan kereta api bandara di Indonesia sekaligus mendukung sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat.

Seiring perkembangan teknologi, layanan kereta api bandara juga mengalami berbagai peningkatan. 

Penumpang kini dapat memesan tiket secara digital melalui aplikasi, menikmati informasi perjalanan secara real time, serta memanfaatkan fasilitas modern yang tersedia di dalam kereta maupun stasiun. 

Pembaruan tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan yang dilakukan PT KAI untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.

Hingga kini, kereta api bandara menjadi salah satu moda transportasi yang mendukung konektivitas antarmoda di Indonesia. 

Selain mempercepat akses menuju bandara, layanan ini juga mencerminkan perkembangan sistem transportasi nasional yang semakin modern, efisien, dan terintegrasi.

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
kereta api bandara kereta api (KA) kereta api indonesia