Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ndalem Joyokusuman: Jantung Sejarah Solo yang Tenang di Tengah Kota

tim solobalapan • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:15 WIB
Pendopo Ndalem Joyokusuman yang Berumur Ratusan Tahun
Pendopo Ndalem Joyokusuman yang Berumur Ratusan Tahun (Luthfiana Sekar/solobalapan.com)

SOLOBALAPAN.COM - Di antara bangunan yang berdiri di kawasan Ndalem Joyokusuman, area pendapa depan menjadi bagian yang masih mempertahankan jejak arsitektur lama.

Bangunan tersebut menjadi salah satu elemen yang menghubungkan sejarah masa lalu dengan fungsi kawasan yang terus berkembang hingga saat ini.

Meski sejumlah bagian kompleks telah mengalami renovasi dan pengembangan, pendapa tetap menjadi titik yang paling mencerminkan karakter asli Ndalem Joyokusuman.

Struktur terbuka khas rumah bangsawan Jawa itu masih berdiri kokoh dan menjadi pusat perhatian saat memasuki kawasan tersebut.

Dari kejauhan, pendapa tampak sederhana namun berwibawa. Tiang-tiang penyangga yang berdiri tegak menopang atap besar yang menaungi ruang terbuka di bawahnya. 

Tidak ada sekat yang membatasi pandangan, sebuah ciri khas arsitektur rumah Jawa yang mengedepankan keterbukaan dan fungsi sosial sebagai ruang menerima tamu maupun tempat berkumpul.

Suasana yang terasa di kawasan Ndalem Joyokusuman juga berbeda dengan hiruk pikuk Kota Solo yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. 

Hembusan angin sepoi-sepoi menyambut setiap pengunjung yang memasuki area pendapa. 

Pepohonan yang tumbuh di sekitar kompleks menghadirkan keteduhan sekaligus menjadi rumah bagi berbagai jenis burung yang suaranya terdengar bersahutan di sela-sela aktivitas kawasan.

Baca Juga: Siapa Joe Octavianus? Adik Ipar Sarwendah yang Disemprot Ruben Onsu karena Diduga Pengaruhi Anak

Pendapa tersebut seolah menjadi titik temu antara masa lalu dan masa kini. Di satu sisi, bangunan ini masih mempertahankan bentuk aslinya sebagai bagian dari rumah bangsawan Jawa. 

Namun di sisi lain, kawasan di sekitarnya telah berkembang dengan berbagai fasilitas pendukung yang menyesuaikan kebutuhan saat ini.

Di bagian belakang kawasan, terdapat kolam ikan yang menambah kesan tenang dan asri. Air yang mengalir perlahan berpadu dengan suara alam yang mendominasi suasana. 

Tak jauh dari kolam, berdiri sebuah panggung terbuka yang menjadi ruang untuk berbagai kegiatan seni dan budaya. 

Kehadiran ruang terbuka tersebut menunjukkan bagaimana kawasan bersejarah ini terus beradaptasi tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas masa lalunya.

Beberapa elemen batu dan artefak yang berada di area kompleks turut menghadirkan nuansa historis. 

Meski tidak seluruhnya berasal dari bangunan awal, keberadaannya memperkuat kesan bahwa Ndalem Joyokusuman merupakan ruang yang menyimpan berbagai lapisan cerita dari perjalanan panjang sejarah Kota Solo.

Menariknya, kawasan ini juga dihuni oleh sejumlah kucing yang berkeliaran bebas di berbagai sudut kompleks. 

Kucing-kucing berwarna oranye tampak beristirahat di bawah rindangnya pepohonan atau berjalan santai di sekitar pendapa. Kehadiran mereka secara tidak langsung menambah suasana hangat dan bersahabat yang terasa di kawasan tersebut.

Sebagai salah satu bangunan bersejarah di Kota Solo, Ndalem Joyokusuman tidak hanya menyimpan nilai arsitektur, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang berbeda bagi pengunjung. 

Baca Juga: Mahasiswa Turun ke Jalan, Hindari Jalan Ini Jika Tak Mau Terjebak Demo BEM UI Hari Ini

Di tengah perkembangan kota yang semakin modern, keberadaan pendapa tua yang masih bertahan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan lintas generasi.

Pendapa depan yang tetap dipertahankan hingga kini menjadi bukti bahwa sebuah bangunan bersejarah tidak harus kehilangan fungsinya di tengah perubahan zaman. 

Justru melalui keberadaannya, masyarakat dapat melihat bagaimana nilai-nilai budaya dan sejarah tetap hidup berdampingan dengan kebutuhan masa kini.

Di tengah berbagai perubahan yang terjadi di kawasan Ndalem Joyokusuman, pendapa tua tersebut masih berdiri sebagai jantung kompleks. 

Ia tidak hanya menjadi saksi perjalanan waktu, tetapi juga ruang yang terus menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. (lut)

Editor : Laila Zakiya
#pendopo tua #wisata #Ndalem Joyokusuman #Ndalem Djojokoesoeman #solo