SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Bagi Anda yang kerap melintasi jalur alternatif Solo–Karanganyar via Waduk Lalung, ada satu aroma menggoda yang siap menghentikan laju kendaraan Anda.
Tepat di tepi Jalan Raya Solo–Karanganyar, Desa Kayuapak, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, kepulan asap tipis beraroma gurih menyeruak dari sebuah warung sederhana.
Di sinilah Warung Sate Kuda Bu Endang berdiri. Sejak tahun 2020, warung ini menjadi jujukan favorit bagi para pencinta kuliner tradisional dan pemburu kuliner ekstrem yang ingin mencicipi sensasi daging kuda bakar bertekstur khas.
Baca Juga: Dijadwalkan Mengaspal dengan Generasi Terbaru, Begini Bocoran Penampakan Suzuki Jimny 2026
Rahasia Kelezatan: Setia pada Bakaran Arang Kayu tradisional
Meski digolongkan sebagai kuliner yang tidak biasa, Bu Endang punya trik khusus untuk meruntuhkan stigma bahwa daging kuda itu alot dan berbau kuat.
Kuncinya ada pada pemilihan daging segar dan teknik pembakaran yang masih mempertahankan cara-cara tradisional.
“Kalau pakai arang itu aromanya beda. Daging juga lebih matang merata dan wangi asapnya terasa meresap,” ujar Endang sembari cekatan membolak-balik tusukan sate di atas tungku baranya.
Daging kuda secara alami memiliki serat yang lebih padat dan kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan daging sapi atau kambing.
Namun, di tangan dingin Bu Endang, potongan daging tersebut berubah menjadi hidangan yang empuk begitu digigit, berpadu pas dengan siraman bumbu kecap yang meresap sempurna.
Baca Juga: Mantan winger Timnas Indonesia, Andik Vermansah, tampil nyentrik dengan rambut silver. Ternyata, ini alasan di balik pemenuhan nazarnya usai bawa Garudayaksa FC juara!
Kaya Rempah, dari Tongseng hingga Gule Tetelan
Tidak hanya menawarkan menu sate bakar ikoniknya, warung ini juga meracik variasi menu lain yang tidak kalah memanjakan lidah. Bagi pelanggan yang berotak kuliner hangat, kuah kaya rempah siap menyambut.
Daftar Menu Khas di Warung Bu Endang Polokarto:
| Kategori Menu | Deskripsi Cita Rasa | Target Penikmat |
| Sate Kuda Bakar | Tekstur padat-empuk, aroma asap arang kuat, disajikan dengan potongan bawang merah, kubis, tomat, dan cabai rawit. | Penggemar sate autentik dan pemburu stamina. |
| Tongseng Kuda | Olahan daging kuda dengan kuah kental bertabur rempah-rempah jawa yang menghangatkan tubuh. | Pencinta kuliner berkuah pedas-manis. |
| Gule & Goreng Tetelan | Memanfaatkan bagian tetelan kuda yang gurih, diolah dengan kuah gule ataupun digoreng garing. | Pemburu tekstur daging yang bervariasi. |
| Sate Kambing | Menu alternatif sate kambing standar bagi yang belum berani mencoba daging kuda. | Pelanggan umum / pendamping. |
“Yang datang tidak semuanya berani makan sate kuda langsung, jadi kami juga tetap menyediakan sate kambing sebagai alternatif agar semua bisa makan nyaman di sini,” tambah Endang ramah.
Kuliner Lezat Sekaligus Obat Stamina
Selain karena faktor rasa yang sulit ditemukan di tempat lain, daya tarik sate kuda Bu Endang juga terletak pada khasiat kesehatannya. Di salah satu sudut dinding warung, terpampang banner informatif yang merinci manfaat mengonsumsi daging kuda.
Daging mamalia ini dikenal kaya akan protein, rendah kolesterol, tinggi zat besi, serta dipercaya secara turun-temurun oleh masyarakat sebagai penambah stamina alami untuk vitalitas tubuh.
Perpaduan antara kelezatan kuliner tradisional, khasiat kesehatan, serta kesederhanaan tempat inilah yang membuat para pelanggan dari luar kota rela menempuh perjalanan jauh demi kembali ke warung Bu Endang. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto