SOLOBALAPAN.COM - Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang telah menemani perjalanan masyarakat Indonesia selama lebih dari satu abad.
Selain berperan sebagai sarana mobilitas, perkeretaapian Indonesia juga menyimpan berbagai fakta menarik yang jarang diketahui.
Baca Juga: Stasiun Lampegan Berusia Lebih 1 Abad, Penjaga Terowongan Kereta Api Bersejarah di Cianjur
Mulai dari stasiun tertua hingga jalur kereta yang menembus pegunungan, berikut beberapa fakta unik tentang kereta api di Indonesia.
1. Indonesia Memiliki Stasiun Aktif Tertua yang Berusia Lebih dari 150 Tahun
Stasiun Tanggung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, merupakan stasiun kereta api tertua yang masih aktif beroperasi di Indonesia.
Baca Juga: Menggali Jejak Jalur Kereta Api Nonaktif: Dari Rel yang Hilang hingga Peluang Reaktivasi
Stasiun ini mulai digunakan pada 10 Agustus 1867 sebagai bagian dari jalur kereta api pertama di Indonesia yang menghubungkan Semarang dan Tanggung.
2. Jalur Kereta Api Pertama Dibangun pada Masa Hindia Belanda
Pembangunan jalur kereta api pertama di Indonesia dimulai pada 17 Juni 1864 di Desa Kemijen, Semarang.
Jalur tersebut dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan menjadi cikal bakal perkembangan jaringan kereta api nasional.
3. Indonesia Memiliki Museum Kereta Api Terbesar di Asia Tenggara
Museum Kereta Api Ambarawa di Kabupaten Semarang menyimpan puluhan koleksi lokomotif uap, gerbong, dan berbagai peralatan perkeretaapian.
Museum ini juga masih mengoperasikan kereta wisata dengan lokomotif uap pada jalur Ambarawa–Tuntang.
Baca Juga: 5 Kereta Api Jarak Jauh yang Populer di Indonesia
4. Kereta Api Pernah Menjadi Pengangkut Hasil Perkebunan
Pada masa kolonial, jalur kereta api tidak hanya digunakan untuk mengangkut penumpang, tetapi juga hasil perkebunan seperti gula, kopi, teh, dan tembakau dari pedalaman menuju pelabuhan. Karena itu, banyak jalur rel dibangun di dekat kawasan perkebunan dan pabrik gula.
5. Terowongan Lampegan Menjadi Salah Satu Terowongan Kereta Api Tertua
Terowongan Lampegan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dibangun pada akhir abad ke-19 sebagai bagian dari jalur Bogor–Bandung.
Hingga kini, terowongan tersebut masih digunakan untuk perjalanan kereta api.
6. KRL di Indonesia Sudah Beroperasi Sejak 1925
Layanan Kereta Rel Listrik (KRL) pertama di Indonesia mulai beroperasi pada 6 April 1925 di Batavia.
Kini, KRL telah berkembang menjadi salah satu moda transportasi utama yang melayani jutaan penumpang setiap hari.
Baca Juga: Stasiun Gawok, Stasiun Berusia 139 Tahun di Sukoharjo yang Tetap Aktif Layani KRL Solo–Jogja
7. Lokomotif CC201 Masih Aktif Setelah Hampir 50 Tahun
Lokomotif CC201 mulai beroperasi di Indonesia pada 1976. Meski usianya hampir lima dekade, lokomotif ini masih digunakan untuk menarik kereta penumpang maupun kereta barang di berbagai wilayah Pulau Jawa dan Sumatra berkat perawatan dan modernisasi yang dilakukan secara berkala.
Perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia menunjukkan bahwa kereta api bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari sejarah, perkembangan teknologi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Berbagai peninggalan yang masih beroperasi hingga saat ini menjadi bukti bahwa kereta api terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan nilai sejarahnya.
Editor : Kabun TriyatnoSumber : solobalapan, Berbagai Sumber