Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ledre Laweyan, Camilan Legendaris Solo Sejak 1984 yang Tetap Eksis di Tengah Tren Modern

Andi Aris Widiyanto • Jumat, 10 April 2026 | 15:31 WIB
Ledre Laweyan Solo, camilan khas tradisional sejak 1984 yang Tetap Eksis hingga kini. (LUTFIANA SEKAR/SOLOBALAPAN.COM)
Ledre Laweyan Solo, camilan khas tradisional sejak 1984 yang Tetap Eksis hingga kini. (LUTFIANA SEKAR/SOLOBALAPAN.COM)
SOLOBALAPAN.COM – Surakarta atau Solo tak hanya dikenal lewat kekayaan budaya dan batiknya, tetapi juga ragam kuliner tradisional yang tetap bertahan di tengah gempuran zaman.

Salah satunya adalah Ledre Laweyan, camilan khas yang hingga kini masih menjadi favorit masyarakat dan wisatawan.

Berasal dari kawasan Kampung Batik Laweyan, ledre memiliki karakteristik unik. Berbahan dasar ketan dan kelapa dengan isian pisang di bagian tengah, Ledre Laweyan dikenal memiliki tekstur yang lebih empuk dan legit dibandingkan ledre dari daerah lain yang cenderung renyah.

Baca Juga: Bedhaya Mustika: Gambaran Keanggunan, Permohonan, dan Rasa Syukur

Keberadaan ledre sendiri bukanlah hal baru. Kudapan ini bahkan telah disebut dalam Serat Centhini, naskah kuno Jawa yang ditulis pada awal abad ke-19. 

Dalam naskah tersebut, ledre digambarkan sebagai salah satu hidangan yang kerap disajikan dalam berbagai acara masyarakat Jawa.

Salah satu produsen yang konsisten menjaga eksistensi camilan ini adalah Ledre Laweyan yang telah berdiri sejak 1984. Usaha tersebut pertama kali dirintis oleh Sri Martini dan kini dilanjutkan oleh generasi kedua keluarganya.

Dalam proses pembuatannya, ledre melalui tahapan yang cukup khas. Ketan dimasak bersama santan terlebih dahulu, kemudian dipanggang di atas wajan kecil hingga setengah matang sebelum diberi isian pisang.

Baca Juga: Lampu Dimatikan, WFH Masih Dikaji: Efisiensi Versi Pemkab Klaten Disorot

Teknik ini menjadi kunci yang menghasilkan tekstur lembut sekaligus rasa legit yang menjadi ciri khas Ledre Laweyan.

Seiring perkembangan zaman, inovasi juga dilakukan tanpa meninggalkan akar tradisi. Kini, Ledre Laweyan hadir dengan berbagai varian rasa seperti cokelat, keju, hingga kombinasi modern lainnya untuk menarik minat generasi muda.

Tak heran jika camilan ini tetap menjadi salah satu oleh-oleh favorit wisatawan yang berkunjung ke Solo.

Lebih dari sekadar makanan ringan, Ledre Laweyan telah menjadi bagian dari warisan kuliner yang merepresentasikan identitas budaya kota.

Di tengah maraknya jajanan modern, keberadaan Ledre Laweyan menjadi bukti bahwa cita rasa tradisional masih memiliki tempat tersendiri—dan terus bertahan, bahkan berkembang, dari generasi ke generasi. (Lutfiana Sekar AR/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#camilan khas #Ledre Laweyan #kampung batik laweyan #kuliner tradisional #kuliner