SOLOBALAPAN.COM — Bayangkan menikmati semangkuk soto hangat berkuah bening nan gurih, sambil memandang matahari terbit perlahan di ufuk timur, dan sesekali terdengar suara kereta melintas hanya beberapa meter di depan mata.
Sensasi itulah yang ditawarkan Warung Soto Bu Siti di kawasan Gawok, Sukoharjo—sebuah kuliner sederhana yang kini menjadi magnet bagi pecinta soto dari berbagai daerah.
Di tengah kenaikan harga makanan yang kian terasa, warung ini hadir sebagai oase. Dengan harga mulai Rp4 ribu per porsi, siapa yang bisa menolak? Meski murah meriah, cita rasanya tetap terjaga.
Baca Juga: Perjanjian Jatisari: Sejarah Pemisahan Budaya Solo dan Yogyakarta yang Jarang Diungkap
Setiap hari, warung milik Marsiti (62) ini mampu menghabiskan hingga 1.000 mangkuk soto sejak buka pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Harga Murah, Filosofi Tinggi
Bu Marsiti mengaku harga murah bukan sekadar strategi dagang, melainkan bagian dari niat ibadah.
“Prinsip saya jualan ini untuk ibadah dan sedekah. Sebagian hasil jualan memang saya sisihkan untuk disedekahkan lagi,” ujar Marsiti.
Setelah pensiun dari PT Sritex, ia merintis warung ini pada November 2019 dan kini menjadi jujugan wisata kuliner yang selalu padat, terutama di pagi hari.
Pemandangan Sunrise + Kereta Api: Menu Tambahan yang Tak Ada Duanya
Salah satu daya tarik terbesar Warung Bu Siti justru bukan hanya sotonya, melainkan panorama alam dan lalu lintas kereta yang melintas tepat di depan warung. Banyak pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berswafoto, membuat konten, hingga sekadar menikmati suasana pagi sambil menyeruput kuah hangat.
Tak heran jika warung ini viral berkat unggahan pelanggan di media sosial. Pengunjung datang dari berbagai kota—Pati, Karanganyar, Klaten, Yogyakarta, hingga Solo Raya.
Salah satu cerita paling unik datang dari sepasang suami istri asal Pati.
Baca Juga: Reuni Besar! Wanna One Comeback Lewat Reality Show “Back to Base” Setelah 7 Tahun
“Istrinya ngidam makan soto sambil lihat kereta api. Mereka sampai bela-belain naik motor dari Pati ke sini,” kenang Marsiti.
Rasa Gurih yang Bikin Ketagihan
Indriati Cahya (27), salah satu pelanggan setia, mengaku sudah dua kali kembali karena rasa dan suasananya sulit dilupakan.
“Rasanya enak, gurihnya pas, kuahnya nggak terlalu kental. Tempatnya juga nyaman, pemandangannya cakep,” ujarnya.
Tak sedikit yang menyebut soto Bu Siti “worth it”, baik dari segi rasa, harga, maupun pengalaman makan yang berbeda dari biasanya.
Ke depan, Marsiti berharap warung kecilnya dapat berkembang dan memberi manfaat bagi lebih banyak orang.
“Semoga usaha ini semakin maju, makin laris, dan bermanfaat untuk banyak orang.”
Dengan harga terjangkau, rasa menggugah selera, dan pengalaman makan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain, Warung Soto Bu Siti layak disebut sebagai destinasi kuliner yang wajib dicoba saat melintas di Sukoharjo. (Luthfiana Sekar A.R/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto