SOLOBALAPAN.COM - Kereta api identik dengan penumpang, barang, atau perjalanan jarak jauh. Namun, dalam sejarah perkeretaapian, ada pula kereta yang memiliki fungsi jauh lebih tidak biasa: mengangkut jenazah.
Kereta semacam ini dikenal sebagai funeral train atau funeral railway. Penggunaannya pernah muncul di sejumlah negara, terutama ketika kereta api menjadi sarana transportasi utama untuk perjalanan jarak jauh.
Bagi masyarakat pada masa itu, jalur kereta memberikan cara yang lebih cepat dan teratur untuk membawa jenazah dari tempat meninggal atau lokasi pemakaman menuju tempat tujuan terakhir.
Baca Juga: Bukan Kereta Biasa, Hospital Train Bisa Jadi Rumah Sakit di Atas Rel
Salah satu contoh yang terkenal terdapat di London, Inggris. Pada abad ke-19, pertumbuhan penduduk London membuat sejumlah pemakaman di dalam kota semakin penuh.
Pemerintah kemudian mendorong pembangunan pemakaman besar di luar pusat kota. Masalahnya, bagaimana keluarga dan jenazah dapat mencapai lokasi pemakaman yang jaraknya cukup jauh?
Jawabannya adalah kereta api.
Baca Juga: Di Balik Lukisan dan Musim Panas, Fans Curiga Red Velvet Siapkan Plot Twist Baru
Pada 1854, dibuka London Necropolis Railway, jalur khusus yang menghubungkan London dengan Brookwood Cemetery di Surrey. Perusahaan London Necropolis Company mengoperasikan kereta ini untuk membawa jenazah sekaligus orang-orang yang menghadiri pemakaman.
Kereta tersebut memiliki gerbong khusus untuk jenazah. Yang menarik, sistemnya juga mencerminkan perbedaan kelas sosial pada masa Victoria.
Gerbong dan layanan pemakaman dibagi berdasarkan kelas, sehingga keluarga dapat memilih layanan sesuai kemampuan mereka.
Kereta berangkat dari sebuah stasiun khusus di London yang dikenal sebagai London Necropolis Station. Lokasinya beberapa kali berubah selama sejarahnya, tetapi tujuan utamanya tetap sama: membawa jenazah dan pelayat menuju Brookwood Cemetery.
Brookwood sendiri merupakan salah satu pemakaman terbesar di dunia ketika dibuka pada 1850-an. Luas area pemakaman tersebut memungkinkan jenazah dari London dimakamkan jauh dari kawasan pusat kota yang semakin padat.
Perjalanan dengan London Necropolis Railway bukan hanya sekadar perjalanan pemakaman. Kereta tersebut memiliki gerbong untuk jenazah dan gerbong bagi para pelayat.
Dengan demikian, sebuah rangkaian kereta dapat membawa seluruh rombongan menuju pemakaman dalam satu perjalanan.
Sistem ini kemudian berlangsung selama puluhan tahun. London Necropolis Railway akhirnya berhenti beroperasi pada 1941, ketika stasiunnya mengalami kerusakan akibat serangan udara dalam Perang Dunia II.
Namun, London bukan satu-satunya tempat yang pernah memiliki kereta semacam ini.
Di Australia, misalnya, terdapat jaringan kereta yang pernah digunakan untuk membawa jenazah menuju pemakaman di luar pusat kota. Salah satu yang terkenal adalah Rookwood Necropolis Railway di Sydney.
Rookwood Cemetery berkembang pesat sejak abad ke-19 dan menjadi salah satu kompleks pemakaman terbesar di Australia.
Karena lokasinya cukup jauh dari pusat Sydney, kereta menjadi sarana penting bagi keluarga yang ingin menghadiri pemakaman.
Di beberapa tempat, kereta tidak selalu berupa rangkaian yang sepenuhnya dikhususkan untuk jenazah.
Gerbong khusus dapat ditempatkan dalam rangkaian kereta biasa, sementara pada sistem lain tersedia layanan khusus untuk perjalanan pemakaman.
Baca Juga: Mengapa India Memiliki Salah Satu Jaringan Kereta Terbesar di Dunia?
Keberadaan kereta jenazah sebenarnya menunjukkan bagaimana perkembangan kereta api ikut mengubah cara masyarakat menghadapi kematian.
Sebelum adanya transportasi modern, pemindahan jenazah dalam jarak jauh dapat menjadi proses yang lambat dan sulit.
Kereta memungkinkan perjalanan tersebut dilakukan dengan lebih cepat, terutama ketika sebuah kota memiliki pemakaman besar yang terletak jauh dari kawasan permukiman.
Namun, ada alasan lain mengapa kereta menjadi pilihan. Pada abad ke-19, kota-kota besar mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat cepat.
Pemakaman lama yang berada di tengah kota semakin penuh, sementara masalah kesehatan dan sanitasi membuat pemerintah mulai mencari lokasi pemakaman baru di luar pusat kota.
Kereta kemudian menjadi penghubung antara kota tempat orang hidup dan kawasan tempat mereka dimakamkan.
Meskipun terdengar seperti sesuatu dari film horor, funeral train sebenarnya merupakan bagian dari sejarah transportasi dan perkembangan kota.
Kereta tersebut muncul bukan karena sesuatu yang aneh, tetapi karena kebutuhan nyata masyarakat pada masa ketika kota-kota mulai berkembang dan jarak antara tempat tinggal dengan pemakaman semakin jauh.
Pada akhirnya, sejarah kereta api memang tidak hanya berisi kisah tentang perjalanan, kecepatan, dan teknologi. Ada pula cerita tentang bagaimana kereta digunakan untuk mengantarkan manusia pada perjalanan terakhirnya.
Kereta api biasanya membawa orang menuju suatu tempat. Kereta ini membawa mereka menuju tempat peristirahatan terakhir. (luthfiana sekar)
Editor : Kabun Triyatno